TikTok Klarifikasi Isu PHK 90% Karyawan Tokopedia, Benarkah Operasi Teknologi Kini Dipindahkan ke China?

TikTok Tokopedia
Sumber :
  • Istimewa

Dalam keterangannya, TikTok menjelaskan bahwa penyelarasan organisasi dilakukan untuk memperkuat dukungan terhadap tiga kelompok utama dalam ekosistem mereka, yaitu pelaku usaha, komunitas kreator, dan para penjual yang memanfaatkan platform TikTok Shop maupun Tokopedia.

img_title Capek Scroll Medsos? AI Ungkap Bahaya Scrolling Smartphone

Artinya, perusahaan menilai perubahan struktur organisasi merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang, bukan sekadar pengurangan jumlah tenaga kerja.

Di tengah transformasi industri digital yang berlangsung cepat, restrukturisasi semacam ini memang menjadi langkah yang cukup umum dilakukan perusahaan teknologi global untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mempercepat proses pengambilan keputusan.

img_title PP Tunas Berlaku: TikTok-Bigo Patuh, Platform X Masih Abai?

Operasional Teknologi Disebut Beralih ke China

Salah satu isu yang paling banyak mendapat perhatian adalah kabar mengenai perpindahan fungsi teknologi Tokopedia ke China.

img_title TikTok Janji Patuhi PP Tunas demi Lindungi Anak Indonesia

Sejumlah sumber menyebut seluruh pengembangan sistem inti Tokopedia maupun TikTok Shop kini dikelola oleh tim ByteDance yang berada di China. Kondisi tersebut berbeda dibandingkan sebelum proses akuisisi, ketika mayoritas pengembangan teknologi dilakukan oleh talenta lokal di Indonesia.

Informasi ini memunculkan kekhawatiran mengenai berkurangnya keterlibatan tenaga teknologi Indonesia dalam pengembangan platform e-commerce yang selama bertahun-tahun dibangun oleh Tokopedia.

Namun hingga kini, TikTok belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai lokasi operasional tim teknologi maupun pembagian peran antara tim di Indonesia dan pusat pengembangan global mereka.

Akuisisi Tokopedia Jadi Titik Awal Integrasi

Perubahan organisasi yang terjadi saat ini tidak bisa dilepaskan dari proses akuisisi Tokopedia oleh ByteDance yang resmi diumumkan pada awal 2024.

Saat itu, GoTo melepas sekitar 75 persen kepemilikan Tokopedia kepada ByteDance sebagai bagian dari kesepakatan strategis untuk mengintegrasikan Tokopedia dengan TikTok Shop.

Langkah tersebut dilakukan setelah pemerintah Indonesia melarang platform media sosial menjalankan layanan e-commerce secara langsung. Kebijakan itu sempat membuat TikTok Shop menghentikan operasionalnya di Indonesia sebelum akhirnya kembali beroperasi melalui kerja sama dengan Tokopedia.

Melalui transaksi tersebut, ByteDance menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan sekitar 75 persen, sementara GoTo tetap mempertahankan hampir 25 persen saham Tokopedia.

Sebagai bagian dari kesepakatan bisnis, GoTo masih memperoleh pendapatan berupa imbalan jasa e-commerce yang dibayarkan secara berkala.

Halaman Selanjutnya
img_title