TikTok Klarifikasi Isu PHK 90% Karyawan Tokopedia, Benarkah Operasi Teknologi Kini Dipindahkan ke China?
- Istimewa
GadgetVIVA - Kabar mengenai PHK Tokopedia kembali mengundang perhatian publik. Setelah muncul laporan yang menyebut sebagian besar karyawan Tokopedia telah terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), TikTok akhirnya memberikan penjelasan resmi mengenai perubahan organisasi yang tengah dilakukan di perusahaan hasil integrasi Tokopedia dan TikTok Shop.
Isu ini menjadi perbincangan karena tidak hanya menyangkut jumlah karyawan yang terdampak, tetapi juga muncul dugaan bahwa sebagian besar fungsi teknologi Tokopedia kini dialihkan ke China setelah perusahaan diakuisisi oleh ByteDance, induk perusahaan TikTok.
Di sisi lain, TikTok menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk membangun bisnis yang lebih efisien sekaligus memperkuat pertumbuhan jangka panjang di tengah persaingan industri e-commerce yang semakin ketat.
PHK Tokopedia Disebut Menyisakan Sebagian Kecil Tim Teknologi
Berdasarkan informasi yang beredar, gelombang PHK terbaru disebut berdampak besar terhadap divisi teknologi Tokopedia. Sejumlah sumber menyebutkan lebih dari 450 karyawan teknologi dirumahkan dalam proses restrukturisasi terakhir.
Jika dibandingkan dengan kondisi sebelum Tokopedia bergabung dengan TikTok, jumlah tersebut dinilai cukup signifikan. Sebelum akuisisi, divisi teknologi Tokopedia dikabarkan memiliki sekitar 1.100 karyawan.
Kini, menurut sumber yang mengetahui proses tersebut, jumlah personel teknologi yang masih bekerja di Indonesia tinggal sekitar 35 orang. Sementara itu, sebagian besar fungsi pengembangan teknologi disebut telah berada di bawah koordinasi tim ByteDance.
Meski demikian, informasi tersebut berasal dari narasumber internal dan belum seluruh rinciannya dikonfirmasi secara independen oleh perusahaan.
Selain tim teknologi, restrukturisasi juga disebut berdampak pada berbagai unit lain. Namun, sejumlah divisi strategis seperti bisnis, trust and safety, serta sebagian fungsi operasional masih tetap dipertahankan untuk mendukung aktivitas perusahaan di Indonesia.
TikTok Tokopedia Jelaskan Alasan Restrukturisasi
Menanggapi kabar tersebut, juru bicara TikTok menyampaikan bahwa perusahaan memang sedang melakukan penyelarasan organisasi, khususnya pada divisi riset dan pengembangan (Research & Development/R&D).
Menurut perusahaan, langkah tersebut bertujuan agar sumber daya yang dimiliki dapat lebih fokus mendukung inovasi, meningkatkan kualitas layanan, serta menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.