SSD SATA Akan Punah? Samsung Umumkan Penghentian Produksi Mulai 2026
- Samsung
3. Penyimpanan Eksternal
SSD SATA sering digunakan dalam external drive USB 3.0/3.2 karena harganya lebih murah daripada NVMe, sementara kecepatan maksimal USB justru menjadi bottleneck sehingga keunggulan NVMe tidak terasa.
4. Pasar Retail Masih Kuat
Menurut MLID, sekitar 20% dari SSD terlaris di platform e-commerce global masih menggunakan antarmuka SATA dan sebagian besar di antaranya diproduksi oleh Samsung. Artinya, permintaan riil masih sangat besar.
Dampak Potensial: Kelangkaan, Kenaikan Harga, dan Rantai Pasok
Jika Samsung benar-benar berhenti memproduksi SSD SATA, konsekuensinya bisa meluas:
1. Kelangkaan Pasokan Global
Samsung bukan sekadar pemain ia adalah pemasok utama NAND flash dan SSD jadi. Penghentian produksi mereka bisa menciptakan defisit pasokan yang tidak mudah digantikan oleh WD, Crucial, atau Kingston dalam waktu singkat.
2. Harga SSD SATA Naik Tajam
Saat pasokan menurun dan permintaan tetap tinggi, harga pasti melonjak. SSD SATA 1TB yang saat ini dijual sekitar Rp1–1,3 juta bisa naik 30–50% dalam 12–18 bulan.
3. Dampak Tak Langsung pada NVMe
Ironisnya, kelangkaan SSD SATA bisa mendorong permintaan NVMe murah, yang justru akan meningkatkan tekanan pada pasokan NAND flash secara keseluruhan berpotensi menaikkan harga NVMe juga.
4. Konsumen Akhir yang Paling Terdampak
Seperti biasa, pengguna akhir-lah yang menanggung beban. Pelajar, UMKM, pengguna PC lawas, dan negara berkembang yang mengandalkan solusi murah dan kompatibel akan kesulitan menemukan alternatif terjangkau.
Konteks Lebih Luas: Krisis Memori dan Strategi Baru Samsung
Keputusan ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Samsung saat ini sedang menyesuaikan strategi bisnisnya di tengah gejolak pasar memori:
Baru-baru ini, Samsung menaikkan harga DDR5 hingga 60% akibat kenaikan biaya produksi dan permintaan AI.
Kompetitor seperti Micron telah keluar dari bisnis memori konsumen, fokus hanya pada chip untuk data center dan AI.
Investasi Samsung kini lebih terarah ke HBM (High Bandwidth Memory), NVMe Gen5, dan chip untuk server AI.
Dengan lanskap seperti ini, SSD SATA dianggap sebagai “produk warisan” yang tidak sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan.
Apa yang Harus Dilakukan Konsumen Sekarang?
Jika Anda masih menggunakan sistem berbasis SATA atau berencana melakukan upgrade dalam 1–2 tahun ke depan, waktunya bertindak sekarang: