Lonjakan Kapasitas Pusat Data Indonesia: IDPRO Proyeksi 120 MW
- Istimewa
Peningkatan kebutuhan layanan cloud lokal dan kebijakan pemerintah yang semakin pro-investasi turut memuluskan jalan bagi modal asing. IDPRO berperan vital sebagai penghubung antara pemerintah, pelaku industri, dan investor, baik domestik maupun global.
Peran Strategis IDPRO dalam Mendorong Investasi
Untuk mendukung arus investasi dan mengoptimalkan Kapasitas Pusat Data Indonesia, IDPRO menerapkan empat strategi utama:
1. Advokasi Regulasi: IDPRO bekerja sama dengan instansi pemerintah untuk mendorong kebijakan yang suportif terhadap iklim investasi. Ini mencakup kemudahan perizinan, ketersediaan lahan, dan insentif fiskal.
2. Promosi Kolaboratif: IDPRO aktif memfasilitasi forum investasi dan diskusi terbuka bersama calon investor global. Kolaborasi ini melibatkan mitra strategis seperti BKPM dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
3. Penguatan SDM dan Ekosistem: Organisasi ini berupaya meningkatkan kapasitas SDM lokal serta mengembangkan ekosistem pendukung, termasuk penyedia energi hijau dan konektivitas jaringan.
4. Standardisasi Nasional: IDPRO mendorong adopsi standar internasional seperti ISO dan Uptime Tier Certification. Langkah ini bertujuan meningkatkan daya saing operator lokal di pasar global.
Proyeksi Kapasitas Jangka Panjang dan Tantangan Infrastruktur
Hingga April 2025, tercatat sebanyak 180 pusat data telah beroperasi di seluruh Indonesia dengan skala yang beragam. Delapan fasilitas telah memenuhi kategori Tier 4, yang menunjukkan kemampuan operasional tertinggi.
Total Kapasitas Pusat Data Indonesia tercatat sebesar 190 MW pada Oktober 2024 dan meningkat menjadi 290 MW pada Juni 2025. Penambahan 120 MW pada 2026 akan semakin memperkuat infrastruktur digital negara.
Sementara itu, Komdigi memiliki target ambisius. Melalui Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029, Komdigi menargetkan kapasitas pusat data nasional mencapai sekitar 2,81 watt per kapita pada tahun 2026. Target ini melonjak sekitar 91% dibandingkan target 2025 yang berada pada kisaran 1,47 watt per kapita. Proyeksi ini mengindikasikan bahwa laju ekspansi infrastruktur digital harus terus dipercepat untuk memenuhi kebutuhan masa depan.