SSD SATA Akan Punah? Samsung Umumkan Penghentian Produksi Mulai 2026
- Samsung
Gadget – Samsung, raksasa teknologi asal Korea Selatan sekaligus salah satu produsen SSD terbesar di dunia, dikabarkan akan menghentikan produksi SSD berbasis antarmuka SATA mulai tahun 2026. Informasi ini pertama kali diungkap oleh kanal YouTube ternama Moore’s Law Is Dead (MLID), yang mengklaim memiliki sumber internal dari beberapa pihak dalam industri.
Jika rencana ini benar-benar diwujudkan, langkah Samsung bukan hanya isyarat peralihan teknologi melainkan guncangan besar bagi pasar penyimpanan global, terutama bagi jutaan pengguna PC lama, sistem industri, dan konsumen yang masih mengandalkan SSD SATA sebagai solusi andal dan terjangkau.
Artikel ini mengupas latar belakang keputusan Samsung, dampak ekonomi dan logistik, serta apa yang perlu Anda lakukan sebelum SSD SATA benar-benar langka dan mahal.
Mengapa Samsung Ingin Tinggalkan SSD SATA?
SSD SATA (Serial ATA) memang bukan teknologi baru. Diperkenalkan sekitar tahun 2000-an, antarmuka ini menjadi standar emas untuk penyimpanan komputer selama lebih dari satu dekade. Namun, sejak munculnya NVMe (Non-Volatile Memory Express) pada pertengahan 2010-an, kecepatan SATA mulai terlihat ketinggalan.
- Kecepatan SATA III: maksimal sekitar 600 MB/detik
- Kecepatan NVMe Gen4: bisa mencapai 7.000 MB/detik atau lebih
Banyak laptop dan desktop baru kini tidak lagi menyediakan slot SATA 2.5 inci, beralih sepenuhnya ke M.2 NVMe. Bahkan server kelas atas telah berpindah ke SAS (Serial Attached SCSI) atau NVMe over Fabrics.
Bagi Samsung, yang juga memproduksi chip NAND dan DRAM, fokus pada produk bernilai tinggi seperti NVMe dan memori untuk AI jauh lebih menguntungkan. Dengan margin tipis di segmen SATA, perusahaan lebih memilih mengalihkan kapasitas produksi ke segmen premium.
SSD SATA Masih Sangat Dibutuhkan di 2025
Meski dianggap “kuno”, SSD SATA justru masih sangat relevan di berbagai sektor:
1. Upgrade PC Lama
Jutaan pengguna masih menggunakan PC atau laptop berusia 5–10 tahun yang hanya mendukung SATA. Mengganti HDD lama dengan SSD SATA bisa meningkatkan performa hingga 5x lipat dengan biaya sangat terjangkau.
2. Sistem Industri dan Embedded
Banyak mesin industri, ATM, kios layanan, dan perangkat medis dirancang dengan antarmuka SATA dan tidak mudah di-upgrade ke NVMe. Stabilitas dan kompatibilitas jangka panjang menjadi prioritas utama.