TikTok Klarifikasi Isu PHK 90% Karyawan Tokopedia, Benarkah Operasi Teknologi Kini Dipindahkan ke China?
- Istimewa
GoTo Masih Mendapat Manfaat Finansial
Meskipun tidak lagi menjadi pemegang saham mayoritas, GoTo masih menikmati manfaat ekonomi dari kerja sama tersebut.
Sepanjang 2025, nilai imbalan jasa e-commerce yang diterima GoTo dilaporkan mencapai sekitar Rp820 miliar. Angka tersebut meningkat sekitar 32 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp622 miliar.
Selain memperoleh pendapatan jasa, GoTo juga tetap mencatat bagian laba maupun rugi Tokopedia sesuai dengan proporsi kepemilikan saham yang masih dimiliki perusahaan.
Hal ini menunjukkan bahwa hubungan bisnis antara kedua perusahaan masih terus berjalan meskipun kendali operasional berada di bawah ByteDance.
Persaingan E-Commerce Asia Tenggara Semakin Ketat
Di tengah restrukturisasi internal, tantangan lain juga datang dari persaingan industri e-commerce yang semakin kompetitif.
Berdasarkan laporan Ecommerce in Southeast Asia 2026 yang diterbitkan Momentum Works, nilai pasar e-commerce Asia Tenggara mencapai sekitar US$157,6 miliar sepanjang 2025 atau tumbuh lebih dari 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, dari sisi nilai transaksi bruto atau Gross Merchandise Value (GMV), Tokopedia berada di posisi paling rendah di antara para pemain utama kawasan.
Tokopedia mencatat GMV sekitar US$9 miliar selama 2025.
Sebagai perbandingan, Shopee masih menjadi pemimpin pasar dengan GMV mencapai sekitar US$83,2 miliar. Sementara itu, TikTok Shop mencatat pertumbuhan paling agresif dengan GMV sekitar US$45,6 miliar atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Di posisi berikutnya terdapat Lazada dengan nilai transaksi sekitar US$18 miliar.
Jika performa TikTok Shop digabungkan dengan Tokopedia yang kini berada dalam satu ekosistem, total GMV keduanya mencapai sekitar 65,7 persen dari pencapaian Shopee di Asia Tenggara.
Transformasi Bisnis Jadi Fokus Utama TikTok Tokopedia
Restrukturisasi yang terjadi di Tokopedia menunjukkan bahwa perusahaan tengah memasuki fase baru setelah bergabung dengan ByteDance. Di satu sisi, langkah efisiensi dinilai dapat mempercepat integrasi teknologi dan memperkuat daya saing bisnis di kawasan.
Namun di sisi lain, besarnya jumlah PHK karyawan Tokopedia juga memunculkan perhatian terhadap keberlangsungan talenta digital Indonesia serta masa depan pengembangan teknologi lokal.