Strategi Telkom (TLKM) 2026: 4 Pilar Transformasi Dian Siswarini
- Istimewa
- 2026 menjadi tahun tersibuk bagi Telkom karena masifnya eksekusi transformasi bisnis Telkom 2030.
- Strategi utama berlandaskan 4 Pilar, fokus pada perbaikan fundamental hingga penyederhanaan struktur anak usaha.
- Aksi korporasi kunci telah dieksekusi melalui pemisahan bisnis (spin-off) Wholesale Fiber Connectivity menjadi InfraNexia.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) siap memasuki tahun terpenting dalam sejarah transformasi bisnis mereka. Dian Siswarini, Direktur Utama TLKM, secara tegas menyatakan bahwa 2026 akan menjadi ‘tahun tersibuk’ bagi perusahaan. Telkom tengah mengeksekusi visi besar Telkom 2030, yaitu meraih kinerja tinggi dan meningkatkan nilai perusahaan melalui strategi Telkom (TLKM) transformasi agresif. Inisiatif dan inovasi signifikan akan dieksekusi guna menyederhanakan struktur bisnis dan memaksimalkan aset yang dimiliki.
Tahun Sibuk dan Visi Mencapai Telkom 2030
Direktur Utama Dian Siswarini mengungkap detail rencana besar ini. Menurutnya, agenda yang dijalankan Telkom tahun ini sangat banyak, menjadikannya periode paling sibuk. Telkom memulai kampanye transformasi Telkom 2030 sejak tahun lalu.
Target utama dari transformasi ini adalah mengarahkan misi Telkom menuju kinerja yang lebih tinggi. Telkom juga ingin menjadi perusahaan telekomunikasi yang jauh lebih bernilai di mata investor dan pasar. Untuk mendukung ambisi tersebut, Telkom menyiapkan berbagai langkah fundamental dan strategis.
Mengupas 4 Pilar Utama Strategi Telkom (TLKM) Transformasi
Dalam upaya mencapai misi Telkom 2030, perusahaan telah menyusun strategi kokoh melalui empat pilar utama. Pilar-pilar ini berfungsi sebagai fondasi restrukturisasi internal dan eksternal. Dian Siswarini menjabarkan secara rinci fungsi dari masing-masing pilar.
Pilar 1: Personal Excellence
Pilar pertama menekankan perbaikan fundamental sumber daya manusia (SDM) dan tata kelola perusahaan. Telkom fokus pada peningkatan aspek governance, psikologis, budaya kerja, dan struktur organisasi. Upaya ini merupakan langkah awal memperbaiki fondasi seluruh SDM.
Pilar 2: Streamlining Struktur
Telkom berupaya menyederhanakan struktur grup secara menyeluruh. Dian mengakui jumlah anak usaha Telkom yang mencapai sekitar 60 entitas saat ini dianggap terlalu banyak. Oleh karena itu, pilar kedua bertujuan merampingkan operasional guna efisiensi yang lebih baik.
Pilar 3 & 4: Strategic Holding dan Unlocking Value
Pilar ketiga fokus pada perubahan status holding. Telkom akan bertransisi dari yang sebelumnya bersifat personal holding menjadi strategic holding. Sementara itu, pilar keempat, unlocking value, bertujuan memaksimalkan aset-aset yang selama ini tersembunyi atau belum teroptimalkan sepenuhnya dalam portofolio bisnis perusahaan.
Realisasi Aksi Korporasi: Lahirnya InfraNexia
Salah satu realisasi nyata dari strategi 'unlocking value' adalah pemisahan bisnis Wholesale Fiber Connectivity. Telkom telah membentuk entitas baru bernama PT Telkom Infrastruktur Indonesia, yang dikenal sebagai InfraNexia. Aksi korporasi ini disetujui melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Telkom.
Inisiatif spin-off ini menegaskan komitmen TLKM dalam mendukung percepatan pembangunan ekosistem konektivitas digital yang merata di Indonesia. InfraNexia diproyeksikan menjadi penggerak pertumbuhan kinerja baru perusahaan. Entitas ini akan bekerja melalui optimalisasi aset infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan digital.
Dampak Strategis ke Depan dan Inovasi Mendatang
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengindikasikan bahwa tahun 2026 akan diisi banyak inovasi selain fokus restrukturisasi. Perusahaan tengah menyiapkan berbagai aksi korporasi strategis di sektor penting. Ini mencakup pengembangan masif pada data center, peningkatan layanan seluler, penguatan menara telekomunikasi, hingga ekspansi serat optik. Seluruh rencana ini menegaskan ambisi Telkom untuk menjadi penyedia infrastruktur dan layanan digital terdepan di kawasan. Keberhasilan menjalankan strategi Telkom (TLKM) transformasi ini akan sangat menentukan posisi Telkom dalam persaingan digital global.