Pasar Smartphone Global Bangkit Tipis 2025: Ancaman Harga Komponen Mengintai
- Gizmologi
Di luar lima besar, dua merek menarik perhatian pasar. Nothing dan Google mencatat pertumbuhan fantastis, masing-masing sebesar 31 dan 25 persen, menunjukkan preferensi konsumen yang mulai beralih ke pemain baru.
Dampak Lonjakan Biaya Memori dan AI Demand
Sayangnya, optimisme pemulihan ini tidak pasti bertahan lama. Counterpoint Research sudah merevisi turun proyeksi pertumbuhan Pasar Smartphone Global untuk tahun 2026 sebesar 3 persen. Kelangkaan DRAM dan NAND menjadi penyebab utama pemangkasan proyeksi ini.
Selain itu, pabrikan chip kini memprioritaskan pasokan ke pusat data AI. Hal ini menyebabkan biaya komponen ponsel melonjak signifikan. Kenaikan harga ini mulai diteruskan kepada konsumen. Jika tren biaya ini terus berlanjut, industri smartphone yang baru saja bangkit terancam kembali mengalami stagnasi.
Prospek Industri Menghadapi Tekanan Harga dan Siklus AI
Industri smartphone kini menghadapi ujian berat yang berbeda dari era pandemi. Kini, industri tertekan oleh biaya produksi, bukan kekurangan permintaan. Permintaan AI yang makin tinggi di pusat data secara tidak langsung menguras sumber daya komponen penting bagi ponsel cerdas.
Setelah dua tahun berjuang bangkit melalui siklus upgrade tertunda, para produsen harus mencari solusi inovatif. Mereka harus menyeimbangkan kebutuhan untuk menawarkan fitur AI on-device di masa depan. Produsen juga wajib mengelola lonjakan harga komponen yang berpotensi mematikan daya beli konsumen di banyak wilayah.