Elon Musk Khawatir Konsentrasi Kekuatan Google di Siri AI

Elon Musk Khawatir Konsentrasi Kekuatan Google di Siri AI
Sumber :
  • Istimewa

Kerjasama Apple Intelligence dan Google Gemini: Fakta Sebenarnya
  • Elon Musk mengkritik keras aliansi terbaru Apple dan Google terkait integrasi Gemini.
  • Musk menilai integrasi Google Gemini ke Siri menciptakan konsentrasi kekuatan tak wajar bagi Google di pasar digital.
  • Kolaborasi ini menjadi tantangan serius bagi perusahaan AI pesaing, termasuk Grok milik xAI.

Apple Pakai Google Gemini untuk AI, Tapi Siri Tetap Milik Apple!

CEO xAI, Elon Musk, baru saja menyuarakan kekhawatiran mendalamnya terkait kolaborasi raksasa antara Apple dan Google. Kemitraan ini bertujuan untuk mengintegrasikan platform AI generatif Google Gemini ke dalam versi Siri yang lebih personal. Musk secara terbuka menyoroti potensi bahaya dari apa yang ia sebut sebagai ‘konsentrasi kekuatan Google’ yang tidak wajar, mengingat dominasi mereka yang sudah meluas di ranah Android dan Chrome. Komentar Elon Musk ini secara langsung menargetkan pengumuman penting tentang Apple Intelligence yang akan datang, menekankan persaingan sengit di pasar kecerdasan buatan global.

Kritikan Keras Elon Musk Terhadap Konsentrasi Kekuatan Google

Lenovo Pamer Server AI Inferencing Revolusioner di CES 2026

Musk tidak menahan diri dalam mengutarakan pandangannya. Dalam unggahan di platform X, ia menyatakan bahwa kerja sama antara Apple dan Google menimbulkan ketidakseimbangan pasar yang serius.

"Ini terlihat seperti konsentrasi kekuatan yang tidak masuk akal bagi Google," tulis Musk.

Ia secara eksplisit menyebutkan risiko monopoli data dan teknologi. Musk beralasan bahwa Google sudah menguasai sistem operasi Android dan browser Chrome. Integrasi Google Gemini ke sistem operasi Apple, melalui Siri, hanya akan semakin mengukuhkan posisi mereka di hampir setiap lini interaksi digital pengguna.

Latar Belakang Kepentingan xAI dan Grok

Sebagai CEO xAI, perusahaan yang mengembangkan Grok (pesaing langsung Gemini), kepentingan Musk dalam isu ini sangat jelas. Ia adalah pemain kunci dalam arena persaingan kecerdasan buatan. Musk merasa kemitraan strategis ini dapat menghambat persaingan sehat dan inovasi dari entitas yang lebih kecil.

Perlu dicatat, ini bukan kali pertama Musk berseteru dengan perusahaan teknologi besar. Tahun lalu, xAI diketahui telah mengajukan gugatan hukum terhadap Apple dan OpenAI, menuduh kedua perusahaan tersebut berkonspirasi untuk mempertahankan dominasi mereka di pasar AI generatif.

Detail Teknis Aliansi Apple Google Gemini dan Siri Baru

Kolaborasi ini memang menandai pergeseran besar dalam strategi Kecerdasan Buatan Apple. Secara resmi, Apple mengumumkan bahwa Gemini akan berperan sebagai inti kekuatan fitur Apple Intelligence di masa depan.

Secara khusus, Siri akan mengalami peningkatan besar, bertransformasi menjadi asisten virtual yang jauh lebih personal dan kontekstual. Meskipun Apple belum mengumumkan tanggal peluncuran resminya, fitur Siri yang didukung Google Gemini ini dilaporkan akan tiba bersamaan dengan pembaruan iOS 26.4. Pembaruan tersebut dijadwalkan meluncur sekitar bulan Maret atau April tahun ini.

Dampak Potensial Terhadap Lanskap Kecerdasan Buatan

Hingga saat ini, baik Apple maupun Google belum mengeluarkan respons publik atau resmi atas kritik tajam yang dilontarkan oleh Elon Musk. Namun, pernyataan tersebut pasti memicu diskusi serius mengenai isu anti-monopoli dalam sektor teknologi yang sangat krusial.

Aliansi Apple Google Gemini ini bukan hanya membentuk masa depan Siri. Lebih jauh, kolaborasi tersebut mendefinisikan standar baru tentang bagaimana data pengguna akan diproses dan diintegrasikan oleh dua entitas korporat paling kuat di dunia. Pemerhati industri sepakat, tantangan regulasi dan persaingan di pasar AI kini semakin memanas, memaksa regulator untuk mengamati ketat konsentrasi kekuatan digital ini.