Ancaman Siber Naik 132%, Kaspersky Perkuat Fokus di Asia Pasifik
- Istimewa
- Kaspersky mendeteksi 500.000 file berbahaya setiap hari dengan kenaikan 7% per tahun.
- Pencurian kata sandi (password stealer) di wilayah Asia Pasifik melonjak drastis hingga 132%.
- Indonesia, Vietnam, dan China menjadi fokus strategis utama Kaspersky untuk tahun 2025.
Raksasa teknologi keamanan global, Kaspersky, kini memperkuat fokus strategisnya untuk mengamankan wilayah Asia Pasifik (APAC). Langkah ini merupakan respons terhadap ledakan ancaman siber dan cepatnya laju transformasi digital di kawasan tersebut.
Perusahaan terus meningkatkan standar transparansi guna melindungi pengguna individu hingga lembaga pemerintahan. Saat ini, Kaspersky telah mengamankan infrastruktur di lebih dari 200 negara dengan portofolio solusi keamanan siber yang sangat luas.
Strategi Pertumbuhan Kaspersky di Pasar Prioritas 2025
Asia Pasifik kini muncul sebagai wilayah dengan pertumbuhan tercepat bagi Kaspersky pada tahun 2025. Perusahaan memberikan perhatian khusus pada pasar potensial seperti Indonesia, India, Vietnam, dan China.
Hal ini terjadi seiring dengan percepatan adopsi teknologi digital oleh organisasi di wilayah tersebut. Kaspersky menghadirkan pendekatan keamanan berbasis intelijen yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan unik setiap sektor bisnis.
Inna Nazarova, Wakil Presiden Penjualan Korporat Internasional Kaspersky, menekankan bahwa melayani pelanggan internasional di APAC adalah prioritas utama. Ia menyatakan bahwa solusi mereka dirancang agar organisasi bisa tetap fokus pada bisnis inti mereka.
Komitmen Perlindungan Tangguh Lewat Intelijen Global
Nazarova menambahkan bahwa kombinasi pengalaman global dan intelijen ancaman menjadi modal utama mereka. Kaspersky bersama para mitra berupaya menyediakan perlindungan yang komprehensif serta tangguh menghadapi berbagai serangan.
Saat ini, perusahaan memiliki lebih dari 3.500 mitra di seluruh wilayah Asia Pasifik. Kehadiran fisik lewat kantor perwakilan di berbagai negara memastikan dukungan teknis yang lebih responsif dan tepat sasaran.
Lonjakan Drastis Ancaman Siber di Wilayah Asia Pasifik
Memasuki tahun 2026, urgensi terhadap keamanan siber semakin meningkat karena tiga faktor krusial. Faktor tersebut mencakup pertumbuhan ancaman, dampak digitalisasi pada bisnis, hingga fragmentasi geopolitik yang memengaruhi kepercayaan vendor.
Data internal Kaspersky mencatat fakta yang mengkhawatirkan sepanjang tahun 2025. Sistem deteksi mereka menemukan sekitar setengah juta file berbahaya setiap hari, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya.