Snapdragon 8 Elite vs Dimensity 9400: Duel Sengit Chipset Flagship Android Terkuat

Snapdragon 8 Elite vs Dimensity 9400: Duel Sengit Chipset Flagship
Sumber :
  • gizmochina
Gadget
Bocoran Lengkap Vivo X200T: Apakah Ini Flagship Terbaik di Bawah Rp9 Juta?

Tahun 2024 menandai persaingan sengit di dunia chipset mobile, khususnya antara Qualcomm dan MediaTek. Keduanya meluncurkan produk andalannya di bulan Oktober: Snapdragon 8 Elite dan Dimensity 9400. Keduanya menjanjikan lompatan besar dalam performa, efisiensi, dan fitur. Namun, siapa sebenarnya yang lebih unggul?

Bocoran Exynos 2700: Samsung Siapkan Lompatan Performa Besar untuk Galaxy S27

Untuk menjawabnya, mari kita bedah benchmark dan fitur utama kedua chipset ini secara menyeluruh dan mudah dipahami.


REDMAGIC 11 Pro Rilis: Pendinginan Cairan AquaCore Ganas, Skor AnTuTu Tembus 4 Juta

Performa Benchmark: Siapa Lebih Unggul?

AnTuTu Benchmark

Snapdragon 8 Elite berhasil mencatat skor AnTuTu sebesar 2.802.747, unggul tipis dari Dimensity 9400 yang meraih 2.754.825. Dalam rincian lebih lanjut, Snapdragon memimpin di aspek CPU, memori, dan pengalaman pengguna (UX). Sementara itu, Dimensity 9400 mencetak skor lebih tinggi di bagian GPU.

KomponenSnapdragon 8 EliteDimensity 9400
Skor Total2.802.7472.754.825
CPU631.482622.149
GPU1.208.8151.220.751
Memori505.708489.110
UX456.742422.815

Geekbench Test

Dalam uji Geekbench, Snapdragon kembali unggul. Skor single-core mencapai 3.056, sementara Dimensity hanya 2.904. Untuk multi-core, Snapdragon mencatat 9.702, unggul dari Dimensity dengan 8.812 poin. Hasil ini menegaskan kecepatan Snapdragon dalam merespons tugas harian maupun multitasking.

3DMark Wild Life Extreme

Snapdragon 8 Elite menunjukkan kinerja puncak yang lebih tinggi, yakni 6.809, tetapi stabilitasnya lebih rendah di angka 49,1%. Sebaliknya, Dimensity 9400 memiliki stabilitas 58,2%, yang menunjukkan kinerja lebih konsisten dalam jangka panjang, khususnya saat bermain game berat.


CPU dan Arsitektur: Teknologi Terkini dalam Genggaman

Kedua chipset dibangun menggunakan proses fabrikasi 3nm dari TSMC. Namun, pendekatan arsitekturnya berbeda.

Snapdragon 8 Elite menggunakan delapan inti Oryon dengan dua inti berkecepatan 4,32GHz dan enam inti lainnya di 3,53GHz. Ini adalah debut arsitektur Oryon milik Qualcomm di chipset mobile.

Sementara itu, Dimensity 9400 mengusung desain 1+3+4, dengan satu inti utama Cortex-X925 (3,63GHz), tiga inti Cortex-X4, dan empat inti hemat daya Cortex-A720. Meski kecepatan puncaknya lebih rendah, desain ini unggul dalam efisiensi daya.


GPU: Pertarungan Visual yang Mengesankan

Snapdragon 8 Elite dibekali GPU Adreno 830, yang membawa peningkatan signifikan dalam rendering grafis, termasuk dukungan untuk Ray Tracing dan Unreal Engine 5.3. Chip ini dirancang untuk game kelas atas yang membutuhkan frame rate tinggi.

Namun, Dimensity 9400 tak kalah impresif dengan Mali-G925 Immortalis MP12, yang secara mengejutkan mengungguli Adreno 830 dalam skor benchmark GPU. GPU ini juga mendukung Ray Tracing serta teknologi MediaTek Adaptive Gaming 3.0, menjadikannya lebih optimal untuk pengalaman bermain jangka panjang.

Halaman Selanjutnya
img_title