Samsung Galaxy Z TriFold Rp57 Juta! Intip Deretan HP Terbaik di CES 2026
- Samsung
Gadget – Meski Consumer Electronics Show (CES) 2026 tidak sepenuhnya berfokus pada smartphone, gelaran teknologi tahunan di Las Vegas ini tetap menjadi panggung bagi sejumlah perangkat mobile paling ambisius dan unik sepanjang dekade. Dari desain lipat tiga lapis ala Samsung hingga ponsel dengan keyboard fisik ala BlackBerry, CES 2026 membuktikan bahwa industri ponsel masih penuh ide segar bahkan di tengah perlambatan pasar global.
Artikel ini merangkum lima ponsel terbaik yang mencuri perhatian di CES 2026, lengkap dengan spesifikasi, fitur revolusioner, harga, dan filosofi desain di balik masing-masing perangkat. Simak bagaimana merek-merek besar dan pemain baru sama-sama menantang batas konvensional smartphone modern.
1. Samsung Galaxy Z TriFold: Revolusi Foldable dengan Tiga Lipatan
Tak ada yang lebih menghebohkan CES 2026 daripada kehadiran Samsung Galaxy Z TriFold perangkat pertama di dunia yang menggabungkan tiga sisi lipat dalam satu bodi. Saat dibuka penuh, layar internalnya membesar menjadi 10 inci, menjadikannya ideal untuk multitasking, menonton film, atau presentasi bisnis. Namun, saat dilipat, ukurannya tetap cukup ringkas untuk masuk ke saku.
Spesifikasi Utama:
- Chipset: Qualcomm Snapdragon 8 Gen 5
- Kamera utama: 200 MP (resolusi tertinggi di kelas flagship 2026)
- Harga: 3,59 juta won Korea (~Rp37 juta / $3.700)
- Ketersediaan: Awalnya di Korea Selatan, ekspansi global menyusul
Galaxy Z TriFold bukan sekadar gimmick ia adalah pernyataan Samsung bahwa masa depan produktivitas mobile ada di layar besar yang portabel. Dengan performa kelas atas dan kamera ultra-resolusi, perangkat ini ditujukan untuk profesional kreatif dan eksekutif yang butuh “PC dalam genggaman”.
2. Motorola Razr Fold: Lipat Buku dengan Stylus & Kamera Triple 50MP
Motorola kembali menegaskan komitmennya pada foldable dengan Razr Fold, evolusi dari seri Razr ikonik era 2000-an. Namun kali ini, desainnya lebih futuristik: layar internal 8,1 inci dan layar eksternal 6,6 inci memberikan fleksibilitas tinggi antara mode kompak dan mode tablet.
Yang membuat Razr Fold unik adalah dukungan stylus aktif, sesuatu yang jarang ditemukan di ponsel lipat. Fitur ini ditujukan untuk pengguna yang sering mencatat, menggambar, atau menandatangani dokumen digital.
Fitur Unggulan:
- Kamera: Triple 50 MP (wide, ultrawide, telephoto)
- Desain: Homage ke Razr V3, tapi dengan material premium modern
- Target pengguna: Profesional mobile & kreator konten
Razr Fold membuktikan bahwa Motorola tidak hanya mengandalkan nostalgia tapi juga menggabungkan utilitas nyata dengan estetika klasik.
3. Motorola Signature: Flagship Performa Tanpa Komplikasi
Selain foldable, Motorola juga meluncurkan Signature, flagship konvensional yang fokus pada performa murni dan tampilan visual spektakuler.
Dengan layar 6,8 inci Extreme AMOLED (resolusi QHD+, refresh rate 144 Hz) dan chipset Snapdragon 8 Gen 5, Signature dirancang untuk gamer, streamer, dan pengguna yang mengutamakan kecepatan.
Harga & Pasar:
- €999 (~$1.170 / Rp18 juta)
- Peluncuran awal: Eropa
Meski tidak memiliki fitur eksotis seperti lipat atau satelit, Signature menawarkan pengalaman flagship yang solid dan andal sebuah alternatif bagi mereka yang ingin performa tanpa risiko desain eksperimental.
