Apple Tahan Diri! iPhone 200MP Baru Hadir di 2028-Ini yang Bikin Mereka Nunggu
- Gizmochina
Gadget – Di tengah gempuran smartphone Android yang kini berebut memasang kamera 200 megapiksel (MP) bahkan hingga dua sensor sekaligus dalam satu perangkat Apple justru tetap tenang. Bahkan iPhone 17 Pro, yang baru saja dirilis pada 2026, masih mengandalkan sensor utama 48MP.
Dan menurut laporan terbaru, Apple tidak berencana mengadopsi kamera 200MP hingga tahun 2028. Artinya, butuh dua generasi lagi kemungkinan besar pada iPhone 21 sebelum pengguna iPhone bisa menikmati resolusi setinggi itu.
Namun, jangan salah sangka: ini bukan tanda Apple ketinggalan. Justru, keputusan ini mencerminkan filosofi inti Apple selama puluhan tahun: bukan siapa yang pertama, tapi siapa yang paling siap.
Artikel ini mengupas alasan teknis, strategi ekosistem, dan roadmap kamera Apple hingga 2028, termasuk pengujian sensor multispectral yang bisa mengubah cara iPhone melihat dunia.
Mengapa Apple Menunda Kamera 200MP hingga 2028?
Menurut catatan kepada investor dari Morgan Stanley yang dilansir oleh AppleInsider, Apple memang sedang menguji sensor kamera 200MP dan kabarnya bersumber dari Samsung ISOCELL HP1, sensor yang sudah digunakan oleh merek seperti Xiaomi dan Samsung sejak 2023.
Namun, Apple sengaja menundanya. Mengapa?
1. Megapixel Bukan Segalanya
Apple percaya bahwa kualitas gambar tidak ditentukan oleh angka megapixel, melainkan oleh kombinasi:
- Ukuran piksel (pixel binning)
- Ukuran sensor fisik
- Algoritma pemrosesan gambar (computational photography)
- Integrasi perangkat lunak dan keras
Sensor 200MP seperti ISOCELL HP1 menggunakan pixel binning 16-in-1, menggabungkan 16 piksel kecil menjadi satu piksel besar 2,4µm. Hasil akhir? Gambar 12,5MP dengan kualitas cahaya rendah yang jauh lebih baik. Tapi Apple menilai teknologi ini belum matang untuk ekosistem mereka terutama dalam hal efisiensi daya, panas, dan ukuran modul.
2. Faktor Desain dan Ketebalan
Sensor 200MP membutuhkan modul kamera yang lebih besar dan tebal. Apple, yang selalu mengutamakan desain ramping dan estetika, enggan mengorbankan bentuk iPhone hanya demi angka resolusi tinggi terutama jika manfaat nyata bagi pengguna awam masih minim.
Roadmap Kamera iPhone: Dari iPhone 18 Pro hingga iPhone 21
Meski menunda 200MP, Apple tidak diam. Berikut perkiraan evolusi kamera iPhone hingga 2028:
iPhone 18 Pro (2027): Fokus pada Kualitas Optik
Menurut sumber terpercaya dari Weibo, iPhone 18 Pro akan menghadirkan:
Kamera utama 48MP dengan bukaan variabel (variable aperture)
→ Memungkinkan kontrol kedalaman bidang seperti kamera DSLR
Kamera telefoto periskop 48MP dengan bukaan besar
→ Meningkatkan kualitas zoom optik hingga 5x atau lebih
Tidak ada sensor 200MP secara eksplisit ditegaskan tidak akan muncul
Ini menunjukkan Apple lebih fokus pada fleksibilitas optik dan kualitas cahaya, bukan pada resolusi mentah.
iPhone 19 & 20: Transisi Bertahap
Diperkirakan Apple akan mulai menguji integrasi sensor 200MP dalam prototipe internal, tetapi kemungkinan besar hanya untuk mode khusus (misalnya, mode pro atau pemotretan profesional), bukan sebagai sensor utama default.
iPhone 21 (2028): Debut Resmi 200MP
Jika Apple mempertahankan siklus peluncuran tahunan, iPhone 21 pada 2028 akan menjadi perangkat pertama dengan sensor 200MP. Saat itu, Apple kemungkinan telah:
- Mengoptimalkan algoritma pemrosesan untuk resolusi tinggi
- Mengembangkan sistem pendingin dan manajemen daya yang efisien
- Menyempurnakan integrasi dengan iOS dan aplikasi pihak ketiga
- Sensor Multispectral: Masa Depan yang Lebih Besar dari Megapixel
Selain 200MP, Apple juga diam-diam menjajaki sensor multispectral teknologi yang bahkan lebih revolusioner.
