Revolusi F1: Lenovo Neptune Turunkan Energi 40%

Revolusi F1: Lenovo Neptune Turunkan Energi 40%
Sumber :
  • Lenovo

Lenovo Qira: Super Agent AI Personal yang Memahami Kebiasaan
  • Formula 1 mengimplementasikan Lenovo Neptune Liquid Cooling pada infrastruktur High Performance Computing (HPC) mereka.
  • Teknologi pendingin cair ini menjanjikan efisiensi energi drastis hingga 40% dibandingkan pendingin udara tradisional.
  • Langkah ini krusial dalam mendukung strategi keberlanjutan F1 untuk mencapai target Net Zero pada tahun 2030.
  • Sistem ini diterapkan pertama kali di Media & Technology Centre (M&TC) F1 di Biggin Hill, Inggris.

Pilihan Gadget Terbaik MWC 2026: Huawei Mate 80 Pro & Honor Magic V6

Formula 1, ajang balap paling bergengsi di dunia, baru saja mengambil langkah strategis menuju operasional yang lebih hijau. Bekerja sama dengan mitra teknologi globalnya, Lenovo, F1 resmi mengadopsi teknologi pendinginan mutakhir, yakni Lenovo Neptune Liquid Cooling. Penerapan ini bertujuan meningkatkan performa High Performance Computing (HPC) sambil memangkas konsumsi energi secara drastis. Infrastruktur baru ini vital untuk memastikan kualitas siaran langsung yang diterima oleh lebih dari 820 juta penggemar global.

Pengumuman ini menegaskan komitmen F1 terhadap keberlanjutan jangka panjang. Mereka kini memanfaatkan solusi pendinginan berbasis air yang sangat canggih. Solusi ini juga selaras penuh dengan ambisi F1 untuk mencapai Net Zero pada tahun 2030.

Lenovo Percepat Hybrid AI di Tech World 26 Hong Kong

Efisiensi Maksimal melalui Pendinginan Berbasis Air

Teknologi Lenovo Neptune Liquid Cooling telah terbukti secara fundamental memperkuat infrastruktur teknis F1. Dr. Tolga Kurtoglu, Chief Technology Officer Lenovo, menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan beban kerja yang lebih tinggi dengan kecepatan yang lebih konsisten. Selain itu, sistem ini menawarkan penghematan energi signifikan, bahkan mencapai 40%.

Peningkatan efisiensi energi 40% ini menjadi sorotan utama. Formula 1 memerlukan daya komputasi yang masif untuk menjalankan seluruh sistem penyiaran dan analitik data balapan. Dengan Neptune Liquid Cooling, mereka dapat mempertahankan kinerja superior tanpa meningkatkan jejak karbon.

Optimasi Server untuk Beban Kerja AI

Infrastruktur pendingin cair ini terintegrasi langsung ke dalam server Lenovo ThinkSystem SD665-N V3. Integrasi ini merupakan kunci. Sistem tersebut bekerja dengan menghilangkan panas pada tingkat prosesor menggunakan air hangat.

Faktanya, pendekatan ini memungkinkan Formula 1 menjalankan beban kerja kecerdasan buatan (AI) dan pemrosesan data yang jauh lebih kuat. Formula 1 tidak perlu mengkhawatirkan peningkatan konsumsi energi yang signifikan. Stabilitas termal sistem menjadi lebih terjamin dibandingkan ketika menggunakan sistem pendingin udara tradisional.

Jantung Operasi F1: Peran M&TC dan Volume Data

Pusat utama operasional siaran dan data Formula 1, Media & Technology Centre (M&TC), menjadi lokasi awal penerapan bertahap teknologi pendinginan ini. M&TC, yang berlokasi canggih di Biggin Hill, Inggris, menangani sebagian besar pemrosesan data selama akhir pekan balapan.

Di fasilitas tersebut, F1 mengoperasikan lebih dari 180 sistem perangkat lunak khusus. Keseluruhan sistem ini melibatkan lebih dari empat juta baris kode. Semua operasional kritis ini sepenuhnya didukung oleh infrastruktur Lenovo yang tangguh.

Tuntutan Data di Lintasan Balap

Kebutuhan data Formula 1 terus bertambah secara eksponensial. Sepanjang akhir pekan balapan, sekitar 600 TB data live ditransmisikan. Data bergerak antara Event Technical Centre (ETC) di sisi lintasan dan M&TC.

Peningkatan volume data ini menjadikan penerapan Lenovo Neptune Liquid Cooling sangat bernilai. Teknologi ini menjanjikan kinerja yang lebih tinggi, stabilitas termal, serta efisiensi yang jauh lebih besar. Solusi ini sangat penting untuk mendukung ribuan staf yang bekerja secara kolaboratif. Setiap tahunnya, lebih dari 600 karyawan F1 mengandalkan server dan perangkat AI ready Lenovo, mulai dari laptop hingga workstation.

Ambisi Net Zero 2030 dan Inovasi Masa Depan

Chris Roberts, Director of IT Formula 1, menunjukkan optimismenya terhadap kemitraan ini. Formula 1 kini berada di jalur yang tepat untuk mencapai target menjadi Net Zero pada tahun 2030. Kolaborasi bersama Lenovo menjadi pendorong utama.

Roberts menekankan bahwa F1 dapat terus berkontribusi secara positif terhadap tujuan keberlanjutan. Mereka mengoptimalkan infrastruktur HPC sambil terus berinovasi dalam teknologi. Implementasi sistem Lenovo Neptune Liquid Cooling bukan hanya tentang efisiensi, tetapi juga tentang membuka jalan bagi gelombang inovasi berikutnya. Teknologi ini secara fundamental meningkatkan pengalaman penggemar dalam ajang balap tercepat di dunia, menjadikan Formula 1 lebih cepat dan lebih hijau.