Apple M2 Ultra vs Apple M3 Ultra: Adu Performa Chip Desktop Paling Kencang

Apple M2 Ultra vs Apple M3 Ultra
Sumber :
  • ilustrasi

Apple kembali menunjukkan keseriusannya di pasar komputasi desktop kelas atas lewat dua chipset andalan, yakni Apple M2 Ultra dan Apple M3 Ultra. Keduanya dirancang khusus untuk perangkat desktop profesional seperti Mac Studio dan Mac Pro, dengan fokus pada performa tinggi, efisiensi daya, serta integrasi ekosistem Apple. Namun demikian, meskipun sama-sama mengusung embel-embel “Ultra”, terdapat perbedaan signifikan yang patut diperhatikan sebelum menentukan pilihan.

iPhone Lipat 2026 Rilis: Apple Ganti Face ID dengan Touch ID Biometrik

Secara umum, baik Apple M2 Ultra maupun Apple M3 Ultra sama-sama menyasar segmen desktop profesional. Keduanya telah dibekali GPU terintegrasi, sehingga pengguna tidak perlu lagi membeli kartu grafis terpisah. Hal ini tentu menjadi nilai tambah, terutama bagi kreator konten, editor video, hingga pengembang aplikasi yang menginginkan sistem ringkas namun tetap bertenaga.

Dari sisi waktu peluncuran, Apple M2 Ultra lebih dulu hadir sekitar dua tahun lalu, tepatnya dalam varian GPU 76-core. Sementara itu, Apple M3 Ultra tergolong lebih baru karena dirilis sekitar 10 bulan terakhir dengan konfigurasi CPU 32-core dan GPU 80-core. Perbedaan generasi ini menjadi faktor penting yang memengaruhi lompatan teknologi di dalamnya.

Konsol vs PC Gaming: Mana yang Lebih Masuk Akal di 2026

Jika menilik aspek fabrikasi, Apple M2 Ultra masih menggunakan proses 5 nm, sedangkan Apple M3 Ultra sudah beralih ke teknologi 3 nm. Peralihan ini membawa dampak besar, karena ukuran semikonduktor yang lebih kecil memungkinkan jumlah transistor lebih padat, efisiensi daya lebih baik, serta performa yang lebih tinggi. Tak heran jika M3 Ultra dianggap sebagai chipset yang lebih modern dan siap menghadapi beban kerja masa depan.

Menariknya, kedua chipset ini memiliki Thermal Design Power (TDP) yang sama, yakni 80 watt. Artinya, meskipun performa M3 Ultra meningkat, konsumsi dayanya tetap dijaga agar tidak melonjak drastis. Dengan kata lain, Apple berhasil meningkatkan efisiensi tanpa mengorbankan stabilitas termal.

Duel Tablet Premium: Xiaomi Pad 7 Pro vs Pad 8 Pro, Pilih yang Mana?

Beralih ke sektor CPU, Apple M2 Ultra mengandalkan konfigurasi 16 core performa dengan kecepatan 3,7 GHz serta 8 core efisiensi di 3,4 GHz. Totalnya, chipset ini memiliki 24 thread. Di sisi lain, Apple M3 Ultra melangkah lebih jauh dengan 24 core performa dan 8 core efisiensi, sehingga total thread meningkat menjadi 32. Kombinasi ini membuat M3 Ultra unggul dalam skenario multitasking berat dan komputasi paralel.

Hal tersebut tercermin dalam hasil benchmark. Pada Geekbench 6 multi-core, Apple M2 Ultra mencatat skor sekitar 21.157 poin. Sementara itu, Apple M3 Ultra melesat hingga 27.749 poin. Bahkan untuk performa single-core, M3 Ultra tetap unggul dengan skor 3.221, dibandingkan M2 Ultra yang berada di angka 2.756. Dengan demikian, baik untuk tugas harian maupun pekerjaan berat, M3 Ultra menawarkan respons yang lebih cepat.

Dari sisi grafis, perbedaan juga cukup terasa. Apple M2 Ultra dibekali GPU hingga 76-core dengan 1.216 execution unit. Adapun Apple M3 Ultra membawa GPU 80-core yang lebih bertenaga. Meski detail frekuensi GPU tidak diumumkan secara spesifik, peningkatan jumlah core ini berdampak langsung pada performa rendering, pengolahan grafis 3D, hingga komputasi berbasis GPU. Keduanya sama-sama mendukung hingga delapan layar eksternal, sehingga cocok untuk workstation profesional.

Selanjutnya, sektor memori menjadi salah satu pembeda paling mencolok. Apple M2 Ultra mendukung RAM hingga 192 GB dengan bandwidth maksimum 800 GB/s. Sebaliknya, Apple M3 Ultra melampaui batas tersebut dengan dukungan RAM hingga 512 GB dan bandwidth mencapai 819 GB/s. Kapasitas memori yang jauh lebih besar ini sangat krusial bagi pengguna yang bekerja dengan dataset masif, simulasi kompleks, atau proyek video resolusi tinggi.

Walau demikian, kedua chipset ini sama-sama belum mendukung ECC memory. Meski ECC sering digunakan di server atau komputasi ilmiah, Apple tampaknya lebih memprioritaskan efisiensi dan integrasi sistem secara keseluruhan.

Dari sisi fitur keamanan dan arsitektur, Apple tetap konsisten. Baik M2 Ultra maupun M3 Ultra sudah mendukung 64-bit, TrustZone, serta NX bit untuk perlindungan sistem. Keduanya juga dirancang dengan arsitektur ARM modern yang dioptimalkan untuk macOS dan aplikasi berbasis Apple Silicon.

Sebagai kesimpulan, Apple M2 Ultra masih menjadi chipset desktop yang sangat kuat dan relevan untuk kebutuhan profesional saat ini. Namun demikian, Apple M3 Ultra jelas menawarkan peningkatan signifikan, mulai dari proses fabrikasi yang lebih kecil, jumlah core CPU dan GPU lebih banyak, performa benchmark lebih tinggi, hingga dukungan RAM yang jauh lebih besar. Oleh karena itu, bagi pengguna yang menginginkan performa maksimal dan investasi jangka panjang, Apple M3 Ultra menjadi pilihan yang lebih menjanjikan.