ASUS Hentikan Smartphone Baru, Fokus Total ke AI & PC Komersial

ASUS Hentikan Smartphone Baru, Fokus Total ke AI & PC Komersial
Sumber :
  • Istimewa

Masa Depan Lini Zenfone dan ROG Phone

ASUS: GPU Terintegrasi Segera Jadi Masa Depan Gaming Laptop

Keputusan ASUS Stop Smartphone model baru berdampak signifikan pada lini produk konsumen yang telah ada. Laporan media internasional memprediksi bahwa seri Zenfone dan ponsel gaming ROG Phone secara efektif akan berakhir. Publik tidak akan melihat rilis ponsel baru pada tahun 2026.

Indikasi penarikan produk sudah terlihat jelas di pasar utama seperti Amerika Serikat. Model-model terbaru seperti ROG Phone 9 dan ROG Phone 8 masih terdaftar pada situs web resmi. Namun, seluruh stok dilaporkan telah habis terjual. Selain itu, tidak ada tanda-tanda persiapan peluncuran Zenfone 12 Ultra.

2 Pilihan Laptop Asus Rp3 Jutaan Terbaik untuk Freelancer 2024

Tekanan Rantai Pasokan dan Harga Memori

Selain faktor internal, Shih juga menyoroti tekanan eksternal yang turut memengaruhi keputusan ini. Dia mengakui adanya kenaikan harga memori yang sangat krusial. Kenaikan biaya komponen ini berpotensi mengerek harga produk-produk non-AI secara signifikan.

ASUS Rilis Motherboard AMD X870E: Siap Sambut Ryzen Zen 5

Shih menekankan, "Kuncinya tetaplah menjaga ketahanan dan daya saing rantai pasokan." Dinamika pasar global memerlukan fokus yang tajam pada efisiensi logistik.

Analisis Strategi dan Jaminan Layanan Konsumen

Keputusan ASUS ini mencerminkan orientasi bisnis yang fokus pada margin tinggi dan pertumbuhan di sektor B2B. Ini adalah respons cepat terhadap dominasi komputasi komersial dan perangkat AI. Meskipun ada penarikan substansial dari pasar ponsel, ASUS memastikan komitmen layanan konsumen tetap terjaga.

Shih memastikan dukungan bagi konsumen tidak akan berhenti seketika. ASUS berkomitmen kuat untuk terus memberikan pembaruan perangkat lunak. Mereka juga menjamin layanan garansi penuh bagi seluruh pengguna smartphone ASUS yang sudah ada saat ini. Terkait perdagangan internasional, Shih menyambut baik kesepakatan tarif 15% antara Taiwan dan Amerika Serikat. Kesepakatan ini memberikan sinyal positif yang penting bagi industri teknologi di tengah ketidakpastian geopolitik.