17,5 Juta Akun Terancam! Kebocoran Data Instagram Massal
- Istimewa
Anggri membagikan kondisi tersebut melalui Instagram Story. Seketika, tujuh temannya mengirim pesan langsung (DM). Mereka semua mengaku mengalami kejadian serupa. Ini menunjukkan lonjakan notifikasi yang terkoordinasi dan meluas.
Masalah serupa dialami oleh pengguna IG lain, Denis, yang juga menerima email untuk mengubah password. Anggri dan Denis mengambil langkah serupa: mereka memilih mengabaikan pesan tersebut. Mereka khawatir permintaan itu merupakan upaya scam yang justru membahayakan keamanan data mereka. Meta, sebagai induk perusahaan Instagram, hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan kebocoran data Instagram ini.
Mencegah Serangan Phishing Pasca Kebocoran Data Instagram
Mengingat tingginya risiko penyalahgunaan data, pengguna wajib mengambil tindakan pencegahan segera. Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja, memberikan saran penting untuk melindungi akun.
Jika pengguna ingin melakukan pengkinian kata sandi, mereka harus melakukannya langsung di aplikasi Instagram yang sudah terdaftar di perangkat masing-masing. Metode ini terverifikasi dan aman.
Ardi Sutedja mengimbau pengguna IG agar tidak pernah mengklik tautan yang disebar melalui email atau Direct Message (DM). Saat ini, memverifikasi kebenaran email yang masuk sangat sulit. Pengguna berisiko terjebak dalam jebakan phishing meskipun surel terlihat berasal dari akun resmi Instagram.
Strategi Perlindungan Akun Jangka Panjang
Insiden kebocoran data Instagram ini menegaskan urgensi pengguna untuk meningkatkan keamanan digital secara proaktif. Langkah cepat mengganti kata sandi di dalam aplikasi dan mengaktifkan otentikasi dua faktor menjadi benteng pertahanan utama. Ancaman penyalahgunaan data di dark web terus mengintai. Kewaspadaan penuh dari seluruh komunitas Instagram harus ditingkatkan untuk mencegah kerugian finansial atau pencurian identitas di masa depan.