WEF Davos 2026: Strategi Indonesia Mendorong Adopsi AI yang Aman

WEF Davos 2026: Strategi Indonesia Mendorong Adopsi AI yang Aman
Sumber :
  • Istimewa

Revolusi Musik: MUSE, Modul Musik AI yang Mendengar Permainan Anda
  • WEF 2026 dijadikan panggung RI mengakselerasi Adopsi AI Indonesia sekaligus memperkuat keamanan siber.
  • Indonesia masih menghadapi tantangan adopsi AI yang baru mencapai 27,34% dan defisit 600.000 talenta digital per tahun.
  • Agenda keberlanjutan (Green Growth) menawarkan potensi ekonomi hingga US$400 miliar bagi perusahaan nasional.

Bot Negosiasi Bisnis: Tantangan Agen AI ke Identitas Merek

Pertemuan Tahunan World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos menjadi momentum krusial bagi Indonesia. Pemerintah dan pelaku industri melihat forum global ini sebagai kesempatan emas. Mereka harus menggenjot implementasi Adopsi AI Indonesia sambil tetap memprioritaskan keamanan siber dan tata kelola digital.

Isu kecerdasan buatan (AI) serta keamanan siber menjadi bahasan utama dalam WEF 2026. Pembahasan tersebut tidak hanya menyentuh aspek inovasi, tetapi juga dampak luasnya terhadap masyarakat dan sistem perekonomian global.

Bukti Nyata: Agentic AI ROI Naik 10% dan Ubah Bisnis

Akselerasi Adopsi AI dan Tantangan Talenta Digital

Indonesia kini berpacu mengejar ketertinggalan dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan. Adopsi AI nasional masih tergolong rendah, sehingga memerlukan dorongan serius dari berbagai pihak.

Hingga tahun 2025, Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat tingkat adopsi AI di Indonesia baru mencapai angka 27,34%. Angka ini jelas menunjukkan perlunya strategi percepatan yang terstruktur.

Misi Mengejar Target 9 Juta Talenta Digital

Tantangan utama yang dihadapi Indonesia adalah ketersediaan sumber daya manusia. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komdigi) memperkirakan kebutuhan talenta digital mencapai 600.000 orang per tahun.

Kebutuhan tersebut harus dipenuhi untuk mencapai target ambisius, yaitu menghasilkan 9 juta talenta digital pada tahun 2030. Oleh karena itu, investasi pada pengembangan kapasitas manusia menjadi sangat mendesak.

Peran Industri di Forum Strategis WEF Davos 2026

Keterlibatan aktif perusahaan nasional di forum global ini menjadi kunci keberhasilan. Vince Iswara, CEO & Co-Founder DANA Indonesia, menyampaikan pentingnya partisipasi tersebut.

Vince menyebut WEF Davos merupakan ruang strategis. Di sana, perusahaan dapat memahami arah pergerakan dunia dan bagaimana Indonesia mengambil peran aktif. Partisipasi DANA selaras dengan komitmen mereka mendukung layanan keuangan digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.

Mendorong Pertumbuhan Hijau dan Keberlanjutan Global

Selain fokus pada teknologi digital, WEF Davos 2026 juga menempatkan keberlanjutan sebagai agenda prioritas. Forum tersebut mengusung tema "How can we build prosperity within planetary boundaries?".

WEF mendorong pendekatan ekonomi yang regeneratif, sirkular, dan inklusif. Tujuannya adalah memastikan pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan kelestarian lingkungan.

Peluang Green Growth Senilai US$400 Miliar

Perubahan preferensi konsumen secara global memperkuat relevansi isu keberlanjutan bagi bisnis. Studi OECD mencatat 65% konsumen global siap mengubah gaya hidup mereka demi lingkungan yang lebih baik.

Di Indonesia, peluang ekonomi hijau (Green Growth) terlihat konkret dan menjanjikan. Laporan AC Ventures–BCG memetakan potensi green growth hingga mencapai US$400 miliar. Peluang bisnis utama terdapat pada jasa profesional strategi, solusi pengurangan intensitas emisi, dan emission offsetting.

Agenda Transformasi Digital dan Ekonomi Berkelanjutan RI

WEF Davos 2026 berlangsung pada 19–23 Januari 2026 dengan tema besar “A Spirit of Dialogue”. Tema ini diterjemahkan menjadi lima pertanyaan kunci, mulai dari kerja sama global hingga inovasi yang bertanggung jawab.

Forum ini memberikan peta jalan yang jelas bagi Indonesia. Peta jalan ini mencakup cara berinvestasi pada manusia, menciptakan sumber pertumbuhan baru, dan memastikan Adopsi AI Indonesia berjalan secara bertanggung jawab. Melalui partisipasi di WEF, Indonesia menegaskan komitmennya membangun kemakmuran yang berkelanjutan, di tengah tantangan fragmentasi dunia.