NASA Pasang Reaktor Nuklir Bulan 2030: Era Baru Eksplorasi
- Istimewa
Menteri Energi AS, Chris Wright, menyamakan upaya ini dengan proyek bersejarah era Apollo. Langkah ini memperkuat posisi kepemimpinan ilmiah Amerika di kancah global.
Tantangan Berat: Hukum, Keselamatan, dan Target 2030
Meskipun dukungan pemerintah sangat kuat, para ilmuwan angkat suara mengenai ambisi target 2030. Para ahli memperingatkan adanya tantangan teknis yang belum terselesaikan dan risiko keselamatan peluncuran. Selain itu, masalah hukum internasional juga menjadi ganjalan serius.
Risiko Keselamatan dan Teknik
Aspek keselamatan menimbulkan kekhawatiran signifikan. Ini mencakup potensi pelepasan materi radioaktif selama fase peluncuran reaktor dari Bumi. Malfungsi reaktor di lingkungan ekstrem Bulan dan paparan radiasi kepada astronot juga menjadi masalah.
Para pengembang juga belum memiliki rencana pembuangan yang jelas. Mereka harus memikirkan bagaimana cara menangani limbah radioaktif setelah reaktor mencapai akhir masa pakainya di Bulan.
Kendala Hukum Perjanjian Luar Angkasa
Reaktor Nuklir Bulan juga memicu sensitivitas hukum yang tinggi. Para kritikus menunjuk pada Perjanjian Luar Angkasa 1967 (Outer Space Treaty). Perjanjian itu secara tegas melarang kontrol nasional dan kontaminasi berbahaya di Bulan, yang dianggap sebagai warisan bersama umat manusia.
Pertanyaan muncul: bagaimana AS dapat mengoperasikan reaktor yang dikendalikan negara di wilayah luar angkasa bersama? Gabungan masalah hukum dan teknis ini menjadikan proyek 2030 sangat berisiko.
Proyek Luar Angkasa dan Masa Depan Eksplorasi
Proyek pemasangan Reaktor Nuklir Bulan pada dasarnya merupakan investasi infrastruktur jangka panjang. Kehadiran sumber energi yang andal akan mengubah dinamika eksplorasi luar angkasa secara fundamental.
Jika berhasil, reaktor ini akan membuka jalan bagi pangkalan permanen, kegiatan penambangan sumber daya (seperti air es), dan pusat persiapan bagi perjalanan manusia ke Planet Merah. Keberhasilan inisiatif ini sangat menentukan peta jalan NASA berikutnya dalam mengukir sejarah eksplorasi di tata surya.