ROG Harpe II Ace: Raja Ultralight Baru Esports, Bobot Hanya 48 Gram

ROG Harpe II Ace: Raja Ultralight Baru Esports, Bobot Hanya 48 Gram
Sumber :
  • Istimewa

Revolusi Gaming: ASUS ROG GR70 Mini PC Bertenaga Ryzen 9
  • Bobot ekstrem 48 gram dicapai menggunakan material bio-based nylon, menghindari desain cangkang berlubang (honeycomb).
  • Sensor ROG AimPoint Pro menawarkan akurasi 42.000 DPI dan dilengkapi fitur Track-on-Glass.
  • Koneksi nirkabel SpeedNova 8.000 Hz mengirimkan data posisi setiap 0,125 milidetik, vital untuk latensi ultra-rendah.

ROG Flow Z13-KJP Hadir: 128GB RAM, Ryzen AI Max+, dan Desain Yoji Shinkawa!

Jakarta: Asus secara resmi merilis mouse gaming kompetitif terbarunya, ROG Harpe II Ace, yang langsung menantang dominasi pasar mouse ultralight. Generasi kedua ini hadir sebagai suksesor dari Harpe Ace Aim Lab Edition, membawa serangkaian peningkatan signifikan. Apakah mouse dengan bobot fantastis 48 gram ini benar-benar layak dinobatkan sebagai Raja Baru mouse esports? Para atlet profesional membutuhkan perangkat yang menjamin kecepatan tanpa inersia, dan di sinilah keunggulan utama perangkat keras ini diletakkan. Ulasan mendalam ini membedah inovasi yang ditawarkan Asus, mulai dari material unik hingga teknologi nirkabel 8.000 Hz.

Desain Revolusioner: Ringan Tanpa Kompromi Struktural

ROG Kithara: Headset Gaming Audiophile Planar Magnetic Pertama

Aspek yang paling mencolok dari ROG Harpe II Ace adalah bobot ekstremnya. Mouse ini hanya memiliki berat 48 gram. Perasaan "menghilang" di tangan pengguna memberikan kebebasan manuver mutlak. Asus berhasil mencapai bobot ini tanpa mengorbankan integritas struktural.

Alih-alih melubangi cangkang (desain honeycomb), Asus memanfaatkan material inovatif berupa bio-based nylon. Material nilon ini secara efektif mengurangi bobot inti perangkat.

Kualitas Material dan Kenyamanan Cengkeraman

Penggunaan material bio-based nylon memberikan tekstur unik. Tekstur tersebut sedikit kasar dan hangat saat disentuh, jauh berbeda dari plastik ABS standar yang sering terasa licin. Tekstur ini justru sangat meningkatkan cengkeraman (grip) yang stabil, bahkan ketika tangan pengguna mulai berkeringat selama sesi gaming intens.

Struktur bodi mouse tetap kaku dan solid. Pengujian menunjukkan tidak ada suara berderit (creaking) atau fleksibilitas yang mengkhawatirkan pada dinding samping, membuktikan kualitas rekayasa Asus. Desainnya mempertahankan profil semi-simetris. Profil ini ideal untuk pengguna yang mengandalkan gaya genggam Claw Grip, menyediakan tumpuan stabil pada pangkal telapak tangan. Di bagian bawah, ROG Harpe II Ace menggunakan kaki mouse (skates) PTFE 100% dengan tepian membulat (2.5D) demi luncuran mulus di berbagai permukaan.

Akurasi Absolut: Sensor AimPoint Pro dan 8.000 Hz

Kinerja inti ROG Harpe II Ace ditenagai oleh sensor optik canggih ROG AimPoint Pro. Sensor ini secara spesifikasi mampu mencapai 42.000 DPI dan kecepatan pelacakan 750 IPS. Meskipun angka DPI setinggi itu tidak relevan untuk penggunaan manusia, headroom sensor yang besar menjamin akurasi pelacakan absolut. Ini sangat penting pada rentang DPI rendah (400–1600 DPI) yang menjadi standar di kalangan pro player.

Fitur unggulan dari sensor varian "Pro" ini adalah teknologi Track-on-Glass. Atlet esports kini dapat melacak pergerakan akurat di permukaan kaca tanpa memerlukan alas tambahan. Sensor tidak menunjukkan adanya jitter atau spin-out, bahkan saat pengguna melakukan gerakan banting (flick) yang ekstrem dan cepat.

Implementasi Polling Rate SpeedNova 8K

Implementasi teknologi nirkabel pada ROG Harpe II Ace sangat cepat. Asus menyematkan teknologi SpeedNova 8K secara natif. Teknologi ini memungkinkan polling rate ekstrem 8.000 Hz hanya dengan menggunakan receiver USB kecil standar.

Pada 8.000 Hz, mouse mengirimkan data posisi ke PC setiap 0,125 milidetik. Angka ini jauh melampaui standar industri 1.000 Hz (1 milidetik). Hasilnya? Kursor terasa jauh lebih responsif dan sinkron, khususnya saat dipasangkan dengan monitor refresh rate 240Hz ke atas. Latensi klik juga minimal berkat penggunaan ROG Optical Micro Switches. Sakelar optik ini tahan hingga 100 juta klik, menghilangkan risiko double-clicking yang menjadi masalah umum pada sakelar mekanis.

Efisiensi Software dan Mode Khusus Turnamen

Asus mendengarkan kritik lama pengguna mengenai perangkat lunak yang memberatkan sistem. ROG Harpe II Ace mendukung ROG Gear Link. Ini adalah alat konfigurasi berbasis web yang efisien. Pengguna tidak perlu lagi menginstal Armoury Crate yang sering dianggap bloatware. Cukup buka browser, atur DPI, polling rate, atau pencahayaan, dan pengaturan otomatis tersimpan di memori onboard mouse.

Untuk skenario turnamen dengan taruhan tinggi, tersedia fitur Zone Mode. Ketika diaktifkan melalui kombinasi tombol, mode ini memaksa sensor dan koneksi nirkabel bekerja pada performa puncak. Mode ini mencegah mouse masuk ke mode hemat daya, menjamin latensi nol bahkan setelah mouse diam sejenak.

Implikasi Daya Tahan Baterai di Arena Kompetisi

Performa tinggi yang disajikan ROG Harpe II Ace tentu berimbas pada konsumsi daya. Pada mode standar 1.000 Hz, daya tahan baterai mouse tergolong luar biasa, mampu bertahan hingga 101 jam (tanpa RGB). Angka ini menempatkannya setara atau sedikit lebih unggul dari kompetitor utama di kelasnya.

Namun, mengaktifkan mode 8.000 Hz atau Zone Mode akan menurunkan daya tahan baterai secara drastis ke kisaran 15 hingga 17 jam. Ini merupakan kompromi fisika yang tidak terhindarkan demi mencapai polling rate tercepat. Bagi pengguna kasual, 1.000 Hz sudah memberikan masa pakai baterai berminggu-minggu. Sebaliknya, bagi atlet esports yang mencari performa tanpa kompromi, pengisian daya harian adalah harga yang wajar. Untungnya, mouse ini sudah mendukung pengisian cepat via USB-C. ROG Harpe II Ace membuktikan bahwa mouse ultralight juga bisa menjadi yang paling akurat dan responsif.