Bos Teknologi Klaim AI Buka Lapangan Kerja Fisik Besar-besaran

Bos Teknologi Klaim AI Buka Lapangan Kerja Fisik Besar-besaran
Sumber :
  • Istimewa

Peran AI dalam Percepatan Riset dan Produktivitas

Kebijakan Baru: OpenAI Mulai Pasang Iklan di ChatGPT Gratis

Kenyataannya, AI justru mempercepat riset obat-obatan, meningkatkan efisiensi layanan publik, dan mendorong produktivitas di berbagai industri. Meski demikian, Nadella mengingatkan bahwa manfaat AI harus diukur dari dampak nyatanya terhadap masyarakat luas.

Jika AI hanya menghabiskan energi tanpa memberikan nilai positif di bidang kesehatan dan ekonomi, dukungan publik terhadap teknologi ini dipastikan akan hilang.

Krisis Pasokan Chip Memori: AI Serap 70% Produksi Global 2026

Peluang Lapangan Kerja Fisik yang Sulit Digantikan

Meskipun beberapa riset memperkirakan AI dapat menggantikan jutaan pekerjaan dalam waktu dekat, para pemimpin industri menekankan sisi penciptaan pekerjaan. Mereka yakin AI justru membuka peluang pekerjaan yang membutuhkan keahlian kejuruan yang spesifik.

Bukan Cuma Buat Programmer! Claude Cowork Bisa Atur File & Buat Spreadsheet Otomatis

Jensen Huang secara spesifik menyatakan bahwa industri energi, chip, dan pusat data secara kolektif menciptakan banyak lapangan kerja. Pekerjaan-pekerjaan tersebut dapat menawarkan gaji yang sangat tinggi bagi individu dengan keterampilan khusus.

CEO Palantir, Alex Palantir, juga memprediksi bahwa pekerjaan berbasis kejuruan dan keterampilan teknis akan menjadi tulang punggung pasar kerja yang stabil. Palantir menyebut teknisi dan pekerja terlatih akan semakin dihargai di era AI yang semakin terotomatisasi.

Satya Nadella menekankan pentingnya pengembangan keterampilan AI yang dapat diterapkan secara praktis. Dia berharap ada korelasi langsung antara menguasai keterampilan AI dan peningkatan peluang kerja, sama seperti kemampuan menggunakan perangkat lunak kantor di masa lalu.

Regulasi dan Mitigasi Risiko AI ke Depan

Di tengah optimisme industri, CEO Salesforce Marc Benioff menyampaikan peringatan serius. Walaupun perusahaannya agresif mengadopsi AI, Benioff menyoroti risiko mendasar terkait keselamatan pengguna dan anak-anak.

Benioff menekankan bahwa AI masih sering menghasilkan informasi yang keliru, atau biasa disebut halusinasi. Kondisi ini dapat berdampak berbahaya jika tidak ada tata kelola yang memadai.

Oleh karena itu, pemerintah harus segera hadir dan membentuk regulasi jelas. Regulasi AI berfungsi untuk memitigasi risiko sekaligus menjamin perkembangan lapangan kerja fisik AI berjalan aman dan etis. Tanpa pengawasan ketat, lonjakan teknologi ini berpotensi menimbulkan dampak sosial dan keamanan yang merugikan.