IC4: Senjata Baru Lawan Penipuan Siber, Bisa Cek Pesan & APK Berbahaya!

IC4: Senjata Baru Lawan Penipuan Siber, Bisa Cek Pesan & APK Berbahaya!
Sumber :
  • Screenshot IC4

Gadget – Digital Forensic Indonesia resmi meluncurkan Indonesia Cyber Crime Combat Center (IC4), sebuah platform inovatif yang dirancang untuk membantu masyarakat dalam melawan berbagai modus penipuan siber. Layanan ini dapat diakses melalui website resmi maupun aplikasi di perangkat Android dan iOS.

17,5 Juta Data Pengguna Instagram Bocor, Cek Risiko Keamanan Anda!

IC4 hadir dengan berbagai fitur unggulan, salah satunya adalah pengecekan pesan penipuan. Dengan fitur ini, pengguna dapat memasukkan pesan mencurigakan yang mereka terima untuk mengetahui apakah pesan tersebut termasuk dalam modus penipuan yang telah terdata di sistem IC4.

Menurut Ruby Alamsyah, CEO sekaligus Founder IC4, platform ini akan memudahkan masyarakat dalam mendeteksi berbagai bentuk penipuan digital yang semakin marak terjadi.

Grok AI Dibatasi X Premium, Kemkomdigi Blokir: Efektifkah?

"Misalnya, kita menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal. Dengan IC4, kita bisa langsung mengecek apakah pesan itu mengandung unsur penipuan atau sudah tercatat dalam database kami," ujar Ruby dalam acara peluncuran IC4 di Jakarta, Selasa (25/2/2025).

Cek File APK, Rekening, dan Fintech Ilegal

Grok Diblokir! Indonesia Ambil Langkah Tegas Lawan Deepfake Seksual

Selain mendeteksi pesan mencurigakan, IC4 juga memiliki fitur pengecekan file APK. Hal ini penting, mengingat banyak aplikasi berbahaya yang beredar dan mengandung malware untuk mencuri data pribadi pengguna.

Tidak hanya itu, IC4 juga menyediakan database fintech untuk mengecek apakah suatu platform pinjaman online (pinjol) bersifat legal atau ilegal. Dengan fitur ini, pengguna dapat menghindari jebakan fintech bodong yang sering kali menawarkan pinjaman cepat dengan bunga mencekik.

Fitur Pelaporan Penipuan, Kolaborasi dengan Komdigi & BSSN

Salah satu fitur paling penting dari IC4 adalah fasilitas pelaporan. Melalui kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), masyarakat bisa melaporkan berbagai kasus kejahatan siber tanpa harus berurusan langsung dengan aparat penegak hukum.

IC4 berfungsi sebagai database crowdsource, di mana laporan dari masyarakat dikumpulkan dan bisa diakses oleh pengguna lain agar mereka lebih waspada terhadap pola penipuan yang sedang marak.

Menurut Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, keberadaan IC4 merupakan terobosan penting dalam upaya menjaga ruang digital tetap aman.

Halaman Selanjutnya
img_title