Tak Perlu Lagi Ganti Kacamata! IXI Hadirkan Lensa yang Fokus Sendiri Sesuai Mata Anda

Tak Perlu Lagi Ganti Kacamata! IXI Hadirkan Lensa yang Fokus Sendiri Sesuai Mata Anda
Sumber :
  • engadget

Gadget – Di tengah hiruk-pikuk pameran teknologi seperti CES yang dipenuhi smartglasses futuristik dengan layar AR, sensor gerak, dan asisten AI, sebuah startup asal Finlandia justru menawarkan solusi yang sederhana, elegan, namun revolusioner: kacamata yang bisa mengatur fokusnya sendiri tanpa kamera, tanpa layar, dan tanpa mengorbankan estetika.

Samsung Siapkan Kacamata XR Baru, Ini Detail yang Mulai Terkuak

Perusahaan bernama IXI memperkenalkan prototipe kacamata autofokus yang dirancang khusus untuk mengatasi presbiopi kondisi penurunan kemampuan fokus pada objek dekat yang umum terjadi seiring penuaan, biasanya mulai muncul di usia 40–45 tahun. Alih-alih mengandalkan lensa bifokal atau progresif yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu, IXI membawa pendekatan modern: lensa yang secara otomatis menyesuaikan fokus berdasarkan arah pandang pengguna.

Artikel ini mengupas tuntas teknologi di balik kacamata IXI, keunggulan desainnya, cara kerja sistem pelacakan mata tanpa kamera, serta dampaknya bagi jutaan orang yang hidup dengan rabun usia.

Scan Retina, Teknologi Masa Depan untuk Keamanan dan Diagnosis

Presbiopi dan Keterbatasan Lensa Konvensional

Presbiopi bukanlah penyakit, melainkan bagian alami dari penuaan. Seiring waktu, lensa alami mata kehilangan elastisitas, sehingga sulit menyesuaikan fokus antara objek jauh dan dekat. Solusi selama ini hanya dua:

Prakiraan Cuaca BMKG DKI Jakarta Hari Ini Selasa, 13 Januari 2026
  • Kacamata baca (untuk dekat saja)
  • Lensa bifokal/progresif (dua atau lebih zona fokus dalam satu lensa)

Namun, kedua opsi ini punya kekurangan. Lensa bifokal sering menyebabkan distorsi visual, pusing, atau masa adaptasi panjang. Sementara itu, pengguna harus terus-menerus menggerakkan kepala untuk “mencari” zona fokus yang tepat tidak alami dan tidak nyaman.

IXI hadir untuk mengubah paradigma ini: mengapa tidak membuat lensa yang bekerja seperti mata muda?

Teknologi Lensa Liquid Crystal: Fokus Dinamis Tanpa Gerakan Mekanis

Inti inovasi IXI terletak pada lensa berbasis liquid crystal yang dapat mengubah daya refraksi (kekuatan fokus) secara elektronik. Saat pengguna melihat objek dekat misalnya saat membaca buku lensa secara instan menyesuaikan kelengkungan optiknya untuk memberikan fokus tajam. Begitu pandangan beralih ke objek jauh, lensa kembali ke mode jarak jauh.

Yang menakjubkan: seluruh proses ini terjadi dalam hitungan milidetik, tanpa suara, tanpa getaran, dan tanpa komponen bergerak. Ini bukan lensa motorik melainkan optik cair yang dikendalikan listrik, menjadikannya sangat andal dan minim risiko kerusakan mekanis.

Pelacakan Mata Tanpa Kamera: Rahasia di Balik Akurasi Fokus

Salah satu kekhawatiran utama dalam teknologi pelacakan mata adalah privasi. Banyak sistem menggunakan kamera mini yang merekam gerakan bola mata berpotensi menimbulkan isu keamanan data.

IXI menghindari masalah ini dengan pendekatan brilian: menggunakan LED dan photodiode inframerah berdaya rendah yang dipasang di frame kacamata. Sistem ini memantau:

  • Konvergensi mata (seberapa dekat kedua mata saling mendekat saat melihat objek dekat)
    Gerakan relatif pupil

Dengan data ini, algoritma onboard dapat memperkirakan jarak fokus yang dibutuhkan tanpa pernah "melihat" wajah pengguna. Konsumsi dayanya pun sangat efisien hanya 4 milliwatt, setara dengan sepersepuluh daya earbud nirkabel.

Desain yang Tetap Terlihat Seperti Kacamata Biasa

Banyak smartglasses gagal diterima karena terlihat "aneh" atau terlalu futuristik. IXI belajar dari kesalahan itu.

Prototipe kacamata IXI terlihat persis seperti kacamata resep premium:

  • Frame ramping dengan elektronik tersembunyi di bagian depan dan engsel
  • Lensa sangat tipis, kompatibel dengan resep optik apa pun
  • Bisa dikombinasikan dengan koreksi astigmatisme, miopia, atau hipermetropia

Bobotnya pun nyaris identik dengan kacamata konvensional, berkat miniaturisasi baterai lithium-tipis yang tertanam di tangkai. Baterai ini diklaim tahan seharian penuh dan yang paling penting: saat daya habis, kacamata tetap berfungsi sebagai kacamata normal dengan fokus tetap (biasanya disetel ke jarak menengah).

Ini adalah fitur krusial: tidak ada risiko "buta teknologi" jika lupa mengisi daya.

Kolaborasi dengan Optiswiss dan Rencana Peluncuran Global

IXI tidak bekerja sendirian. Startup ini telah menjalin kemitraan strategis dengan Optiswiss, produsen lensa presisi asal Swiss yang dikenal di kalangan optometri Eropa. Kolaborasi ini memastikan bahwa lensa IXI memenuhi standar medis tertinggi dan dapat dipasangkan dengan resep dokter mata di seluruh dunia.

Saat ini, IXI sedang menjalani proses sertifikasi medis di Uni Eropa dan Amerika Serikat. Jika semuanya berjalan lancar, produk komersial pertama akan diluncurkan pada tahun 2026 sebagai kacamata premium dengan harga yang bersaing di segmen high-end.

Dampak Sosial dan Potensi Pasar

Lebih dari 1,8 miliar orang di dunia menderita presbiopi angka yang diproyeksikan mencapai 2,1 miliar pada 2030. Di Indonesia saja, diperkirakan lebih dari 40 juta orang di atas 45 tahun membutuhkan kacamata baca atau progresif.

Jika IXI berhasil memproduksi massal dengan harga terjangkau, teknologi ini bisa mengubah kualitas hidup jutaan lansia, pekerja kantoran, dan profesional yang menghabiskan waktu berjam-jam membaca dokumen atau layar digital.

Bayangkan: seorang guru bisa beralih instan dari papan tulis ke buku catatan murid. Seorang insinyur bisa melihat blueprint di meja lalu langsung memeriksa mesin di lantai pabrik semua tanpa ganti kacamata atau merasa pusing.

Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Gadget Ini Revolusi Optik

IXI tidak sekadar meluncurkan produk. Ia menawarkan paradigma baru dalam perawatan penglihatan: teknologi yang tidak mengganggu, tidak mencolok, namun bekerja secara diam-diam untuk mengembalikan pengalaman visual yang alami.

Dalam dunia yang terobsesi dengan layar dan realitas tertambah, IXI justru unggul karena tidak menambah apa pun melainkan mengembalikan apa yang hilang.

Dan itulah esensi inovasi sejati: tidak membuat sesuatu yang lebih rumit, tapi membuat sesuatu yang lebih manusiawi.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget