Elon Musk Bangun Pabrik Satelit di Bulan Pakai Ketapel
- Istimewa
Satelit tersebut juga harus memiliki desain khusus yang sangat tangguh. Perangkat ini wajib bertahan dari gaya akselerasi ekstrem mencapai 10.000 g atau lebih saat peluncuran. SpaceX juga harus membangun fasilitas industri dasar terlebih dahulu sebelum pabrik utama beroperasi secara penuh.
Guna mendukung pendanaan proyek raksasa ini, Musk telah menggabungkan operasional xAI dengan SpaceX. Entitas gabungan ini sedang mempersiapkan penawaran umum perdana (IPO) pada Juni 2026. Langkah finansial ini menjadi kunci utama untuk mewujudkan ambisi manufaktur di luar angkasa tersebut.
Implikasi Masa Depan dan Kontrak NASA
Proyek pabrik satelit di Bulan ini berjalan beriringan dengan komitmen SpaceX kepada pemerintah Amerika Serikat. NASA sebelumnya telah memilih SpaceX untuk mengembangkan kendaraan Starship dalam program Artemis. Program ini bertujuan mengangkut astronaut kembali ke Bulan dengan target penerbangan pertama pada 2028.
Kehadiran pabrik AI di Bulan akan memperkuat posisi SpaceX sebagai pemimpin industri antariksa global. Musk percaya bahwa membangun fasilitas produksi di luar angkasa akan menciptakan standar baru dalam keamanan teknologi otonom. Proyek ini tidak hanya soal satelit, tetapi juga tentang penguasaan infrastruktur komputasi masa depan di luar Bumi.