Snapdragon X2 Plus Keok? Skor Benchmark Kalah Telak dari Apple M4

Snapdragon X2 Plus Keok? Skor Benchmark Kalah Telak dari Apple M4
Sumber :
  • Istimewa

ROG Flow Z13-KJP Hadir: 128GB RAM, Ryzen AI Max+, dan Desain Yoji Shinkawa!
  • Qualcomm meluncurkan Snapdragon X2 Plus sebagai opsi lebih terjangkau untuk laptop Windows.
  • Chip ini secara mengejutkan gagal mengungguli Apple M4, prosesor yang lebih tua dari Apple Silicon.
  • Apple M4 mencatat keunggulan signifikan, melampaui Snapdragon X2 Plus hingga 30% dalam pengujian rendering grafis dan CPU tertentu.
  • Notebook yang ditenagai Snapdragon X2 Plus baru akan tersedia di pasaran pada kuartal kedua mendatang.

ASUS TUF A14 2026: Gaming Portabel dengan RTX 5060 & Tahan Banting Militer!

Qualcomm baru saja memperkenalkan Snapdragon X2 Plus di panggung CES 2026. Chipset ini menjadi anggota termuda di keluarga X2, mendampingi X2 Elite dan X2 Elite Extreme. Tujuan utama peluncuran X2 Plus adalah menggerakkan notebook Windows kelas menengah dan menantang dominasi Apple Silicon.

Namun demikian, laporan terbaru menunjukkan Qualcomm kembali menelan kekalahan pahit. Hasil uji benchmark sintetis mengungkapkan bahwa Snapdragon X2 Plus tertinggal jauh di belakang performa Apple M4, chip yang dirilis pada tahun 2024. Persaingan ini semakin ketat, tetapi Apple masih mempertahankan keunggulan performanya.

Legion Go 2 Resmi Hadir: Handheld Gaming 8,8 Inci dengan SteamOS & Ryzen Z2 Extreme

Detail Perbandingan Performa CPU Berdasarkan Geekbench dan Cinebench

PCMAG melakukan serangkaian pengujian sintetis untuk membandingkan kinerja kedua chip andal ini. Tes utama berfokus pada kekuatan komputasi CPU, menggunakan Geekbench 6 dan Cinebench 2024. Data menunjukkan bahwa Apple M4 masih memiliki kinerja yang jauh lebih kuat di beberapa area penting.

Keunggulan Performa Single-Core

Pada pengujian Geekbench 6, yang mengukur performa inti tunggal, Apple M4 menunjukkan dominasi signifikan. M4 mencatat skor 3.859, sedangkan Snapdragon X2 Plus hanya meraih 3.311. Ini berarti M4 unggul hingga 16,55% dalam kinerja single-core.

Selain itu, skenario serupa terjadi pada Cinebench 2024. Apple M4 mencetak skor 173, melampaui X2 Plus yang hanya 133. Secara persentase, M4 memimpin sebesar 30,08% dalam kinerja inti tunggal. Kekuatan single-core ini sangat penting untuk responsivitas sistem dan aplikasi sehari-hari.

Hasil Multi-Core yang Tipis

Menariknya, persaingan menjadi sangat ketat saat beralih ke beban kerja multi-core. Di Geekbench 6, M4 sedikit unggul (15.093 berbanding 14.940). Keunggulan M4 hanya 1,02%.

Sebaliknya, Snapdragon X2 Plus justru berhasil membalikkan keadaan tipis pada Cinebench 2024 multi-core. X2 Plus mencatat skor 1.011, sementara M4 mendapat 993. Angka ini menandakan X2 Plus unggul tipis sebesar 1,81% pada skenario rendering multi-core yang intensif.

Kekalahan di Sektor Grafis dan Komputasi Intensif

Keunggulan Apple M4 semakin terlihat jelas pada pengujian grafis dan beban kerja berat 3D. Pengujian 3DMark, termasuk Steel Nomad Light dan Solar Bay, mengevaluasi kemampuan GPU pada kedua SoC.

Pada Steel Nomad Light, M4 mencapai skor 3.949, meninggalkan X2 Plus yang hanya 3.067. Ini menunjukkan M4 28,76% lebih cepat dalam rendering ringan. Situasi serupa terjadi di 3DMark Solar Bay, di mana M4 mencetak 15.580, unggul 24,39% dari X2 Plus (12.525).

Kinerja GPU yang jauh tertinggal ini menyiratkan bahwa pengalaman bermain gim atau menjalankan aplikasi kreatif berat pada laptop berbasis Snapdragon X2 Plus mungkin tidak sebaik pesaingnya yang menggunakan Apple Silicon.

Analisis Pasar dan Prospek Ketersediaan

Secara spesifikasi, Snapdragon X2 Plus sebenarnya terlihat impresif. Chip ini menawarkan cache memori, bandwidth, dan TOPS (Tera Operations Per Second) yang lebih tinggi dibanding Apple M4. Namun, integrasi perangkat keras dan optimalisasi perangkat lunak yang matang membuat Apple Silicon tetap unggul secara keseluruhan.

Meskipun gagal melampaui M4, chip X2 Plus tetap menjadi peningkatan yang signifikan dibandingkan Snapdragon X Plus sebelumnya. Bahkan, data menunjukkan seri X2 dari Qualcomm mampu memberikan persaingan kuat terhadap chip performa tinggi dari Intel dan AMD. Ini menjadi catatan positif bagi masa depan laptop Windows.

Perlu dicatat bahwa benchmark sintetis hanya memberikan gambaran awal; pengalaman pengguna di dunia nyata mungkin berbeda. Saat ini, pengguna masih harus menunggu sedikit lebih lama. Notebook Windows yang ditenagai oleh Snapdragon X2 Plus diperkirakan baru akan memasuki pasar global pada kuartal kedua mendatang. Kita tunggu hasil pengujian lapangan untuk validasi akhir performa Snapdragon X2 Plus ini.