SuperTac: Sensor China Bawa Sentuhan Humanoid Robot ke Level Baru

SuperTac: Sensor China Bawa Sentuhan Humanoid Robot ke Level Baru
Sumber :
  • Istimewa

DeepSeek Siapkan Agen AI Canggih Tantang Dominasi AS
  • Sensor SuperTac dikembangkan oleh peneliti Universitas Tsinghua, terinspirasi dari struktur visual mata merpati.
  • Sensor multimodal ini mencapai resolusi mikrometer dan mampu mendeteksi jenis material, tekstur, dan suhu.
  • Tim pengembang juga menciptakan Model Bahasa Taktil (DOVE) berkapasitas 850 juta parameter untuk menerjemahkan data sentuhan kompleks.
  • Terobosan ini menegaskan dominasi Tiongkok dalam pengembangan hardware dan sensor untuk Sentuhan Humanoid Robot.

AS Blokir DeepSeek: Ancaman Keamanan atau Perang Teknologi? Simak Fakta Lengkapnya!

Para peneliti di Shenzhen International Graduate School, Universitas Tsinghua, Tiongkok, baru saja mengumumkan pengembangan inovasi revolusioner: Sensor SuperTac. Proyek ambisius ini bertujuan mengatasi salah satu tantangan terbesar dalam robotika. SuperTac dirancang agar Sentuhan Humanoid Robot mampu merasakan dan memahami dunia fisik dengan presisi setara manusia.

Riset penting ini melibatkan kolaborasi luas dengan institusi domestik dan internasional. Menariknya, inspirasi utama datang dari struktur visual unik mata merpati. Studi ini telah dipublikasikan pada 15 Januari di jurnal bergengsi Nature Sensors, dengan judul yang menggambarkan misinya: "Biomimetic Multimodal Tactile Sensing Enables Human-like Robotic Perception."

Bocoran Resmi: Samsung Qi2 Power Bank Magnetik Rilis Bersama Galaxy S26

Mengapa Persepsi Taktil Robot Sangat Penting

Perkembangan kecerdasan embodied (embodied intelligence) semakin cepat. Akibatnya, robot kini bergerak dari lingkungan pabrik yang terkontrol menuju lingkungan yang berpusat pada manusia. Pergeseran fundamental ini menuntut kemampuan baru.

Robot memerlukan sensor taktil beresolusi tinggi. Selain itu, mereka harus memiliki persepsi multimodal yang kuat. Robot harus mampu menafsirkan kontak fisik dengan lebih baik. Sayangnya, sensor taktil yang tersedia saat ini sering terhambat oleh resolusi terbatas dan fusi data yang lemah. Ini menjadikan kemampuan sentuhan sebagai hambatan utama dalam evolusi robotika.

Inovasi di Balik Sensor SuperTac: Meniru Mata Merpati

SuperTac menonjol sebagai sensor taktil multimodal beresolusi sangat tinggi. Sensor ini menggabungkan pencitraan multispektral (dari ultraviolet hingga inframerah menengah) dengan sinyal penginderaan triboelektrik.

Kulit sensor ultra-tipis dan berlapis-lapis ini memberikan resolusi tingkat mikrometer. SuperTac mampu mendeteksi secara bersamaan berbagai parameter fisik. Ini meliputi gaya, posisi kontak, suhu, kedekatan (proximity), dan getaran. SuperTac bahkan dapat mengidentifikasi jenis material, tekstur, slip, tabrakan, dan bahkan warna dengan akurasi lebih dari 94%.

Peran DOVE: Model Bahasa untuk Sentuhan

Memproses data taktil yang sangat kompleks ini membutuhkan otak digital yang canggih. Oleh karena itu, tim pengembang menciptakan DOVE.

DOVE adalah model bahasa taktil (Tactile Language Model) dengan 850 juta parameter. Model ini memungkinkan robot menafsirkan informasi sentuhan secara lebih mirip manusia. Secara signifikan, DOVE meningkatkan pemahaman lingkungan dan akurasi manipulasi robot. Kemampuan SuperTac yang didukung DOVE merupakan lompatan besar untuk mencapai Sentuhan Humanoid Robot yang benar-benar cerdas.

Persaingan Global: Dominasi Hardware vs. Software AI

Terobosan Sensor SuperTac ini juga mencerminkan persaingan sengit kecerdasan buatan humanoid antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Tiongkok saat ini unggul dalam pengembangan hardware robot, sensor, dan penerapan skala besar. Keunggulan ini didukung oleh basis manufaktur yang kuat dan siklus penelitian-ke-produk yang cepat.

Sebaliknya, AS memimpin dalam perangkat lunak AI, model dasar (foundation models), dan kecerdasan otonom. Perusahaan AS seperti Tesla, Figure AI, dan Boston Dynamics mendorong sektor ini. Dalam jangka pendek, Tiongkok mungkin mendominasi penyebaran fisik robot humanoid. Namun demikian, kepemimpinan jangka panjang akan bergantung pada negara mana yang paling baik menggabungkan hardware canggih dengan otak AI yang kuat.

Prospek Implementasi Teknologi Taktil

Integrasi SuperTac telah dimulai. Sensor ini sudah dipasang ke tangan robot dexterous, menyediakan umpan balik taktil secara real-time.

Ke depan, teknologi ini berpotensi besar untuk mentransformasi berbagai sektor vital. Transformasi itu mencakup manufaktur presisi, robotika medis, dan robot layanan. Inovasi Sensor SuperTac membawa industri semakin dekat kepada realitas robot yang benar-benar bisa melihat, berpikir, dan merasakan seperti manusia.