Tokyo Darurat! Krisis Perangkat Keras PC, Toko Sampai Jual Beli PC Bekas

Tokyo Darurat! Krisis Perangkat Keras PC, Toko Sampai Jual Beli PC Bekas
Sumber :
  • Istimewa

Pasar Smartphone Tertekan Hingga 2026, Harga Naik Imbas Kelangkaan RAM
  • Sofmap Gaming, gerai elektronik ternama di Akihabara, Tokyo, memohon pelanggan untuk menjual PC lama akibat kekurangan stok parah.
  • Kelangkaan perangkat keras, terutama chip memori (RAM), memicu krisis pasar ini.
  • Permintaan masif dari sektor Kecerdasan Buatan (AI) dan pusat data menyerap sebagian besar pasokan global.
  • Harga RAM DDR5 dilaporkan telah meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam beberapa bulan terakhir.

Diskon 60%! BMAX B11 Power Mini PC: Performa Ultra 7 dan AI Lokal

Toko elektronik besar di kawasan Akihabara, Tokyo, Jepang, mengambil langkah ekstrem di tengah kelangkaan stok perangkat keras, terutama modul memori atau RAM. Sofmap Gaming, salah satu gerai ritel paling ternama di Akihabara, secara terbuka mengunggah permohonan melalui media sosial. Mereka secara spesifik meminta pelanggan yang baru membeli PC baru untuk menjual kembali PC gaming lama mereka kepada toko. Fenomena ini menunjukkan seberapa parah Krisis Perangkat Keras PC telah menghantam pasar konsumen.

Permintaan mendesak ini muncul karena stok PC, bahkan unit bekas sekalipun, hampir habis total. Sofmap bahkan membagikan foto rak-rak kosong di toko tiga lantai mereka, memperlihatkan skala kekurangan pasokan. Mereka menegaskan kesediaan untuk membeli hampir semua jenis PC, mulai dari desktop gaming performa tinggi, laptop, hingga komputer non-gaming biasa, seringkali dengan penawaran harga yang sangat tinggi.

Bukti Kuat: Xbox Cloud Gaming Siapkan Tier Gratis Beriklan

Dampak Permintaan AI dan Kelangkaan Komponen Memori

Situasi darurat di Tokyo ini menjadi barometer krisis pasokan global yang tengah terjadi. Dunia PC saat ini menghadapi guncangan pasokan perangkat keras, khususnya pada segmen memori. Produsen memori global kewalahan.

Permintaan masif datang dari dua sektor utama: industri pusat data dan Kecerdasan Buatan (AI). Kebutuhan infrastruktur AI yang haus memori (RAM) menyerap sebagian besar kapasitas produksi chip. Akibatnya, pasar konsumen global merasakan dampak langsung dan signifikan.

Lonjakan Harga RAM DDR5 Tiga Kali Lipat

Salah satu indikator paling jelas dari Krisis Perangkat Keras PC ini adalah kenaikan harga RAM DDR5. Laporan menunjukkan bahwa paket RAM DDR5 kini dijual dengan harga lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode beberapa bulan sebelumnya. Kenaikan harga komponen krusial ini memaksa banyak konsumen menunda atau bahkan membatalkan rencana perakitan PC baru.

Awalnya, banyak pengguna berharap memori DDR4 bisa menjadi solusi sementara. Sejumlah produsen motherboard bahkan merilis ulang produk yang mendukung platform DDR4 lama. Namun, dampak krisis terus merembet. Kelangkaan dan kenaikan harga kini mulai mempengaruhi berbagai lini, termasuk kartu grafis dan GPU generasi terbaru yang kabarnya mengalami penundaan rilis.

PC Bekas Jadi Solusi Alternatif di Tengah Krisis Perangkat Keras PC

Ketika harga komponen baru melonjak tak terkendali, pasar PC bekas mendadak laris manis. Konsumen Jepang mulai serius melirik komputer lama sebagai alternatif ekonomis. Inilah alasan utama mengapa toko sebesar Sofmap rela "menyapu bersih" hampir semua PC yang masih berfungsi di pasar.

Tentu saja, tidak semua PC lama memiliki nilai jual tinggi. Toko umumnya mencari komputer dengan spesifikasi minimum yang masih relevan. Mereka memprioritaskan perangkat keras yang mendukung platform DDR4 dan prosesor yang kompatibel dengan sistem operasi modern, seperti Windows 11.

Perburuan Kolektor: Pasar PC Vintage di Jepang

Menariknya, di balik pasar PC bekas biasa, terdapat segmen khusus di Jepang yang berburu komputer benar-benar lawas atau vintage. Toko elektronik bekas spesialis seperti Hard-Off masih dipenuhi komputer dari era 90-an dan awal 2000-an.

PC vintage ini diburu oleh kolektor dan penggemar PC retro. Bagi komunitas ini, komputer tua bukan sekadar alat komputasi. Mereka melihatnya sebagai bagian penting dari sejarah dan evolusi teknologi. Fenomena ini menambah kompleksitas permintaan di tengah gejolak Krisis Perangkat Keras PC saat ini.

Proyeksi Pasar dan Kebutuhan Mendesak Perangkat Keras

Selama kelangkaan perangkat keras inti belum mereda, tampaknya permintaan terhadap komputer lama akan terus meningkat. Situasi ini menciptakan ketegangan harga yang berkelanjutan. Permintaan datang dari tiga pihak: pengguna umum yang mencari pengganti murah, perakit PC yang berburu suku cadang, dan kolektor yang mengincar sejarah.

Analis industri memprediksi bahwa pasar akan terus tertekan hingga produsen memori berhasil meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan, melampaui kebutuhan akut dari sektor AI dan pusat data. Sampai saat itu terjadi, toko-toko seperti Sofmap di Akihabara harus terus mengandalkan program jual beli unit bekas demi menjaga kelangsungan operasional mereka di tengah parahnya Krisis Perangkat Keras PC.