Xiaomi Siap Luncurkan Chip, OS & AI Sendiri pada 2026!

Xiaomi Siap Luncurkan Chip, OS & AI Sendiri pada 2026!
Sumber :
  • Xiaomi
  • Chipset buatan sendiri (seperti XRING O1)
  • Sistem operasi (OS) buatan sendiri (kemungkinan pengembangan dari HyperOS)
  • Model AI skala besar buatan sendiri (untuk asisten pintar, fotografi, otomasi, dll.)
Redmi Pad 2 Pro Resmi Rilis: Tablet 12 Inci, Baterai 12.000 mAh

Konvergensi ini, menurut Lei Jun, akan menciptakan pengalaman pengguna yang mulus, aman, dan sangat dioptimalkan karena setiap lapisan perangkat lunak dan keras dirancang untuk saling memahami secara mendalam.

“Ketika chip, OS, dan AI dikembangkan bersama dari awal, kita bisa mencapai efisiensi, keamanan, dan kecepatan yang tidak mungkin dicapai dengan komponen dari pihak ketiga,” ujar Lei Jun.

Mengupas Kelebihan Xiaomi 17 Ultra, Flagship Android Paling Lengkap Saat Ini

Ini adalah pendekatan yang mirip dengan Apple, tetapi dengan ambisi lebih luas: Xiaomi ingin menerapkannya tidak hanya di ponsel, tetapi juga di mobil listrik, perangkat rumah pintar, dan wearable bagian dari visi “people, car, and home” yang sedang dibangunnya.

Investasi Raksasa: Rp500 Triliun untuk Kemandirian Teknologi

Banyak Penggunanya, HP Xiaomi Ini Tak Dapat Update Mulai 2026!

Ambisi sebesar ini tentu membutuhkan dana luar biasa. Xiaomi mengungkap bahwa lima tahun lalu, perusahaan berkomitmen menggelontorkan 100 miliar yuan (sekitar Rp167 triliun) untuk R&D teknologi inti.

Faktanya? Mereka sudah menghabiskan 105 miliar yuan melebihi target awal.

Dan kini, Xiaomi mengumumkan fase kedua investasi:

200 miliar yuan tambahan (sekitar Rp334 triliun) dalam 5 tahun ke depan,
dengan fokus tajam pada chip, sistem operasi, dan AI.

Total investasi dalam satu dekade mendekati 300 miliar yuan (Rp500+ triliun) angka yang menunjukkan komitmen jangka panjang Xiaomi untuk tidak lagi menjadi “pengekor”, tapi pemimpin teknologi global.

Mengapa Ini Penting? Tantangan terhadap Hegemoni AS & Korea

Langkah Xiaomi memiliki implikasi geopolitik dan industri yang luas:

  • Mengurangi ketergantungan pada Android (Google) dan chipset Qualcomm
  • Memperkuat kedaulatan teknologi Tiongkok di tengah perang dagang dan sanksi AS
  • Menyaingi Huawei yang juga mengembangkan HarmonyOS dan Kirin chip
  • Menciptakan ekosistem tertutup yang kompetitif seperti Apple, tapi dengan skala lebih luas

Dengan Grand Convergence, Xiaomi tidak hanya ingin menjual ponsel ia ingin mengontrol seluruh pengalaman digital pengguna, dari perangkat di tangan hingga mobil di garasi dan lampu di rumah.

Halaman Selanjutnya
img_title