Scrolling Threads Tak Lagi Bersih! Iklan Resmi Muncul Mulai 26 Januari

Scrolling Threads Tak Lagi Bersih! Iklan Resmi Muncul Mulai 26 Januari
Sumber :
  • Meta Newsroom

Gadget – Mulai Senin, 26 Januari 2026, pengalaman menggunakan Threads platform microblogging besutan Meta akan berubah secara signifikan. Setelah hampir dua tahun menawarkan linimasa yang “bersih” dari iklan, Meta akhirnya resmi memperkenalkan iklan berbayar di feed pengguna sebagai bagian dari strategi monetisasi global.

Kebijakan Baru: OpenAI Mulai Pasang Iklan di ChatGPT Gratis

Langkah ini bukan kejutan total. Sejak debutnya pada pertengahan 2023, Threads telah mengumpulkan lebih dari 400 juta pengguna aktif bulanan, menjadikannya salah satu platform media sosial dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah. Namun, tanpa aliran pendapatan yang jelas, keberlanjutan bisnisnya dipertanyakan. Kini, dengan peluncuran iklan, Threads resmi menyusul jejak Facebook, Instagram, dan X (Twitter) dalam mengandalkan periklanan sebagai tulang punggung pendapatan.

Artikel ini mengupas apa yang berubah, bagaimana iklan akan ditampilkan, teknologi di baliknya, serta dampaknya terhadap pengalaman pengguna.

Meta Blokir 550 Ribu Akun Anak di Australia: Regulasi Usia Mendesak

Iklan Threads Hadir Secara Bertahap, Dimulai 26 Januari 2026

Menurut pengumuman resmi di Meta Newsroom, iklan di Threads akan diluncurkan secara bertahap secara global mulai 26 Januari 2026. Artinya, tidak semua pengguna akan langsung melihat iklan pada hari pertama. Meta menerapkan pendekatan phased rollout untuk memantau respons pengguna dan mengoptimalkan penempatan iklan.

550 Ribu Akun Anak Diblokir Meta: Dampak Aturan Medsos Australia

Sebelum peluncuran global, iklan Threads telah diuji coba di Amerika Serikat dan Jepang sejak April 2025. Fase uji selama kurang dari setahun ini digunakan untuk menyempurnakan format, frekuensi, dan relevansi iklan sekaligus memastikan tidak mengganggu interaksi sosial inti platform.

Tampilan Iklan: Native, Menyatu dengan Postingan Pengguna

Salah satu prinsip utama desain iklan Threads adalah “native integration”. Dari demo yang dibagikan Meta, iklan akan muncul langsung di linimasa utama (main feed), menyatu secara visual dengan postingan biasa mirip dengan cara iklan ditampilkan di Instagram atau Facebook.

Ciri khas iklan ini:

  • Ditandai dengan label “Sponsored” atau “Promoted”
  • Muncul di antara unggahan teman atau akun yang diikuti
  • Tidak memiliki batas waktu tayang eksplisit (bisa muncul berulang)

Bagi pengguna, ini berarti scrolling tidak lagi sepenuhnya organik. Meski Meta menjanjikan intensitas awal yang rendah, kehadiran iklan tetap mengubah dinamika platform yang awalnya dipuji karena kesederhanaan dan minim gangguan.

Ditenagai AI Meta: Iklan yang Sangat Personal

Iklan di Threads tidak dibuat asal-asalan. Mereka ditenagai oleh sistem periklanan berbasis AI milik Meta, yang sama digunakan di Facebook dan Instagram. Artinya:

  • Iklan akan disesuaikan dengan minat, riwayat klik, lokasi, usia, dan aktivitas online pengguna
  • Relevansi iklan diharapkan tinggi, sehingga terasa “berguna” daripada mengganggu
  • Pengiklan bisa menargetkan audiens dengan presisi tinggi

Format iklan yang didukung juga sangat beragam:

  • Gambar statis
  • Video pendek
  • Carousel (beberapa gambar yang bisa digeser)
  • Katalog produk
  • Iklan aplikasi (untuk unduh game atau layanan)

Fitur ini membuka pintu lebar bagi UMKM, kreator konten, dan brand global untuk menjangkau audiens Threads yang mayoritas muda, urban, dan aktif secara digital.

Mengapa Sekarang? Alasan Bisnis di Balik Monetisasi Threads

Meski populer, Threads belum menghasilkan pendapatan signifikan sejak diluncurkan. Dengan biaya infrastruktur, pengembangan fitur, dan tim operasional yang besar, monetisasi menjadi keharusan.

Beberapa faktor yang mendorong keputusan ini:

  • Basis pengguna matang: 400 juta MAU (Monthly Active Users) adalah angka yang cukup untuk menarik pengiklan besar.
  • Persaingan ketat: X/Twitter sudah lama mengandalkan iklan; Threads perlu sumber pendapatan agar tetap kompetitif.
  • Integrasi ekosistem Meta: Iklan Threads bisa dikelola lewat Meta Ads Manager, memudahkan pengiklan yang sudah aktif di Facebook/Instagram.

Meta juga berharap iklan akan mendorong kreator untuk beralih ke Threads, karena kini mereka bisa memonetisasi audiens melalui kampanye berbayar atau kolaborasi brand.

Respons Pengguna: Antara Wajar dan Kecewa

Reaksi publik terbelah. Sebagian pengguna menganggap ini langkah wajar platform gratis pasti butuh pendapatan. Namun, banyak juga yang kecewa, karena Threads awalnya dipuja sebagai “alternatif bersih” dari X/Twitter yang penuh iklan dan konten provokatif.

Beberapa pengguna khawatir:

  • Feed akan menjadi terlalu komersial
  • Privasi data semakin dikomersialisasi
  • Kualitas diskusi publik menurun akibat dominasi konten promosi

Namun, Meta menegaskan bahwa pengalaman inti Threads percakapan ringan, ide cepat, dan komunitas tetap menjadi prioritas utama.

Apa yang Bisa Dilakukan Pengguna?

Sayangnya, tidak ada opsi untuk menonaktifkan iklan di Threads kecuali berlangganan versi premium (yang belum diumumkan). Namun, pengguna tetap bisa:

  • Menyembunyikan iklan tertentu dengan opsi “Not Interested”
  • Menyesuaikan preferensi iklan melalui pengaturan akun Meta
  • Melaporkan iklan menyesatkan atau tidak relevan

Meta juga menjanjikan transparansi lebih baik tentang mengapa suatu iklan ditampilkan fitur yang sudah tersedia di Instagram dan Facebook.

Kesimpulan: Akhir dari Era “Bersih”, Awal dari Era Monetisasi

Peluncuran iklan di Threads menandai tahap dewasa platform ini. Dari eksperimen sosial menjadi mesin bisnis yang mapan. Bagi Meta, ini adalah langkah strategis untuk memperkuat posisinya di pasar media sosial pasca-pandemi.

Bagi pengguna, ini adalah peringatan halus: tidak ada platform gratis yang benar-benar “gratis”. Yang ada hanyalah pertukaran data dan perhatian Anda ditukar dengan akses ke ruang percakapan digital.

Yang perlu diawasi ke depan: seberapa agresif Meta menayangkan iklan, dan apakah mereka mampu menjaga keseimbangan antara pendapatan dan pengalaman pengguna. Jika gagal, risikonya bukan hanya penurunan engagement tapi juga eksodus pengguna ke platform baru yang benar-benar bebas iklan.

Satu hal pasti: mulai pekan depan, setiap scroll di Threads mungkin saja membawa Anda ke dunia komersial bukan hanya percakapan.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget