Ditembak Serpihan Artileri, MacBook Air Ini Masih Bisa Nyala-Bagaimana Bisa?
- Gizmochina
Tidak ada lapisan pelindung balistik, tidak ada sertifikasi militer (seperti MIL-STD-810H yang dimiliki beberapa laptop rugged), dan tidak ada fitur keamanan fisik khusus. Apple secara eksplisit tidak mengklaim ketahanan terhadap benturan ekstrem.
Namun justru di sinilah letak keajaibannya: dalam insiden ini, faktor keberuntungan dan posisi benturan bukan desain anti-benturan yang menyelamatkan komponen inti.
Ahli teknologi menyebut bahwa jika serpihan mengenai area yang tidak mengenai komponen kritis seperti baterai lithium (yang bisa meledak) atau CPU, maka sistem masih bisa bertahan. Dalam kasus ini, serpihan tampaknya melewati ruang kosong di sekitar trackpad atau baterai samping, menghindari kerusakan fatal.
Bukan Pertama Kali: Kisah Serupa di Masa Lalu
Ini bukan pertama kalinya MacBook “menyelamatkan nyawa” atau bertahan dari insiden ekstrem.
Pada 2017, sebuah MacBook Pro dikabarkan menghentikan peluru selama penembakan di Bandara Fort Lauderdale, AS. Peluru menembus tas korban dan mengenai laptop, yang menyerap sebagian energi dan mencegah cedera fatal. Insiden itu pun viral dan menjadi buah bibir di kalangan penggemar Apple.
Meski Apple tidak pernah memanfaatkan insiden-insiden ini dalam kampanye pemasaran (dan bahkan menghindarinya karena sensitivitas etis), komunitas pengguna sering menyebut MacBook sebagai “laptop paling tangguh tak sengaja.”
Mengapa Ini Bisa Terjadi? Penjelasan Teknis
Beberapa faktor teknis menjelaskan mengapa MacBook Air ini masih berfungsi:
1. Arsitektur M1 yang Terintegrasi
Chip M1 menggunakan desain system-on-a-chip (SoC), di mana CPU, GPU, RAM, dan penyimpanan terintegrasi dalam satu paket. Ini mengurangi jumlah kabel dan konektor yang rentan rusak sehingga satu titik benturan tidak langsung mematikan seluruh sistem.
2. Baterai Terdistribusi
MacBook Air M1 menggunakan dua sel baterai tipis yang terletak di kedua sisi trackpad. Jika serpihan melewati celah di antaranya, risiko kebakaran atau ledakan baterai berkurang drastis.
3. Tidak Ada Kipas = Lebih Sedikit Komponen Bergerak
Tanpa kipas atau bagian mekanis, MacBook Air lebih tahan terhadap guncangan dibanding laptop konvensional.
4. Keberuntungan Geometris
Paling penting: arah dan sudut benturan kebetulan menghindari komponen vital. Ini lebih soal “nasib baik” daripada desain ketahanan.