Terobosan Insinyur NASA: Propulsi Tanpa Bahan Bakar Lawan Gravitasi
- Istimewa
- Klaim mantan insinyur NASA, Charles Buhler, menemukan sistem dorong baru tanpa bahan bakar sama sekali.
- Teknologi ini berbasis gaya elektrostatik dan diklaim mampu melawan tarikan gravitasi Bumi.
- Penemuan ini menimbulkan keraguan besar karena bertentangan dengan hukum fisika Newton yang telah mapan.
- Para ilmuwan menekankan pentingnya pengujian independen yang ketat sebelum temuan ini diakui.
Dunia eksplorasi antariksa kini menghadapi klaim revolusioner sekaligus kontroversial. Seorang mantan insinyur NASA, Charles Buhler, mengumumkan penemuan sistem propulsi yang diklaim mampu menghasilkan dorongan tanpa memerlukan bahan bakar sama sekali.
Teknologi Propulsi Tanpa Bahan Bakar ini, jika terbukti sahih, berpotensi menulis ulang cara manusia melakukan perjalanan ke luar angkasa. Namun, mengapa temuan ini langsung memicu perdebatan sengit di kalangan akademisi?
Jawabannya sederhana: klaim Buhler secara fundamental menentang hukum fisika Newton yang telah mapan. Tanpa dorongan (aksi) ke belakang, seharusnya tidak mungkin sebuah objek bergerak maju (reaksi) di ruang hampa.
Mengapa Propulsi Tanpa Bahan Bakar Melanggar Hukum Fisika?
Secara tradisional, semua mesin pendorong di antariksa bekerja berdasarkan prinsip konservasi momentum. Roket mengeluarkan gas buang ke belakang, dan gaya yang tercipta mendorong roket ke depan. Inilah yang kita sebut sebagai gaya dorong.
Konsep mesin yang menghasilkan dorongan tanpa mengeluarkan massa, atau yang dikenal sebagai Propulsi Tanpa Bahan Bakar, dianggap mustahil. Konsep ini melanggar hukum ketiga Newton yang mengatur aksi dan reaksi.
Meskipun demikian, Buhler, yang kini menjadi pendiri Exodus Propulsion Technologies, yakin dia telah memecahkan tantangan fisika ini. Dia mempresentasikan penemuannya di Alternative Propulsion Energy Conference (APEC), sebuah forum teknologi non-konvensional.
Mekanisme Gaya Dorong Elektrostatik
Buhler mengklaim telah mengembangkan sistem pendorong yang memanfaatkan bidang elektrostatika—ilmu yang mempelajari muatan listrik diam. Sistem ini mampu menghasilkan gaya dorong berkelanjutan tanpa membuang massa fisik.
Menurut Buhler, timnya telah menciptakan "Gaya Baru." Dia menjelaskan bahwa medan listrik yang disusun dengan cara tertentu saja sudah dapat menghasilkan gaya yang membuat pusat massa suatu objek berpindah.
"Penemuan Gaya Baru ini sangat mendasar," ungkap Buhler. Medan listrik sendiri dapat menghasilkan gaya berkelanjutan pada objek dan memungkinkan translasi pusat massa tanpa mengeluarkan massa.
Awalnya, dorongan yang dihasilkan sangat kecil. Namun, setelah puluhan tahun penelitian, Buhler mengklaim pada tahun 2023 dorongan tersebut akhirnya cukup kuat. Sistem tersebut bahkan mampu mengatasi tarikan Gravitasi Bumi dalam pengujian terbarunya. Perlu digarisbawahi, proyek ini tidak terkait langsung dengan NASA saat ini.
Bayang-Bayang EmDrive: Sejarah Keraguan Ilmiah
Meskipun klaim Propulsi Tanpa Bahan Bakar sangat menarik, komunitas sains menyambutnya dengan skeptisisme tinggi. Sejarah teknologi propulsi non-konvensional dipenuhi oleh klaim yang gagal diverifikasi.
Kasus paling terkenal adalah EmDrive, mesin yang diperkenalkan pada awal tahun 2000-an. Mesin ini sempat menghebohkan dunia, karena diklaim mampu menghasilkan dorongan hanya dengan memantulkan gelombang mikro di dalam rongga.
Namun, uji coba mendalam oleh berbagai lembaga, termasuk universitas-universitas ternama di Jerman, akhirnya membuktikan bahwa EmDrive tidak menghasilkan dorongan terukur sama sekali. Kegagalan EmDrive ini menjadi preseden buruk bagi teknologi sejenis.
Prosedur Verifikasi dan Dampak Jangka Panjang Propulsi
Oleh karena itu, para ilmuwan menekankan satu hal krusial: kebutuhan untuk Pengujian Independen. Klaim sebesar ini yang berpotensi melanggar hukum fisika dasar memerlukan validasi ketat dari pihak luar.
Standar ilmiah menuntut bahwa temuan harus dapat direplikasi berulang kali oleh peneliti netral, menggunakan metodologi yang transparan dan akurat. Tanpa pembuktian tersebut, klaim Propulsi Tanpa Bahan Bakar oleh mantan Insinyur NASA ini belum dapat diterima sebagai terobosan nyata dalam eksplorasi antariksa.
Jika klaim Buhler terbukti benar, hal itu akan membuka era baru perjalanan antariksa. Kita dapat mencapai Mars atau planet luar lainnya jauh lebih cepat dan dengan biaya yang jauh lebih efisien, mengubah peta jalan eksplorasi manusia selamanya.