Fatal! Nilai Jual Kembali iPhone Air Anjlok Nyaris 50%
- Istimewa
Membandingkannya dengan jajaran model lama, iPhone 15 masih mempertahankan nilai terbaik. Harga jual iPhone 15 bekas menunjukkan penurunan rata-rata 31,9% di minggu kesepuluh, menunjukkan daya tahan permintaan yang konsisten.
Mengapa Kinerja Pro dan Air Sangat Kontras?
Analisis SellCell berdasarkan model menunjukkan perbedaan tajam antara segmen Pro dan Air, menggambarkan jelas segmentasi permintaan pasar. Konsumen di pasar sekunder masih memburu model premium, namun kurang tertarik pada iPhone Air.
Model Pro dan Pro Max mempertahankan nilai mereka secara luar biasa. Model dengan kinerja terbaik, iPhone 17 Pro Max 256GB, hanya mengalami penurunan 26,1% setelah sepuluh minggu. Bahkan, semua konfigurasi Pro dan Pro Max tetap berada di bawah ambang depresiasi 40%. Kondisi ini menunjukkan permintaan berkelanjutan yang kuat untuk perangkat kelas atas di pasar bekas.
Sementara itu, iPhone 17 standar—yang non-Pro—turun antara 32,9% dan 40,8%. Angka ini menempatkannya sejajar dengan kinerja model non-Pro terbaru Apple lainnya. Secara keseluruhan, jajaran iPhone 17 Pro Max mempertahankan nilai 9,7% lebih tinggi dibandingkan iPhone Air setelah sepuluh minggu.
Analisis Kritis Pasar Sekunder
Depresiasi Nilai Jual Kembali iPhone Air yang signifikan mengirimkan sinyal penting kepada konsumen dan Apple. Model tersebut gagal menarik perhatian di pasar sekunder, berbeda jauh dengan kesuksesan iPhone 17 Pro Max. Perbedaan harga ini menunjukkan adanya kelebihan pasokan atau kurangnya fitur pembeda yang kuat pada iPhone Air.
Konsumen yang mempertimbangkan pembelian harus menyadari risiko finansial ini. Memilih model Pro atau Pro Max menjanjikan retensi nilai yang jauh lebih baik saat perangkat hendak dijual kembali. Faktor ini perlu dipertimbangkan sebagai bagian dari total biaya kepemilikan jangka panjang sebuah ponsel pintar. Apple perlu mengevaluasi strategi penentuan harga dan fitur iPhone Air di masa depan.