Google dan SpaceX Garap Pusat Data Luar Angkasa untuk AI

Google dan SpaceX Garap Pusat Data Luar Angkasa untuk AI
Sumber :
  • TechRadar

img_title Fitur Baru di Android yang Bisa Membuat Pencuri Sulit Membuka HP Anda
  • Google dan SpaceX menjajaki kerja sama strategis untuk membangun pusat data di orbit bumi.
  • Proyek ambisius ini bertujuan mendukung kebutuhan pemrosesan data AI yang melonjak drastis.
  • Tantangan teknis seperti biaya tinggi dan sistem perbaikan di ruang angkasa masih menjadi kendala utama.
  • CEO Google, Sundar Pichai, memprediksi infrastruktur ini akan menjadi standar normal dalam satu dekade ke depan.

img_title 7 Cara Menyembunyikan Riwayat Pencarian Google agar Privasi Tetap Aman

Raksasa teknologi Google kabarnya tengah menjalin pembicaraan serius dengan SpaceX untuk memindahkan infrastruktur mereka ke orbit. Langkah ini mencakup rencana pembangunan pusat data luar angkasa demi mendukung pemrosesan kecerdasan buatan (AI) yang kian masif.

Melansir laporan Wall Street Journal, kedua perusahaan besar ini sedang mendiskusikan teknis peluncuran dan penempatan server. Google berperan sebagai penyedia teknologi pusat data, sementara SpaceX menyediakan roket pengangkut untuk membawa perangkat tersebut ke luar atmosfer.

img_title Peluncuran Starship V3 Sukses: SpaceX Kian Dekat ke Mars!

Kerja sama ini muncul pada momentum krusial bagi SpaceX yang kabarnya akan segera melakukan penawaran umum perdana (IPO). Valuasi perusahaan milik Elon Musk tersebut diprediksi akan meroket jika kesepakatan dengan Google ini resmi berjalan.

Alasan Strategis Pusat Data Luar Angkasa

Peningkatan permintaan AI menuntut daya komputasi yang luar biasa besar dan pasokan energi yang stabil. Pusat data luar angkasa menawarkan solusi menarik karena akses energi surya yang tersedia secara konstan tanpa hambatan atmosfer atau cuaca.

Selain itu, menempatkan infrastruktur di orbit dapat mengurangi beban jaringan listrik di permukaan bumi. Google yang memiliki 6,1% saham SpaceX melihat potensi ini sebagai evolusi logis bagi efisiensi data center global.

CEO Google, Sundar Pichai, menyatakan optimisme tinggi terhadap teknologi ini sejak tahun lalu. Ia meyakini bahwa membangun infrastruktur digital di luar angkasa akan menjadi praktik lazim dalam sepuluh tahun mendatang.

Tantangan Teknis dan Skeptisisme Industri

Meski terdengar revolusioner, ide ini menghadapi tantangan teknik yang sangat kompleks. CEO OpenAI, Sam Altman, meragukan kelayakan proyek ini dalam jangka pendek karena keterbatasan teknologi saat ini.

Peralatan pusat data konvensional tidak dirancang untuk menahan radiasi ekstrem dan perubahan suhu di luar angkasa. Selain itu, biaya peluncuran yang mahal tetap menjadi faktor penghambat utama bagi efisiensi ekonomi proyek tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title