TikTok Shop Kalahkan Shopee dalam Volume Paket 2025: Analisis

TikTok Shop Kalahkan Shopee dalam Volume Paket 2025: Analisis
Sumber :
  • Istimewa

Kenaikan Harga RAM Global Mencekik Pasar: Harga iPhone 2026 Melejit?
  • TikTok Shop unggul dalam volume pengiriman paket harian, berdasarkan estimasi internal J&T Express.
  • Pertumbuhan ini didorong lonjakan pengiriman harian J&T Express yang mencapai 73,6% secara tahunan (YoY).
  • Shopee diprediksi fokus memperkuat layanan pengiriman instan sebagai strategi pertahanan utamanya pada 2026.
  • Persaingan bergeser dari perang harga subsidi menjadi efisiensi operasional dan eksekusi.

HP diHarga Rp987 Ribu dengan 90Hz & Baterai 5.000mAh? Ini Dia Itel A100C!

Persaingan E-commerce Asia Tenggara telah mencapai titik balik yang signifikan. Laporan terbaru dari firma riset Momentum Works mengungkapkan bahwa TikTok Shop telah melampaui Shopee dalam hal volume pengiriman paket harian sepanjang 2025. Data ini menunjukkan dinamika pasar berubah sangat cepat, didorong oleh efektivitas model konversi terintegrasi milik TikTok.

Analisis mendalam ini menekankan bahwa volume paket TikTok Shop kini jauh lebih unggul. Momentum Works mencatat J&T Express, mitra logistik utama TikTok Shop, membukukan rata-rata pengiriman harian sebesar 26,5 juta paket pada Kuartal IV/2025. Jumlah ini tumbuh 73,6% secara tahunan.

TikTok Jadi Ladang Emas, UMKM Harus Tancap Gas, Jangan Gaptek

Bukti Dominasi TikTok Shop dalam Volume Pengiriman Paket

Momentum Works menyatakan lonjakan luar biasa tersebut sebagian besar didorong oleh aktivitas pengiriman yang berasal dari TikTok Shop. Estimasi internal J&T Express memperkuat temuan ini. Mereka mengklaim saat ini mengirimkan sekitar 18% lebih banyak paket TikTok Shop dibandingkan volume paket yang diurus oleh SPX Express milik Shopee.

Selisih angka tersebut, menurut laporan, diperkirakan masih akan terus melebar.

Temuan ini selaras dengan pengamatan lapangan yang dilakukan tim Momentum Works di sejumlah titik pengambilan paket di Kuala Lumpur, Malaysia. Mereka menemukan bahwa volume kiriman paket dari Shopee dan TikTok Shop relatif berimbang. Pola konsisten ini mengindikasikan bahwa laju pertumbuhan TikTok Shop berjalan sangat agresif.

Analisis GMV vs Volume Pesanan

Meskipun TikTok Shop mendominasi dari sisi volume paket, Shopee masih memimpin dalam nilai transaksi bruto (Gross Merchandise Value/GMV) secara regional. Volume tinggi tidak selalu mencerminkan nilai transaksi besar.

Momentum Works memperkirakan TikTok Shop mencatat lonjakan signifikan dari sisi nilai transaksi sepanjang 2025. Namun, secara GMV total, Shopee masih berada di posisi teratas. Shopee juga masih memimpin dari sisi jumlah pesanan regional. Meskipun demikian, jarak antara keduanya terus menyempit, memicu tekanan besar bagi kedua platform.

Prediksi 2026: Strategi Pertahanan Shopee dan Efisiensi Operasional

Berdasarkan perkembangan pasar yang mendesak ini, Momentum Works merilis dua proyeksi utama dalam laporan Southeast Asia Predictions 2026.

Pertama, TikTok Shop diperkirakan mampu menyamai total volume pengiriman paket Shopee pada tahun 2026 ini.

Kedua, Shopee diproyeksikan akan memperkuat strategi pertahanannya. Mereka akan meningkatkan fokus pada layanan pengiriman instan. Strategi ini menjadi langkah reaktif untuk menangkis tekanan dari integrasi e-commerce dan hiburan TikTok.

Momentum Works menjelaskan Shopee menghadapi tantangan serius karena belum mampu menembus sistem konversi tertutup milik TikTok. Sistem ini mengintegrasikan hiburan hingga transaksi dalam satu aplikasi, memberikan keunggulan kompetitif.

Kondisi tersebut secara otomatis mendorong Shopee untuk memperkuat dua proposisi nilai utama yang langsung dirasakan oleh konsumen: kecepatan layanan dan efisiensi biaya.

Lanskap Baru Logistik E-commerce Asia Tenggara

Dinamika persaingan e-commerce hari ini berbeda drastis dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Persaingan tidak lagi berpusat pada perang subsidi harga atau promosi besar-besaran yang bersifat eksternal.

Tekanan saat ini lebih bersifat internal. Tekanan itu tertuju kepada para manajer, operator, dan eksekutif di kedua pihak untuk menghasilkan efisiensi, eksekusi, dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Dalam laporan tersebut, Momentum Works juga memetakan 10 prediksi utama yang memengaruhi perkembangan ekonomi digital Asia Tenggara pada 2026. Pergeseran logistik, redefinisi loyalitas pelanggan, hingga kolaborasi bisnis China dan Asia Tenggara menjadi fokus utama. Pertumbuhan pesat TikTok Shop yang lampaui Shopee menandai dimulainya fase akhir persaingan logistik e-commerce, dengan pemain dominan yang semakin jelas.