Duolingo Terapkan AI, Mulai Gantikan Pekerja Kontrak dalam Proses Otomatisasi
- duolingo
Pendekatan berani Duolingo terhadap AI tampaknya telah membuahkan hasil. Saham perusahaan mengalami kenaikan 68% selama setahun terakhir, yang sebagian besar disebabkan oleh peningkatan jumlah pelanggan berbayar mereka. Selain itu, Duolingo juga mulai mengembangkan kursus baru di luar pembelajaran bahasa, seperti kursus catur dan musik.
Duolingo Bukan Satu-satunya yang Mengadopsi AI Secara Cepat
Langkah Duolingo ini sejalan dengan tren yang semakin berkembang di dunia teknologi. Sejumlah perusahaan besar kini memandang AI sebagai hal yang penting dalam operasional mereka. Sebagai contoh, CEO Uber, Dara Khosrowshahi, baru-baru ini mengungkapkan kekhawatirannya bahwa terlalu sedikit karyawan yang memahami cara menggunakan AI, yang mendorong perusahaan untuk meluncurkan program pelatihan baru. “Belajar menggunakan AI untuk mengode akan menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan di Uber dalam setahun ke depan,” ungkapnya.
Serupa dengan itu, CEO Shopify, Tobias Lütke, menyatakan bahwa kecakapan AI kini merupakan kewajiban bagi semua karyawan di perusahaannya. Ia menegaskan bahwa tim harus membuktikan bahwa mereka tidak dapat menyelesaikan tugas menggunakan AI sebelum meminta penambahan staf.
Pendekatan ini juga didukung oleh Reid Hoffman, salah satu pendiri LinkedIn, yang menyarankan agar setiap pemimpin perusahaan, besar atau kecil, memasukkan AI ke dalam operasi sehari-hari mereka dan melakukan cek rutin terhadap penggunaan AI di dalam perusahaan.
Mengapa Duolingo Beralih ke AI?
Duolingo menganggap penggunaan AI sebagai langkah strategis untuk mempercepat penyampaian konten pendidikan kepada pengguna. Penggunaan teknologi ini memungkinkan Duolingo untuk lebih fokus pada skala global, memungkinkan mereka untuk mengoptimalkan sumber daya secara lebih efisien. Dengan adopsi AI, Duolingo tidak hanya dapat meningkatkan pengalaman pengguna, tetapi juga mengurangi biaya operasional yang sebelumnya melibatkan banyak pekerja kontrak.
Di sisi lain, AI membantu Duolingo untuk terus memperbarui dan meningkatkan fitur-fitur aplikasi mereka, yang menjadikannya lebih interaktif dan responsif terhadap kebutuhan pelajar.
Duolingo di Masa Depan: Lebih Banyak Inovasi dan Penawaran Baru
Langkah besar Duolingo untuk menjadikan diri mereka perusahaan AI-first menunjukkan betapa seriusnya mereka dalam membawa pembelajaran bahasa ke level berikutnya. Dengan penggunaan AI yang semakin canggih, Duolingo berencana untuk terus berekspansi, baik dalam aspek konten pembelajaran maupun pengalaman pengguna.