Apple Card Pindah ke JPMorgan Chase: Apa Dampaknya?

Apple Card Pindah ke JPMorgan Chase: Apa Dampaknya?
Sumber :
  • Istimewa

Telkom Sukses Pulihkan 99,9% Jaringan di Aceh dan Sumatra
  • Apple Card resmi beralih pengelola dari Goldman Sachs ke JPMorgan Chase setelah negosiasi intens selama lebih dari setahun.
  • Transisi operasional penuh diperkirakan berlangsung selama 24 bulan ke depan.
  • Goldman Sachs menjual portofolio utang Apple Card senilai $20 miliar dengan kerugian signifikan (diskon lebih dari $1 miliar).
  • Pemegang akun tabungan Apple yang ada harus memutuskan apakah mereka tetap di Goldman Sachs atau membuka akun baru di Chase.

Rapat Pemegang Saham Apple 2026 Ungkap Drama Dewan Direksi

Raksasa teknologi Apple secara resmi mengumumkan perubahan signifikan pada operasi kartu kreditnya. Apple menunjuk JPMorgan Chase sebagai mitra penerbit baru untuk kartu kredit Apple Card. Pengumuman ini muncul setelah lebih dari setahun spekulasi dan negosiasi intens. Pergantian ini menandai akhir hubungan Apple dengan Goldman Sachs, yang kini sedang berupaya menarik diri dari bisnis perbankan konsumen.

Jennifer Bailey, Wakil Presiden Apple Pay dan Apple Wallet, menyambut baik kemitraan baru ini. Ia menyatakan Chase berbagi komitmen Apple terhadap inovasi. Transisi Apple Card dari Goldman Sachs ke JPMorgan Chase diperkirakan memakan waktu sekitar 24 bulan. Meskipun terjadi perubahan besar, Apple Card akan tetap beroperasi di jaringan Mastercard.

Batas Waktu 2026: Registrasi Kartu SIM Biometrik Wajib

Mengapa Goldman Sachs Angkat Kaki dari Apple Card?

Laporan mengenai keinginan Goldman Sachs mengakhiri kemitraan mereka sudah beredar sejak dua tahun lalu. Perusahaan investasi itu menghadapi kerugian besar dari lini produk perbankan konsumen, termasuk Apple Card. Mereka memutuskan untuk mengurangi eksposur di sektor tersebut.

Bahkan, Goldman Sachs harus menjual portofolio utang Apple Card yang bernilai sekitar $20 miliar. Penjualan ini dilakukan dengan diskon lebih dari $1 miliar. Para analis menilai langkah ini sebagai hal langka dalam perjanjian kartu kredit merek bersama.

Tantangan Kredit Macet dan Risiko Pembiayaan

Goldman Sachs menghadapi tingkat kredit macet (delinquency rates) yang jauh lebih tinggi dari rata-rata industri. Situasi ini membuat mereka kesulitan menjual portofolio utang tersebut. Sejumlah besar peminjam Apple Card ternyata adalah peminjam subprime. Risiko tinggi ini jelas mempersulit Goldman Sachs mencari pembeli yang mau mengambil alih operasional.

JPMorgan Chase menjadi yang terdepan dalam proses negosiasi ini. Minat mereka untuk mengambil alih Apple Card sudah dilaporkan sejak setahun lalu. Akhirnya, Chase berhasil memenangkan kesepakatan tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title