China Blokir Nvidia H200, Geopolitik Chip AI Memanas

China Blokir Nvidia H200, Geopolitik Chip AI Memanas
Sumber :
  • Istimewa

Bos Teknologi Klaim AI Buka Lapangan Kerja Fisik Besar-besaran
  • Bea Cukai Tiongkok telah menerima instruksi internal untuk menahan pengiriman Chip AI Nvidia H200.
  • Pembatasan ini diterapkan secara de facto, meskipun Amerika Serikat telah menyetujui ekspor chip tersebut dengan syarat tertentu.
  • Perusahaan teknologi Tiongkok terpaksa memilih GPU pasar gelap yang harganya 50% lebih mahal atau bergantung pada chip domestik yang kurang bertenaga.

Terobosan: Model Bisnis OpenAI Kini Incar Royalti Keuntungan Klien

Dalam langkah geopolitik yang mengejutkan, Tiongkok diam-diam memerintahkan Bea Cukai untuk menghalangi impor Chip AI paling canggih kedua dari Nvidia, yaitu H200. Perintah internal ini muncul hanya beberapa hari setelah Amerika Serikat (AS) memberikan lampu hijau ekspor dengan syarat ketat. Meskipun tidak ada larangan formal yang diumumkan, instruksi tersebut berfungsi sebagai pembatasan de facto yang segera mengguncang pasar semikonduktor. Para analis teknologi menilai kebijakan ini menegaskan ambisi Beijing untuk mencapai kedaulatan teknologi penuh, bahkan jika harus mengorbankan kinerja komputasi jangka pendek.

Mengapa Blokir Nvidia H200 Dilakukan?

iPhone Lipat 2026 Rilis: Apple Ganti Face ID dengan Touch ID Biometrik

Keputusan Tiongkok membatasi H200 menunjukkan perubahan prioritas strategis nasional. Mereka tampaknya bersedia menerima kesulitan jangka pendek untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi yang dikontrol AS. H200 adalah chip yang sangat penting untuk melatih model Kecerdasan Buatan (AI) skala besar.

Chip ini jauh lebih superior dibandingkan sebagian besar alternatif domestik di Tiongkok. Meskipun demikian, Beijing mendorong industri dalam negeri untuk mempercepat pengembangan. Strategi utama Tiongkok adalah membangun ekosistem chip yang mandiri dan tidak rentan terhadap sanksi atau kebijakan luar negeri.

Dilema Berat Perusahaan Teknologi Tiongkok

Kebijakan pembatasan ini langsung menciptakan masalah besar bagi perusahaan teknologi Tiongkok yang haus akan daya komputasi AI. Mereka telah menerima arahan internal agar tidak membeli chip H200, kecuali untuk proyek penelitian universitas yang sangat terbatas.

Akibatnya, perusahaan dengan kebutuhan AI mendesak mempertimbangkan pembelian melalui pasar gelap (black market). Laporan menyebutkan bahwa server delapan-chip H200 dijual sekitar 2,3 juta yuan di pasar gelap. Angka ini sekitar 50% di atas harga resmi. Situasi ini diperparah oleh penegakan hukum yang semakin ketat, membuat pasokan pasar gelap pun makin sulit diamankan.

Halaman Selanjutnya
img_title