Jensen Huang di China: Chip Nvidia H200 Tiba-tiba Diblokir Bea Cukai
- Istimewa
- Bea Cukai Tiongkok tiba-tiba memblokir impor chip AI Nvidia H200 yang telah tiba di Hong Kong.
- CEO Nvidia, Jensen Huang, tetap melanjutkan kunjungan ke Shanghai, Beijing, dan Shenzhen di tengah insiden ini.
- Insiden ini menunjukkan persetujuan ekspor dari Amerika Serikat tidak menjamin izin masuk ke wilayah Tiongkok.
CEO Nvidia, Jensen Huang, kini sedang berada di Tiongkok. Kunjungannya ke Shanghai—yang rencananya diikuti perjalanan ke Beijing dan Shenzhen—sebenarnya merupakan tradisi Tahun Baru Imlek perusahaan. Namun, situasi kali ini terasa sangat tegang.
Beberapa hari sebelum kunjungan Huang, Bea Cukai Tiongkok secara tak terduga memblokir impor chip AI premium Nvidia H200. Chip tersebut tertahan di Hong Kong. Hingga kini, otoritas Tiongkok belum memberikan penjelasan resmi mengenai apakah pembatasan ini bersifat sementara atau permanen.
Nvidia juga memilih bungkam. Kebisuan kedua belah pihak ini memicu ketidakpastian tinggi bagi para investor dan pelanggan besar di Tiongkok. Insiden ini menegaskan betapa rapuhnya rantai pasokan teknologi di tengah Perang Dagang Chip.
Mengapa Pemblokiran Chip Nvidia H200 Memicu Kekhawatiran?
Nvidia H200 termasuk salah satu chip AI paling kuat yang diizinkan untuk diekspor ke Tiongkok berdasarkan regulasi Amerika Serikat. Washington telah menyetujui ekspor ini sejak Desember, setelah melalui lobi intensif dari Nvidia.
Namun, tindakan Bea Cukai Tiongkok menunjukkan bahwa persetujuan AS saja tidak lagi memadai. Tiongkok memiliki hak untuk memveto atau menunda masuknya barang sensitif. Kondisi ini memperjelas risiko geopolitik yang dihadapi raksasa teknologi AS.
Ketergantungan dan Harga Pasar
Regulator Tiongkok telah berulang kali memperingatkan perusahaan teknologi lokal agar mengurangi ketergantungan pada produk asing. Mereka mendesak perusahaan besar untuk memprioritaskan chip domestik. Perusahaan raksasa seperti Alibaba Group, Tencent, dan ByteDance kini hanya membeli H200 untuk proyek kritis.
Pembatasan mendadak ini langsung memukul ketersediaan pasokan. Akibatnya, harga chip Nvidia H200 melonjak tajam di pasar abu-abu Tiongkok. Pembeli lokal kini menghadapi biaya yang jauh lebih tinggi dan penundaan yang signifikan.
Fase Baru Eskalasi Perang Dagang Chip AS-Tiongkok
Insiden pemblokiran chip ini menyoroti pergeseran fase dalam konflik teknologi antara AS dan Tiongkok. Kedua negara kini cenderung menghindari larangan penuh. Mereka memilih menggunakan mekanisme penundaan, biaya tambahan, atau persetujuan senyap sebagai alat tawar.
Bagi Amerika Serikat, strategi ini membatasi akses Tiongkok tanpa menutup pintu sepenuhnya. Sementara itu, Tiongkok memanfaatkan penundaan ini untuk menekan perusahaan lokal agar membangun alternatif domestik. Mereka tetap menjaga Nvidia dalam jangkauan yang terkendali.
Pendekatan ‘akses selektif’ ini menciptakan lingkungan bisnis yang tidak terduga. Setiap pengiriman kini bergantung pada keputusan politik, bukan hanya performa teknologi semata.
Analisis Risiko dan Prospek Bisnis Nvidia
Melihat ke depan, masa depan perdagangan chip diprediksi akan melibatkan proses persetujuan yang lebih lambat. Perusahaan harus bersiap menghadapi biaya operasional yang jauh lebih tinggi dan ketidakpastian yang berkelanjutan. Meskipun Nvidia mungkin masih beroperasi di Tiongkok, profitabilitas dan stabilitas pasokan mereka terancam.
Kunjungan CEO Jensen Huang saat ini berfungsi ganda. Selain menjaga tradisi, ia harus secara pribadi mengukur suhu politik dan mencari solusi pragmatis. Nvidia wajib menavigasi keseimbangan rumit antara kepatuhan regulasi AS dan izin operasional dari Tiongkok. Kelangsungan bisnis besar Nvidia di pasar Asia Pasifik bergantung pada negosiasi tersebut.