Baru 16% yang Pakai iOS 26-Desain “Liquid Glass” Bikin Pengguna Kabur?

Baru 16% yang Pakai iOS 26-Desain “Liquid Glass” Bikin Pengguna Kabur?
Sumber :
  • Apple

Gadget – Empat bulan setelah peluncurannya, iOS 26 justru mengalami salah satu tingkat adopsi terendah dalam sejarah sistem operasi Apple. Berdasarkan data dari Statcounter per akhir Desember 2025, hanya sekitar 16% pengguna iPhone aktif di seluruh dunia yang telah memperbarui perangkat mereka ke iOS 26 angka yang jauh di bawah rata-rata generasi iOS sebelumnya.

Batal $599? Harga MacBook Murah Apple Diprediksi Melambung

Sebagai perbandingan, pada periode yang sama empat bulan pasca-rilis:

  • iOS 18 telah digunakan oleh lebih dari 60% pengguna
  • iOS 17 mencapai 54%
  • iOS 16 bahkan menyentuh 62%
Harga RAM LPDDR5X Samsung Naik 100%, Apple Terpaksa Setuju?

Fakta ini menimbulkan pertanyaan besar: Apa yang salah dengan iOS 26? Mengapa jutaan pengguna iPhone memilih bertahan di iOS 18 bahkan hingga versi minor seperti 18.7 dan 18.6 daripada beralih ke sistem operasi terbaru Apple?

Artikel ini mengupas tuntas penyebab rendahnya adopsi iOS 26, mulai dari desain kontroversial Liquid Glass, isu daya tahan baterai, hingga kebijakan Apple yang dinilai terlambat memberikan rekomendasi pembaruan.

Keamanan iPhone Diakui NATO untuk Kelola Data Rahasia Negara

Data Adopsi iOS 26: Angka yang Mengejutkan

Menurut laporan Statcounter, distribusi penggunaan iOS 26 per akhir Desember 2025 adalah sebagai berikut:

  • iOS 26.1: 10,6%
  • iOS 26.2: 4,6%
  • iOS 26.0: hanya 1,1%

Total: 16,3%

Sementara itu, iOS 18 masih mendominasi dengan pangsa pasar lebih dari 64%, terdiri dari:

  • iOS 18.7: 33,8%
  • iOS 18.6: 25,2%
  • iOS 18.5: 5,6%

Perlu dicatat bahwa Apple tidak pernah merilis data resmi adopsi iOS, sehingga angka-angka ini berasal dari pihak ketiga. Namun, metodologi Statcounter yang mengukur berdasarkan web impressions dari browser Safari di seluruh dunia dianggap cukup representatif untuk gambaran global.

Ada juga laporan dari TelemetryDeck, platform analitik berbasis SDK aplikasi, yang mengklaim 60% pengguna sudah beralih ke iOS 26. Namun, perbedaan signifikan ini kemungkinan besar disebabkan oleh bias sampel: TelemetryDeck cenderung mengukur pengguna aplikasi modern yang lebih cepat mengadopsi pembaruan, sedangkan Statcounter mencakup seluruh pengguna internet, termasuk yang jarang meng-update perangkat.

Dengan demikian, angka 16% dari Statcounter dianggap lebih realistis untuk menggambarkan perilaku pengguna umum.

Penyebab Utama: Desain “Liquid Glass” yang Kontroversial

Salah satu perubahan paling mencolok di iOS 26 adalah pengenalan desain antarmuka baru bernama “Liquid Glass”. Apple menggambarkannya sebagai tampilan yang transparan, reflektif, dengan sudut membulat dan efek kedalaman visual menyerupai kaca cair.

Namun, respons pengguna terbelah:

  • Penggemar desain memuji estetika futuristik dan kesan premium
  • Banyak pengguna biasa justru mengeluh bahwa tampilan tersebut mengganggu keterbacaan, terutama di bawah sinar matahari atau pada layar kecil

Beberapa pengguna melaporkan bahwa ikon dan teks menjadi “terbenam” dalam latar belakang transparan, sehingga sulit dibedakan. Yang lebih parah, desain ini meningkatkan beban GPU, yang berdampak pada performa perangkat lama.

Di forum online seperti Reddit dan MacRumors, tagar #BringBackFlatUI sempat viral, menunjukkan ketidakpuasan terhadap arah desain Apple yang dianggap “lebih fokus pada gaya daripada fungsi”.

Masalah Teknis: Baterai Cepat Habis dan Keyboard Error

Selain desain, dua isu teknis utama turut mendorong pengguna menunda pembaruan:

1. Penurunan Daya Tahan Baterai
Apple sendiri sempat mengeluarkan peringatan internal bahwa iOS 26 dapat menyebabkan penurunan signifikan pada masa pakai baterai, terutama pada model iPhone XR, iPhone 11, dan SE (generasi ke-2). Meski Apple merilis perbaikan di iOS 26.1 dan 26.2, banyak pengguna memilih tidak ambil risiko apalagi jika perangkat mereka sudah berusia 3–4 tahun.