Apa Itu Sensor Multispectral?
Berbeda dengan sensor RGB konvensional yang hanya menangkap cahaya merah, hijau, dan biru, sensor multispectral mampu mendeteksi spektrum cahaya di luar jangkauan manusia, seperti:
- Inframerah dekat (NIR)
- Ultraviolet (UV)
Manfaat potensialnya:
- Reproduksi warna lebih akurat, terutama di bawah pencahayaan campuran (misalnya, lampu LED + sinar matahari)
- Kemampuan mendeteksi bahan atau kesehatan kulit (untuk fitur kesehatan masa depan)
- Peningkatan realitas tertambah (AR) dan pemetaan lingkungan
Huawei telah mengimplementasikannya di seri Pura 80, dan merek Android lain diprediksi akan menyusul. Namun, Apple seperti biasa menunggu sampai rantai pasok siap dan pengalaman pengguna benar-benar bermakna.
Saat ini, pengujian sensor multispectral di Apple masih dalam tahap evaluasi rantai pasok, artinya produksi massal masih jauh.
Filosofi Apple: Menang Tanpa Ikut Perlombaan
Di industri smartphone, banyak merek terjebak dalam “perlombaan megapixel” mengumumkan angka besar tanpa peningkatan signifikan pada pengalaman pengguna.
Apple memilih jalan berbeda. Sejak era iPhone 4, mereka mengutamakan hasil akhir, bukan spesifikasi teknis. Contoh nyata:
- iPhone 12 Pro Max (2020) dengan sensor 12MP ukuran besar mengalahkan banyak kamera 48MP/64MP Android dalam kondisi cahaya rendah.
- iPhone 14 Pro memperkenalkan Photonic Engine algoritma pemrosesan yang meningkatkan detail dan warna sebelum gambar disimpan.
Dalam kasus 200MP, Apple menilai bahwa manfaat nyata untuk 99% pengguna belum sebanding dengan biaya, kompleksitas, dan kompromi desain yang harus dibuat.
Apa Artinya bagi Pengguna iPhone?
Bagi pengguna, ini berita baik meski terdengar “lambat”.
- Anda tidak perlu khawatir kehilangan fitur penting hanya karena iPhone belum 200MP.
- Foto dari iPhone tetap unggul dalam konsistensi, warna, dan pemrosesan real-time.
- Apple akan memastikan bahwa saat 200MP hadir, semua fitur pendukung dari penyimpanan hingga aplikasi sudah siap optimal.
Dengan kata lain: Apple tidak ketinggalan. Mereka hanya tidak terburu-buru.
Kesimpulan: Kemenangan Jangka Panjang atas Sensasi Jangka Pendek
Apple tahu bahwa 200MP bukan akhir dari inovasi kamera, melainkan satu langkah dalam evolusi yang lebih besar menuju pencitraan yang lebih cerdas, akurat, dan bermakna.
Dengan menunda hingga 2028, Apple memberi dirinya waktu untuk:
- Mengembangkan ekosistem penuh (hardware + software + cloud)
- Menghindari jebakan pemasaran kosong
- Menjamin bahwa setiap fitur benar-benar melayani pengguna, bukan sekadar angka di brosur
Di dunia yang terobsesi dengan “lebih besar, lebih cepat, lebih banyak”, Apple tetap konsisten dengan prinsipnya: teknologi harus menghilang, dan pengalaman harus bersinar.
Dan dalam hal kamera, hasil akhir bukan resolusi yang akan dikenang.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |