ROG Kithara: Headset Gaming Audiophile Planar Magnetic Pertama
- Istimewa
Inovasi Mikrofon MEMS dan Konektivitas Fleksibel
Asus tidak melupakan aspek komunikasi dalam game. ROG Kithara Headset dilengkapi mikrofon boom berbasis MEMS full-band yang terintegrasi pada kabel. Mikrofon ini memiliki rentang frekuensi ultrawide 20Hz–20kHz. Frekuensi seluas itu menjamin penangkapan suara menjadi lebih jernih dan natural. Tingkat kebisingan latar belakang juga diminimalkan agar komunikasi tetap kristal jelas, bahkan dalam lingkungan yang bising.
Asus juga menerapkan solusi teknis cerdas pada kabelnya. Mereka memisahkan jalur sinyal audio dan sinyal mikrofon. Praktik ini secara efektif mengurangi risiko crosstalk yang sering terjadi pada perangkat analog. Dari sisi konektivitas, ROG Kithara sangat fleksibel. Pengguna dapat memilih konektor 4,4 mm balanced serta konektor 3,5 mm dan 6,3 mm single-ended. Konfigurasi kabel yang mudah dilepas-pasang ini membuatnya kompatibel dengan berbagai perangkat, mulai dari DAC eksternal, PC, konsol game, hingga perangkat seluler. Adaptor USB-C ke dual 3,5 mm bahkan tersedia untuk pengguna laptop dan ponsel, menjadikan headset ini solusi audio tunggal untuk segala skenario.
Analisis Dampak Teknologi Planar Magnetic di Pasar Gaming
Secara teknis, teknologi driver planar magnetic pada ROG Kithara menawarkan superioritas audio. Respons frekuensinya mencakup 8Hz hingga 55kHz. Angka ini jauh melebihi jangkauan headset gaming dinamis standar.
Berbeda dengan driver dinamis yang rentan resonansi, driver planar magnetic bekerja melalui pergerakan membran yang serempak. Pergerakan ini memastikan output suara yang lebih bersih, minim distorsi, dan jauh lebih akurat. Asus bahkan mengklaim telah melakukan proses pencocokan driver kiri dan kanan untuk memastikan keseimbangan sempurna. Pengenalan ROG Kithara Headset ini menandai babak baru. ASUS ROG kini menantang standar industri, memaksa produsen headset gaming lain untuk segera mempertimbangkan integrasi teknologi high-fidelity guna memenuhi tuntutan gamer modern yang semakin kritis terhadap kualitas audio.