2. Bug Keyboard yang Bikin Typo
Laporan luas dari pengguna iOS 26 mengungkap bug pada keyboard bawaan, di mana karakter tertentu sering tertukar atau tidak muncul saat mengetik cepat. Masalah ini sangat mengganggu, terutama bagi profesional yang mengandalkan pesan instan atau email. Apple baru memperbaiki bug ini di iOS 26.2, yang dirilis hampir tiga bulan setelah iOS 26 awal.

Kebijakan Apple yang Terlambat: “Recommended Update” Baru Muncul Akhir November

Biasanya, Apple menandai pembaruan iOS sebagai “Recommended Update” di pengaturan perangkat dalam waktu 2–4 minggu setelah rilis stabil. Namun, untuk iOS 26, label ini baru muncul pada akhir November 2025 lebih dari dua bulan setelah peluncuran resmi pada Agustus 2025.

Menurut sumber dari 9to5Mac, keterlambatan ini disengaja karena Apple ingin memastikan stabilitas sistem setelah menerima laporan bug awal. Namun, konsekuensinya jelas: pengguna yang mengandalkan notifikasi sistem untuk memutuskan update jadi menunda proses tersebut.

Bagi banyak orang, “Recommended Update” adalah sinyal kepercayaan bahwa pembaruan aman untuk diinstal. Tanpa label itu, mereka memilih menunggu dan akhirnya tetap nyaman di iOS 18.

Apple Tutup Pintu Downgrade: Risiko yang Tak Bisa Dikembalikan

Sejak iOS 26, Apple secara permanen menonaktifkan kemampuan downgrade ke iOS 18. Artinya, begitu pengguna memperbarui, mereka tidak bisa kembali meskipun menyesal karena baterai cepat habis atau antarmuka tidak nyaman.

Kebijakan ini memperkuat kehati-hatian pengguna. “Kalau update dan ternyata buruk, saya terjebak,” tulis seorang pengguna di forum Apple Support. Mentalitas ini semakin meluas di kalangan pengguna non-teknis yang tidak ingin “bermain-main” dengan sistem operasi utama mereka.

Perbandingan dengan Windows: Fenomena Serupa di Dunia PC

Menariknya, pola yang sama terjadi di ekosistem Microsoft. Banyak pengguna PC masih memilih Windows 10 daripada Windows 11, meski Microsoft telah menghentikan dukungan penuh untuk OS lama tersebut. Alasannya mirip: perubahan UI yang tidak intuitif, kompatibilitas perangkat keras, dan stabilitas sistem.

Ini menunjukkan bahwa pengguna modern semakin selektif terhadap pembaruan besar, terutama jika manfaatnya tidak langsung terasa atau justru membawa risiko gangguan harian.

Apa yang Harus Dilakukan Pengguna Sekarang?

Jika Anda masih menggunakan iOS 18 dan ragu untuk update, pertimbangkan hal berikut:

  • Periksa kompatibilitas perangkat: iPhone 12 ke atas cenderung lebih optimal di iOS 26
  • Tunggu iOS 26.3: diperkirakan rilis Januari 2026 dengan perbaikan tambahan
  • Backup data: selalu lakukan sebelum update, meski Apple menutup pintu downgrade
  • Coba di perangkat sekunder dulu: jika punya iPad atau iPhone cadangan

Namun, jika Anda puas dengan iOS 18 dan perangkat masih berjalan lancar, tidak ada salahnya menunda update selama Apple masih memberikan patch keamanan untuk versi tersebut (yang kemungkinan besar akan berlanjut hingga pertengahan 2026).

Kesimpulan: iOS 26 Terlalu Ambisius, Terlalu Cepat?

iOS 26 adalah contoh klasik bagaimana inovasi desain yang radikal bisa bertabrakan dengan kebutuhan pengguna sehari-hari. Apple mungkin ingin menunjukkan visi masa depan dengan Liquid Glass, tetapi lupa bahwa jutaan pengguna mengutamakan keandalan, keterbacaan, dan efisiensi baterai bukan sekadar tampilan futuristik.

Rendahnya adopsi iOS 26 bukan hanya soal bug atau baterai tapi cerminan ketidaksesuaian antara ambisi Apple dan ekspektasi pengguna. Jika tren ini berlanjut, Apple mungkin perlu mengkaji ulang pendekatan desainnya di iOS 27: lebih sedikit drama visual, lebih banyak substansi fungsional.

Untuk saat ini, iOS 18 tetap menjadi pilihan bijak dan Apple, untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, harus mengakui bahwa tidak semua pembaruan disambut dengan antusiasme.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget