TikTok Aktifkan Deteksi Usia AI Global: Akun Anak Diblokir

TikTok Aktifkan Deteksi Usia AI Global: Akun Anak Diblokir
Sumber :
  • Istimewa

Mitos AI Gantikan Manusia Runtuh: Dampak AI pada Karier Layanan
  • TikTok akan menerapkan sistem deteksi usia berbasis AI di seluruh Eropa dalam waktu dekat untuk merespons tekanan regulator global.
  • Teknologi ini dirancang untuk mengidentifikasi dan menghapus akun pengguna yang berada di bawah batas usia minimum 13 tahun.
  • Proses moderasi melibatkan tinjauan manusia setelah sistem AI menandai akun, menjamin akurasi dan kepatuhan terhadap privasi data.

MediaTek Filogic 8000 Resmi Hadir: Pelopor Era Wi-Fi 8 Latensi Rendah

Media sosial raksasa, TikTok, mengambil langkah tegas menanggapi tekanan regulator global. Perusahaan baru saja mengumumkan peluncuran sistem deteksi usia TikTok AI yang canggih di seluruh wilayah Eropa dalam beberapa minggu ke depan. Keputusan strategis ini bertujuan memperkuat upaya perlindungan anak digital dan menjamin kepatuhan platform terhadap aturan batas usia minimum. Sistem ini dirancang spesifik untuk menemukan dan menghapus akun yang dimiliki oleh pengguna di bawah 13 tahun, sesuai kebijakan internal dan persyaratan regulasi Eropa.

Mekanisme Kerja Deteksi Usia TikTok AI

3 Robot Humanoid Trending 2026 yang Paling Mirip Manusia dan Siap Digunakan

Manajemen TikTok mengonfirmasi teknologi ini bekerja dengan menganalisis berbagai titik data digital. Sistem kecerdasan artifisial (AI) mengevaluasi informasi profil, pola perilaku pengguna, hingga konten video yang dipublikasikan. Analisis komprehensif ini digunakan untuk memperkirakan apakah seorang pengguna berada di bawah batas usia minimum yang diizinkan platform.

Moderasi Berlapis Menjamin Akurasi

TikTok memastikan keputusan moderasi tidak sepenuhnya diserahkan kepada algoritma semata. Apabila sistem menandai sebuah akun sebagai milik pengguna di bawah umur, akun tersebut akan ditinjau lebih lanjut. Moderator spesialis manusia memverifikasi temuan AI sebelum perusahaan mengambil keputusan penghapusan. Mekanisme moderasi berlapis ini diterapkan secara khusus. Tujuannya meminimalkan risiko kesalahan teknis atau kejadian "positif palsu," di mana pengguna yang sah secara keliru ditandai oleh sistem.

Kolaborasi dengan Regulator Eropa dan Isu Privasi

Peluncuran teknologi deteksi usia TikTok AI ini terlaksana melalui kolaborasi intensif. TikTok bekerja sama dengan Komisi Perlindungan Data Irlandia (DPC). Kerja sama tersebut menjamin integrasi teknologi tetap mematuhi undang-undang privasi Eropa yang sangat ketat (GDPR). Pihak TikTok menyatakan, prinsip perlindungan data telah terintegrasi sejak fase desain teknologi. Hal ini memungkinkan perusahaan memberikan keamanan bagi remaja tanpa mengorbankan perlindungan data pribadi pengguna. Prediksi usia oleh AI hanya digunakan untuk memutuskan apakah akun perlu dikirimkan kepada moderator manusia.

Peningkatan Pengawasan dan Tantangan Perlindungan Anak Digital Global

Langkah TikTok ini mencerminkan sorotan tajam regulator Uni Eropa. Para pembuat kebijakan mendesak platform media sosial bertindak lebih tegas mengenai isu keselamatan anak. Parlemen Eropa saat ini mengkaji kemungkinan penerapan larangan media sosial bagi anak di bawah usia 15 tahun. Kebijakan ini mengikuti jejak Australia yang baru saja melembagakan larangan bagi anak di bawah 16 tahun.

Respons Indonesia Melalui PP TUNAS

Tekanan terhadap perlindungan anak digital juga terjadi di kawasan Asia. Di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) merancang Peraturan Pemerintah TUNAS (PP Tunas). Regulasi ini menetapkan kewajiban bagi platform digital menjaga keselamatan anak-anak pengguna. Kewajiban tersebut mencakup pengaturan akun khusus anak, pembatasan akses terhadap fitur berpotensi membahayakan, dan penerapan mekanisme pengawasan yang lebih ketat.

Hambatan Verifikasi Usia di Industri Digital Lain

Tantangan verifikasi usia secara online bukan isu eksklusif bagi TikTok. Isu operasional ini dihadapi oleh seluruh pelaku industri digital. Sebagai contoh, platform gim Roblox dilaporkan menggunakan teknologi pengenalan wajah. Namun, mereka masih menghadapi kendala teknis berupa upaya manipulasi sistem yang dilakukan oleh pengguna untuk mengakali batas usia.

Analisis Dampak Kebijakan Batas Usia Digital ke Depan

Peluncuran sistem deteksi usia TikTok AI di Eropa menetapkan standar industri baru. Langkah ini menegaskan bahwa platform digital harus menyeimbangkan inovasi AI dengan tanggung jawab etika yang tinggi. Ke depannya, tekanan regulasi akan terus meningkat. Isu perlindungan anak digital dan privasi data akan menjadi fokus utama regulator di seluruh dunia. Penerapan AI dalam mekanisme moderasi menunjukkan komitmen platform, namun efektivitas dan akurasi sistem akan terus menjadi subjek pengawasan ketat.