Bos Teknologi Klaim AI Buka Lapangan Kerja Fisik Besar-besaran
- Istimewa
- Ledakan kecerdasan buatan (AI) memicu pembangunan infrastruktur global yang disebut terbesar sepanjang sejarah manusia.
- Para pemimpin teknologi menegaskan AI bukan sekadar gelembung ekonomi, melainkan fondasi ekonomi baru.
- Perkembangan ini membuka peluang jutaan lapangan kerja fisik AI dan kejuruan, seperti teknisi chip dan tukang listrik.
- Marc Benioff mengingatkan pemerintah untuk segera mengatur AI guna menanggulangi risiko keselamatan dan informasi keliru.
Para pemimpin perusahaan teknologi global menegaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) membawa dampak yang jauh melampaui sektor digital. Mereka memproyeksikan bahwa AI akan menciptakan jutaan lapangan kerja fisik AI yang membutuhkan keahlian teknis. Pandangan ini mengemuka dalam diskusi penting di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, saat para tokoh industri membahas masa depan teknologi dan dampaknya terhadap pasar kerja global.
CEO Nvidia, Jensen Huang, secara tegas menolak anggapan bahwa ledakan AI saat ini hanyalah sebuah gelembung ekonomi. Huang menunjukkan bukti kuat: permintaan global akan unit pemrosesan grafis (GPU) Nvidia melonjak tajam.
Permintaan tersebut membuat penyewaan GPU di hampir semua layanan komputasi awan (cloud) menjadi semakin sulit. Ini merupakan indikasi nyata tingginya investasi yang terjadi.
Huang menjelaskan bahwa hampir setiap sektor, mulai dari farmasi hingga manufaktur, kini mengalihkan anggaran riset dari laboratorium tradisional ke superkomputer AI. Oleh karena itu, dunia sekarang sedang membangun infrastruktur AI dalam skala masif.
Infrastruktur AI: Pembangunan Terbesar dalam Sejarah
Pembangunan besar-besaran ini mencakup pusat data, pembangkit listrik khusus, dan seluruh jaringan pendukung. Jensen Huang menyebut proyek ini sebagai pembangunan infrastruktur terbesar dalam sejarah manusia.
Pembangunan masif inilah yang menghasilkan banyak pekerjaan baru dengan gaji tinggi. Pekerjaan tersebut sangat membutuhkan tenaga teknis terampil.
Tenaga teknis seperti teknisi chip, pekerja pabrik, dan ahli infrastruktur AI menjadi sangat vital dalam proses pembangunan fondasi digital baru ini.
Senada dengan Huang, CEO Microsoft Satya Nadella juga menilai AI sebagai tren jangka panjang, bukan sekadar gelembung sesaat. Menurut Nadella, jika AI hanyalah gelembung, dampaknya akan terbatas pada sektor teknologi.