TSMC Ungkap Sinyal Kuat Ledakan Permintaan AI Jangka Panjang

TSMC Ungkap Sinyal Kuat Ledakan Permintaan AI Jangka Panjang
Sumber :
  • Istimewa

RI Blokir Sementara Grok AI: Respons Cepat Deepfake Pornografi
  • TSMC mengonfirmasi bahwa ledakan permintaan Kecerdasan Artifisial (AI) tidak menunjukkan tanda-tanda perlambatan dan diperkirakan berlanjut bertahun-tahun.
  • Kinerja keuangan TSMC pada kuartal IV 2025 mencatat pendapatan kuartalan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, didorong segmen High Performance Computing (HPC) dan AI.
  • Perusahaan menyiapkan belanja modal (CAPEX) antara Rp878 triliun hingga Rp946 triliun khusus tahun 2026 untuk mengimbangi kebutuhan pasar yang sangat fundamental ini.

Samsung Incar Apple Lagi! Exynos 2600 dengan Teknologi Pendingin Baru Bikin TSMC Waspada

Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), produsen chip semikonduktor terbesar dunia, menyatakan keyakinan penuh terhadap masa depan Kecerdasan Artifisial (AI). Keyakinan ini muncul setelah perusahaan melaporkan kinerja keuangan yang sangat solid pada penutupan tahun 2025. Faktanya, sinyal ledakan permintaan AI di pasar global justru semakin menguat tanpa ada indikasi melambat.

Chairman dan CEO TSMC, C.C. Wei, menegaskan bahwa tren jangka panjang AI tetap menjadi pilar utama pertumbuhan bisnis mereka. Siklus permintaan infrastruktur AI biasanya dimulai dua hingga tiga tahun sebelum produksi masif terjadi. Oleh karena itu, permintaan semikonduktor canggih diyakini masih akan berlanjut sampai bertahun-tahun mendatang. TSMC berada di posisi strategis untuk memenuhi kebutuhan fundamental ini.

Samsung Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Berbasis 2nm untuk Qualcomm, Apa Keunggulannya?

Konfirmasi Jangka Panjang Permintaan AI Global

Wei menjelaskan bahwa adopsi model AI terus meningkat pesat. Kenaikan ini terjadi di berbagai segmen utama. Segmen tersebut meliputi konsumen, perusahaan, hingga inisiatif sovereign AI (AI mandiri) yang didanai negara.

Tren ini otomatis mendorong kebutuhan komputasi masif. Hal tersebut, pada gilirannya, secara langsung menopang permintaan AI yang kuat terhadap silikon mutakhir buatan TSMC.

Audit Keuangan Pelanggan Besar

Untuk memvalidasi prospek jangka panjang ini, Wei bahkan melakukan pengecekan mendalam. Dia memeriksa status keuangan para pelanggan utamanya. Pelanggan tersebut mayoritas adalah penyedia layanan cloud global.

Wei mengambil langkah ini guna memastikan bahwa permintaan kapasitas yang diajukan para pelanggan didukung oleh fundamental bisnis nyata. Hasilnya sangat meyakinkan. "Pelanggan kami memberikan sinyal kuat dan meminta kapasitas secara langsung," papar Wei. Dia menambahkan, status keuangan mereka sangat kuat, bahkan jauh melampaui TSMC.

Kinerja Finansial Rekor: Kontribusi Segmen HPC dan AI

TSMC membuktikan dominasi pasarnya dengan rekor kinerja sepanjang tahun 2025. Perusahaan mencatat pendapatan sebesar US$33,73 miliar atau sekitar Rp570 triliun pada kuartal IV/2025. Angka ini melonjak 20,5% dibandingkan tahun sebelumnya (year-over-year/YoY). Ini menjadi pendapatan kuartalan tertinggi dalam sejarah perusahaan.

Laba bersih perusahaan pada kuartal yang sama mencapai Rp270 triliun, juga merupakan rekor baru. Secara kumulatif, pendapatan setahun penuh TSMC 2025 menembus angka Rp2.068 triliun.

Dominasi Teknologi Canggih

Segmen High Performance Computing (HPC) dan prosesor AI berperan sebagai motor penggerak utama. Kedua kategori tersebut menyumbang 58% dari total pendapatan tahun 2025. Nilainya mencapai sekitar Rp1.199 triliun, mencerminkan pertumbuhan tahunan 48%.

Dari sisi teknologi manufaktur, node proses canggih menguasai hampir tiga perempat pendapatan wafer perusahaan (74%). Teknologi 3nm menyumbang 24%, sementara teknologi 5nm menjadi porsi terbesar dengan 36%. Ini memperlihatkan bahwa inovasi chip tetap menjadi inti strategi TSMC.

Investasi Mega untuk Menopang Permintaan AI

Manajemen TSMC memproyeksikan momentum positif ini akan berlanjut kuat hingga tahun fiskal 2026. Eksekutif perusahaan menargetkan pendapatan kuartal pertama 2026 berkisar antara Rp574 triliun hingga Rp605 triliun.

Guna mengimbangi peningkatan permintaan yang disebut Wei sebagai sesuatu yang sangat fundamental, TSMC menyiapkan dana tunai besar. CFO TSMC, Jen-Chau Huang, mengingatkan investor bahwa belanja modal (CAPEX) akan jauh lebih tinggi dalam tiga tahun ke depan. Untuk tahun 2026 saja, TSMC mengalokasikan dana antara US$52 miliar hingga US$56 miliar. Angka ini setara dengan Rp878 triliun hingga Rp946 triliun khusus untuk investasi modal tahun tersebut. Strategi ini memastikan TSMC tetap memimpin dalam industri semikonduktor yang didorong oleh revolusi Kecerdasan Artifisial.