Samsung 2025: Pilih Flip 7 yang Stylish atau S25+ yang Super Tangguh?
- youtube
Persaingan ponsel premium Samsung pada tahun 2025 semakin menarik. Di satu sisi, Samsung terus menyempurnakan seri ponsel tradisionalnya yang terkenal tangguh. Di sisi lain, perusahaan ini juga mendorong batas inovasi lewat perangkat lipat yang makin terasa matang. Akibatnya, banyak calon pembeli yang kini dihadapkan pada dua pilihan sulit: Samsung Galaxy Z Flip 7, sang ponsel lipat berdesain ringkas, atau Samsung Galaxy S25+, ponsel flagship klasik yang lebih konvensional namun bertenaga. Keduanya menawarkan pengalaman Android kelas atas, tetapi dengan pendekatan yang benar-benar berbeda. Untuk membantu menentukan pilihan, berikut penjelasan lengkapnya.
1. Desain & Portabilitas: Daya Tarik Lipat vs Kesan Premium Klasik
Samsung kembali menyempurnakan lini ponsel lipat melalui Galaxy Z Flip 7. Keunggulan utamanya tentu pada dimensi yang sangat ringkas saat dilipat. Dengan ukuran yang mudah masuk saku, Flip 7 menawarkan kenyamanan yang belum bisa diberikan ponsel tradisional. Kemudian, layarnya juga memberi nilai tambah: layar luar 4,1 inci dapat digunakan untuk mengecek notifikasi, mengambil selfie cepat, hingga mengontrol musik tanpa harus membuka ponsel. Sementara layar utama 6,9 inci tetap lega untuk aktivitas harian.
Tak hanya itu, engsel “Armour FlexHinge” generasi baru membuat lipatan lebih halus dan kuat, sementara sertifikasi IP48 memberikan ketahanan terhadap debu dan cipratan air. Meski bukan peringkat tertinggi, perlindungan ini menunjukkan peningkatan signifikan dibanding generasi sebelumnya.
Di sisi lain, Galaxy S25+ hadir dengan desain lebih familiar. Bentuknya datar, kokoh, dan terasa premium di tangan. Layar Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,7 inci dengan resolusi QHD+ 1440×3120 membuat pengalaman visual terasa lebih tajam dan imersif. Selain itu, kecepatan refresh 120 Hz memberikan tampilan yang sangat mulus. Ditambah lagi, perangkat ini membawa peringkat IP68—lebih tinggi dibanding Flip 7—yang artinya lebih tahan air dan debu.
Dengan begitu, pilihan desain bergantung pada preferensi. Jika Anda ingin sesuatu yang unik dan ringkas, Flip 7 jelas memikat. Namun, bila Anda mengutamakan durabilitas dan kenyamanan klasik, S25+ adalah pilihan yang aman dan solid.
2. Performa, Baterai & Kinerja Sehari-hari
Perbedaan signifikan berikutnya ada pada dapur pacu. Galaxy S25+ menggunakan Qualcomm Snapdragon 8 Elite, salah satu chipset tercepat di kelas flagship. Chip ini tidak hanya unggul dalam multitasking, tetapi juga menawarkan kinerja gaming dan proses grafis yang sangat optimal.
Sementara itu, Galaxy Z Flip 7 dibekali Exynos 2500, chipset buatan Samsung yang juga berbasis teknologi 3 nm. Performa dasarnya memang sangat cepat, namun dalam pengujian berbagai aplikasi berat, Snapdragon 8 Elite masih cenderung unggul terutama dalam stabilitas performa jangka panjang.
Walaupun keduanya sama-sama mampu menjalankan aplikasi modern dengan lancar, perbedaan ini akan terasa bagi pengguna yang sering bermain gim grafis tinggi atau mengolah video.
Dalam aspek baterai, Galaxy S25+ kembali memimpin. Ponsel ini membawa baterai 4.900mAh dengan pengisian cepat 45W dan pengisian nirkabel 15W. Kapasitas ini membuatnya lebih tahan lama untuk penggunaan intens seharian. Di sisi lain, Galaxy Z Flip 7 hanya dibekali baterai 4.300mAh dengan pengisian 25W. Meski tetap cukup, daya tahannya tidak setangguh S25+, terutama saat layar lipat sering dibuka.
Dengan kata lain, bagi pengguna aktif yang mengutamakan durasi pemakaian panjang, S25+ menjadi pilihan lebih praktis.
3. Kamera & Multimedia: Fleksibilitas vs Kreativitas Mode Lipat
Kemampuan kamera menjadi pertimbangan penting lainnya. Galaxy S25+ membawa tiga kamera belakang: kamera utama 50MP, lensa ultra wide 12MP, dan telefoto 10MP dengan zoom optik 3x. Kombinasi ini memberikan fleksibilitas penuh untuk berbagai kebutuhan fotografi, mulai dari foto lanskap, close-up, hingga pemotretan jarak jauh.
Sebaliknya, Galaxy Z Flip 7 hadir dengan dua kamera: kamera utama 50MP dan ultra wide 12MP. Meski tidak memiliki telefoto, Flip 7 punya satu keunggulan unik—mode selfie lipat. Dengan menggunakan layar luar sebagai jendela bidik, pengguna dapat mengambil selfie berkualitas tinggi menggunakan kamera belakang. Fitur ini tentu sulit disaingi ponsel tradisional.
Selain itu, saat dilipat setengah, Flip 7 dapat berfungsi seperti camcorder mini. Mode ini sangat cocok untuk vlogging, merekam konten vertikal, hingga mengambil video hands-free secara stabil.
Dengan demikian, S25+ lebih unggul dalam fleksibilitas kamera, sementara Flip 7 memikat pengguna kreatif yang ingin eksplorasi gaya pengambilan gambar.
4. Jadi, Mana yang Lebih Tepat untuk Anda?
Keputusan akhir kembali pada kebutuhan. Bila Anda menginginkan sesuatu yang ringkas, penuh gaya, sekaligus memiliki keunikan desain, Galaxy Z Flip 7 jelas menjadi pilihan yang sangat menarik. Perangkat ini cocok bagi pengguna yang mengutamakan portabilitas dan ingin tampil beda.
Namun, jika Anda mencari perangkat yang benar-benar seimbang dalam performa, ketahanan baterai, durabilitas, dan kemampuan kamera yang lengkap, Galaxy S25+ adalah pilihan yang lebih masuk akal. Ponsel ini sangat ideal untuk gamer, pengguna profesional, dan mereka yang membutuhkan perangkat andal untuk aktivitas berat.