Kembali Setelah 9 Tahun! Apple Bikin MacBook 12,9 Inci Baru, Lebih Canggih & Lebih Murah
- Gizmochina
Dalam skenario penggunaan ringan seperti browsing, email, dokumen, video call, dan streaming performa multi-core A18 Pro bahkan bisa menyamai chip M1 generasi pertama. Ini berarti pengguna tidak lagi harus berkompromi antara ukuran dan kecepatan.
Namun, perlu dicatat: chip ini tidak dirancang untuk beban berat berkelanjutan, seperti rendering video 4K atau simulasi data kompleks. Apple kemungkinan besar akan memposisikan perangkat ini sebagai alat produktivitas harian, bukan workstation kreatif.
Desain dan Pengalaman Pengguna: Fokus pada Mobilitas dan Keheningan
Tanpa kipas dan dengan bodi yang mungkin lebih tipis dari MacBook Air, MacBook 12,9 inci 2026 diprediksi akan:
- Benar-benar senyap saat digunakan
- Lebih ringan (kemungkinan di bawah 1 kg)
- Tahan baterai lama, berkat efisiensi chip A18 Pro
Kombinasi ini menjadikannya kandidat sempurna untuk:
- Mahasiswa
- Traveler bisnis
- Jurnalis lapangan
- Pengguna sekunder yang ingin perangkat ringkas
Apple juga kemungkinan akan mempertahankan satu atau dua port USB-C, meski mungkin tetap minimalis. Namun, dengan dukungan DisplayPort dan pengisian daya melalui USB-C, kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi.
Strategi Harga: Sasar Segmen Entry-Level di Tengah Krisis Harga Laptop Global
Saat ini, MacBook Air mulai dari $799 (sekitar Rp12,5 juta) di sejumlah pasar. Namun, TrendForce memperkirakan bahwa Apple akan memposisikan model baru ini di bawah angka tersebut mungkin mulai dari $599 atau $699.
Mengapa ini penting? Karena 2026 diprediksi menjadi tahun sulit bagi industri laptop. Permintaan server AI telah memicu kelangkaan DRAM, yang pada gilirannya mendorong kenaikan harga memori dan SSD. Banyak produsen PC seperti Dell, HP, dan Lenovo diperkirakan terpaksa menaikkan harga produk mereka.
Dengan menggunakan chip A18 Pro yang sudah diproduksi massal untuk iPhone, Apple bisa:
- Mengurangi biaya BOM (Bill of Materials)
- Menghindari tekanan pasokan chip khusus
- Menjaga margin keuntungan meski menjual lebih murah
Ini adalah langkah cerdas: menawarkan produk terjangkau justru saat pesaing menjadi lebih mahal.
Implikasi Strategis: Menutup Celah di Portofolio Apple
Saat ini, Apple memiliki celah besar antara:
- iPad Pro (dengan keyboard, bisa jadi pengganti laptop ringan)
- MacBook Air (entry-level MacBook yang sebenarnya tidak murah)
- Banyak konsumen yang menginginkan pengalaman macOS penuh bukan iPadOS namun merasa MacBook