Snapdragon 8 Elite vs Dimensity 9400: Duel Sengit Chipset Flagship Android Terkuat
- gizmochina
Tahun 2024 menandai persaingan sengit di dunia chipset mobile, khususnya antara Qualcomm dan MediaTek. Keduanya meluncurkan produk andalannya di bulan Oktober: Snapdragon 8 Elite dan Dimensity 9400. Keduanya menjanjikan lompatan besar dalam performa, efisiensi, dan fitur. Namun, siapa sebenarnya yang lebih unggul?
Untuk menjawabnya, mari kita bedah benchmark dan fitur utama kedua chipset ini secara menyeluruh dan mudah dipahami.
Performa Benchmark: Siapa Lebih Unggul?
AnTuTu Benchmark
Snapdragon 8 Elite berhasil mencatat skor AnTuTu sebesar 2.802.747, unggul tipis dari Dimensity 9400 yang meraih 2.754.825. Dalam rincian lebih lanjut, Snapdragon memimpin di aspek CPU, memori, dan pengalaman pengguna (UX). Sementara itu, Dimensity 9400 mencetak skor lebih tinggi di bagian GPU.
| Komponen | Snapdragon 8 Elite | Dimensity 9400 |
|---|---|---|
| Skor Total | 2.802.747 | 2.754.825 |
| CPU | 631.482 | 622.149 |
| GPU | 1.208.815 | 1.220.751 |
| Memori | 505.708 | 489.110 |
| UX | 456.742 | 422.815 |
Geekbench Test
Dalam uji Geekbench, Snapdragon kembali unggul. Skor single-core mencapai 3.056, sementara Dimensity hanya 2.904. Untuk multi-core, Snapdragon mencatat 9.702, unggul dari Dimensity dengan 8.812 poin. Hasil ini menegaskan kecepatan Snapdragon dalam merespons tugas harian maupun multitasking.
3DMark Wild Life Extreme
Snapdragon 8 Elite menunjukkan kinerja puncak yang lebih tinggi, yakni 6.809, tetapi stabilitasnya lebih rendah di angka 49,1%. Sebaliknya, Dimensity 9400 memiliki stabilitas 58,2%, yang menunjukkan kinerja lebih konsisten dalam jangka panjang, khususnya saat bermain game berat.
CPU dan Arsitektur: Teknologi Terkini dalam Genggaman
Kedua chipset dibangun menggunakan proses fabrikasi 3nm dari TSMC. Namun, pendekatan arsitekturnya berbeda.
Snapdragon 8 Elite menggunakan delapan inti Oryon dengan dua inti berkecepatan 4,32GHz dan enam inti lainnya di 3,53GHz. Ini adalah debut arsitektur Oryon milik Qualcomm di chipset mobile.
Sementara itu, Dimensity 9400 mengusung desain 1+3+4, dengan satu inti utama Cortex-X925 (3,63GHz), tiga inti Cortex-X4, dan empat inti hemat daya Cortex-A720. Meski kecepatan puncaknya lebih rendah, desain ini unggul dalam efisiensi daya.
GPU: Pertarungan Visual yang Mengesankan
Snapdragon 8 Elite dibekali GPU Adreno 830, yang membawa peningkatan signifikan dalam rendering grafis, termasuk dukungan untuk Ray Tracing dan Unreal Engine 5.3. Chip ini dirancang untuk game kelas atas yang membutuhkan frame rate tinggi.
Namun, Dimensity 9400 tak kalah impresif dengan Mali-G925 Immortalis MP12, yang secara mengejutkan mengungguli Adreno 830 dalam skor benchmark GPU. GPU ini juga mendukung Ray Tracing serta teknologi MediaTek Adaptive Gaming 3.0, menjadikannya lebih optimal untuk pengalaman bermain jangka panjang.