4. TCL Nxtpaper 70 Pro: Layar Ramah Mata dengan AI Google
Di tengah dominasi layar glossy OLED, TCL hadir dengan pendekatan berbeda lewat Nxtpaper 70 Pro. Mengusung teknologi layar matte anti-silau yang menyerupai kertas, ponsel ini dirancang untuk mengurangi kelelahan mata selama penggunaan berkepanjangan ideal untuk pelajar, penulis, atau pekerja remote.
Perangkat ini juga menjadi salah satu ponsel pertama yang mendukung Google Gemini AI secara native, memungkinkan asisten cerdas untuk membantu menulis, meringkas, dan mengelola tugas harian.
Spesifikasi & Harga:
- Penyimpanan: 256 GB
- Harga: €339 (~$400 / Rp6,3 juta)
- Segmentasi: Mid-range premium
Dengan harga terjangkau dan proposisi nilai unik, Nxtpaper 70 Pro membuktikan bahwa inovasi tak harus mahal.
5. Infinix Note 60: Panggilan HD via Satelit, Pertama di Kelasnya
Infinix mencuri perhatian dengan Note 60 series, yang menawarkan fitur yang biasanya hanya ada di ponsel premium: konektivitas satelit global untuk panggilan dan pesan HD. Artinya, pengguna bisa tetap terhubung meski berada di gunung, laut, atau daerah terpencil tanpa sinyal seluler.
Fitur lain yang menarik:
- HydroFlow liquid cooling: pendinginan cair untuk gaming intensif
- ModuVerse: sistem aksesori modular (seperti lensa kamera eksternal atau baterai tambahan)
Meski harga resmi belum diumumkan, Infinix diperkirakan akan memasarkannya di kisaran $300–$400, menjadikannya ponsel satelit termurah di dunia.
Bonus: Clicks Communicator – Nostalgia BlackBerry di Era Android 16
Salah satu kejutan terbesar CES 2026 adalah Clicks Communicator, ponsel dengan keyboard QWERTY fisik penuh yang langsung mengingatkan pada era kejayaan BlackBerry.
Dirancang untuk pecinta input taktil dan komunikasi fokus, perangkat ini menolak tren “layar tak berujung” dan malah menawarkan:
- Layar AMOLED 4,03 inci
- Android 16 dengan dukungan WhatsApp, Telegram, Signal
- Kamera 50 MP, baterai 4.000 mAh, jack audio 3,5 mm
- Penyimpanan: 256 GB + microSD hingga 2 TB
Harga:
- $499 (retail)
- $399 (harga pre-order)
Clicks Communicator bukan untuk semua orang tapi bagi jurnalis, penulis, atau profesional yang menghindari distraksi media sosial, ini adalah alternatif revolusioner yang menyegarkan.
Apa yang Diungkapkan oleh CES 2026 tentang Masa Depan Smartphone?
Kelima ponsel ini menunjukkan tiga tren besar di industri mobile 2026:
- Diversifikasi Form Factor: Tidak semua inovasi harus berupa layar lebih besar. Lipat tiga, keyboard fisik, dan layar kertas membuktikan bahwa desain smartphone sedang bereksperimen ulang.
- Konektivitas Ekstrem: Satelit bukan lagi eksklusif untuk iPhone atau Huawei. Kini, bahkan merek seperti Infinix membawanya ke segmen menengah.
- Produktivitas vs Hiburan: Ada perpecahan jelas antara ponsel untuk scrolling (flagship biasa) dan ponsel untuk bekerja (stylus, keyboard, layar ramah mata).
Kesimpulan: Inovasi Tak Lagi Monopoli Raksasa
CES 2026 membuktikan bahwa inovasi smartphone kini datang dari berbagai arah bukan hanya Apple, Samsung, atau Google. Perusahaan seperti TCL, Infinix, dan bahkan startup seperti Clicks mampu menawarkan solusi yang lebih spesifik, lebih manusiawi, dan kadang lebih berani.
Bagi konsumen, ini kabar baik: masa depan ponsel tidak lagi seragam. Anda bisa memilih antara layar 10 inci yang bisa dilipat, panggilan dari puncak gunung, atau kembali mengetik dengan tombol fisik yang memuaskan.
Satu hal pasti: smartphone 2026 bukan hanya tentang spesifikasi tapi tentang identitas penggunanya.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |