Strategi Telkom (TLKM) 2026: 4 Pilar Transformasi Dian Siswarini
- Istimewa
Pilar ketiga fokus pada perubahan status holding. Telkom akan bertransisi dari yang sebelumnya bersifat personal holding menjadi strategic holding. Sementara itu, pilar keempat, unlocking value, bertujuan memaksimalkan aset-aset yang selama ini tersembunyi atau belum teroptimalkan sepenuhnya dalam portofolio bisnis perusahaan.
Realisasi Aksi Korporasi: Lahirnya InfraNexia
Salah satu realisasi nyata dari strategi 'unlocking value' adalah pemisahan bisnis Wholesale Fiber Connectivity. Telkom telah membentuk entitas baru bernama PT Telkom Infrastruktur Indonesia, yang dikenal sebagai InfraNexia. Aksi korporasi ini disetujui melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Telkom.
Inisiatif spin-off ini menegaskan komitmen TLKM dalam mendukung percepatan pembangunan ekosistem konektivitas digital yang merata di Indonesia. InfraNexia diproyeksikan menjadi penggerak pertumbuhan kinerja baru perusahaan. Entitas ini akan bekerja melalui optimalisasi aset infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan digital.
Dampak Strategis ke Depan dan Inovasi Mendatang
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengindikasikan bahwa tahun 2026 akan diisi banyak inovasi selain fokus restrukturisasi. Perusahaan tengah menyiapkan berbagai aksi korporasi strategis di sektor penting. Ini mencakup pengembangan masif pada data center, peningkatan layanan seluler, penguatan menara telekomunikasi, hingga ekspansi serat optik. Seluruh rencana ini menegaskan ambisi Telkom untuk menjadi penyedia infrastruktur dan layanan digital terdepan di kawasan. Keberhasilan menjalankan strategi Telkom (TLKM) transformasi ini akan sangat menentukan posisi Telkom dalam persaingan digital global.