Gebrakan Baru: Starlink Garap Ponsel Khusus, Saingi Smartphone?
- Istimewa
- SpaceX sedang mengembangkan telepon seluler khusus (Ponsel Starlink) yang terhubung langsung dengan konstelasi satelit mereka.
- Proyek ini menjadi bagian dari diversifikasi pendapatan strategis SpaceX menjelang rencana Penawaran Umum Perdana (IPO) yang potensial tahun ini.
- Elon Musk menegaskan perangkat ini akan dioptimalkan untuk menjalankan ‘neural nets’ dengan kinerja maksimum, mengintegrasikannya dengan visi AI xAI.
- Meskipun performa keuangan Starlink solid, analis meragukan kemampuan SpaceX untuk bersaing langsung melawan operator seluler tradisional (MNO).
SpaceX, perusahaan antariksa yang dinakhodai Elon Musk, dikabarkan tengah fokus merancang telepon seluler (ponsel) khusus. Perangkat ini didesain untuk terhubung langsung dengan konstelasi satelit internet Starlink. Langkah ambisius menciptakan Ponsel Starlink ini muncul sebagai bagian integral dari strategi diversifikasi pendapatan SpaceX, terutama menjelang potensi Penawaran Umum Perdana (IPO) yang diperkirakan terjadi tahun ini. Perangkat keras ini secara fundamental berpotensi menjadi pesaing serius bagi smartphone yang mendominasi pasar saat ini.
Mengapa SpaceX Berani Masuk Pasar Ponsel?
Visi pengembangan perangkat keras ini telah tertuang dalam peta jalan Starlink selama bertahun-tahun. Meskipun detail spesifik mengenai desain atau jadwal peluncurannya masih dirahasiakan, sinyal positif datang langsung dari Elon Musk.
Musk menanggapi spekulasi mengenai rencana ponsel Starlink melalui platform media sosial X pekan lalu. Ia menyatakan bahwa pembuatan perangkat tersebut bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan pada titik tertentu.
Starlink Ditenagai Neural Nets dan xAI
Musk memberikan petunjuk mendalam mengenai spesifikasi teknis perangkat tersebut. Ia menjelaskan bahwa perangkat ini akan "dioptimalkan murni untuk menjalankan neural nets dengan kinerja/watt maksimum."
Pernyataan ini merujuk pada perangkat keras komputasi yang meniru cara kerja otak manusia, menjadi fondasi di balik Kecerdasan Artifisial (AI). Visi ini sejalan sempurna dengan rencana Musk untuk membangun pusat data yang mengorbit Bumi. Inisiatif tersebut juga menjadi dasar dari merger yang baru-baru ini diumumkan antara SpaceX dan xAI, perusahaan AI milik Musk. Pengembangan Ponsel Starlink jelas tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dalam ekosistem teknologi yang lebih besar.