Skeptisisme Gen Z terhadap AI Meningkat Meski Sering Dipakai
- Rachit Agarwal / Digital Trends
- Antusiasme Gen Z terhadap teknologi AI merosot hingga 14 poin dalam setahun terakhir.
- Sebanyak 42% responden merasa cemas terhadap dampak kecerdasan buatan bagi masa depan mereka.
- Mayoritas Gen Z khawatir AI akan merusak kemampuan belajar dan berpikir kritis secara mandiri.
Gen Z kini memimpin penggunaan kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Namun, data terbaru justru menunjukkan tren skeptisisme Gen Z terhadap AI yang kian menguat. Laporan dari Gallup bersama Walton Family Foundation mengungkap fakta mengejutkan ini. Meskipun lebih dari separuh Gen Z di AS rutin memakai AI, antusiasme mereka justru memudar.
Fenomena ini menciptakan paradoks teknologi yang sangat menarik. Mereka menggunakan alatnya, namun secara bersamaan mereka meragukan dampaknya. Penurunan rasa optimisme ini menandakan adanya pergeseran cara pandang generasi muda terhadap masa depan digital.
Skeptisisme Gen Z terhadap AI Berdasarkan Data Gallup
Hasil survei terhadap 1.500 responden usia 14-29 tahun menunjukkan angka yang mencolok. Rasa gembira menyambut AI turun 14 poin sejak tahun lalu. Sementara itu, rasa marah justru meningkat sebanyak sembilan poin. Hanya 18% responden yang mengaku merasa penuh harapan terhadap kehadiran teknologi ini.
Bahkan pengguna harian pun mulai menunjukkan keraguan yang besar. Rasa optimisme di kalangan pengguna aktif turun sebesar 11 poin. Akses yang lebih luas ternyata tidak otomatis meningkatkan kepercayaan mereka terhadap sistem kecerdasan buatan.
Dampak AI Terhadap Kemampuan Berpikir Gen Z
Banyak responden merasa khawatir dengan pengaruh AI terhadap fungsi otak mereka. Sekitar 80% responden menilai penggunaan AI akan mempersulit proses belajar di masa depan. Mereka tidak yakin bahwa teknologi ini mendukung pengembangan kemampuan intelektual manusia.
Selain itu, skeptisisme juga muncul terkait kreativitas. Sebanyak 42% Gen Z percaya bahwa AI akan membawa dampak buruk bagi kemampuan berpikir kritis. Mereka melihat risiko besar di mana manusia menjadi terlalu bergantung pada mesin dalam menyelesaikan masalah rumit.
Skeptisisme Gen Z terhadap AI Meluas ke Dunia Kerja
Dunia kerja profesional juga menjadi titik fokus kekhawatiran generasi ini. Sebanyak 48% pekerja dari kalangan Gen Z menilai risiko AI lebih besar daripada manfaatnya. Hanya 15% dari mereka yang memandang teknologi ini sebagai sesuatu yang sepenuhnya positif.