Desain Samsung Galaxy A57 Terungkap di TENAA, Lebih Tipis dan Kamera Baru
- teena
Desain Samsung Galaxy A57 akhirnya mulai terkuak ke publik setelah perangkat ini muncul di database TENAA China. Menariknya, kemunculan ini bukan hanya mengungkap spesifikasi teknis, tetapi juga memperlihatkan tampilan desain yang selama ini masih menjadi tanda tanya. Setelah hampir sepekan hanya menampilkan data hardware, kini daftar TENAA tersebut telah diperbarui dengan gambar resmi, sehingga publik bisa melihat wujud asli Galaxy A57 secara lebih jelas.
Secara garis besar, Samsung tampaknya tidak melakukan perubahan desain yang terlalu drastis pada Galaxy A57. Jika dilihat sekilas, ponsel ini masih mempertahankan DNA desain khas seri Galaxy A. Bagian depan dan belakangnya tetap mengusung desain datar, sebuah pendekatan minimalis yang sudah menjadi ciri Samsung dalam beberapa generasi terakhir. Selain itu, “pulau tombol” yang sedikit menonjol di sisi kanan—tempat tombol daya dan volume berada—masih dipertahankan, sehingga pengguna lama Galaxy A akan merasa familiar saat menggenggam perangkat ini.
Meski begitu, bukan berarti Galaxy A57 hadir tanpa sentuhan baru. Justru, perubahan kecil yang dilakukan Samsung terasa lebih matang dan rapi. Alih-alih merombak total, Samsung memilih menyempurnakan detail desain agar terlihat lebih modern dan premium, terutama pada bagian belakang.
Perubahan paling mencolok terlihat pada modul kamera. Samsung kini menerapkan desain kamera dua tingkat dengan tampilan yang lebih tegas. Modul kamera tersebut memiliki bingkai luar yang lebih tebal dan menyatu dengan warna bodi ponsel. Sementara itu, bagian dalam modul kamera dibuat berwarna hitam dan menjadi rumah bagi tiga lensa kamera. Pendekatan ini membuat tampilan belakang Galaxy A57 terlihat lebih solid sekaligus berbeda dari pendahulunya, meski tetap terasa sebagai ponsel Samsung.
Selain desain kamera, dimensi bodi juga mengalami peningkatan. Galaxy A57 disebut akan hadir dengan bodi yang lebih tipis, yakni hanya 6,9 mm. Angka ini tentu lebih ramping dibandingkan generasi sebelumnya yang memiliki ketebalan sekitar 7,4 mm. Dengan bodi yang lebih tipis, Galaxy A57 berpotensi memberikan kenyamanan ekstra saat digunakan dalam waktu lama, baik untuk scrolling media sosial, menonton video, maupun bermain game.
Beralih ke sektor spesifikasi, Samsung Galaxy A57 dibekali layar AMOLED berukuran 6,6 inci dengan resolusi Full HD Plus. Layar ini diperkirakan akan menawarkan kualitas visual yang tajam, warna cerah, serta kontras yang dalam—ciri khas panel AMOLED Samsung. Untuk penggunaan harian seperti streaming, browsing, hingga bermain gim, layar ini jelas menjadi salah satu nilai jual utama.
Dari sisi performa, Galaxy A57 ditenagai chipset octa-core dengan kecepatan hingga 2,9GHz. Berdasarkan bocoran dari Geekbench, chipset tersebut diduga kuat adalah Samsung Exynos 1680. Chipset ini diharapkan mampu memberikan performa yang stabil untuk kebutuhan multitasking, penggunaan aplikasi berat, hingga gaming kelas menengah. Dengan optimalisasi One UI, performa Exynos ini diyakini akan terasa lebih efisien dalam penggunaan sehari-hari.
Untuk urusan fotografi, Galaxy A57 membawa konfigurasi kamera yang cukup kompetitif di kelasnya. Kamera utama beresolusi 50 megapiksel menjadi andalan untuk menghasilkan foto detail dalam berbagai kondisi cahaya. Kamera ini ditemani lensa ultra-wide 12 megapiksel yang berguna untuk memotret sudut pandang lebih luas, serta kamera makro 5 megapiksel untuk pengambilan gambar jarak dekat. Sementara itu, di bagian depan, terdapat kamera 12 megapiksel yang siap menangani kebutuhan swafoto dan video call dengan kualitas yang mumpuni.
Daya tahan menjadi aspek penting lainnya. Samsung membekali Galaxy A57 dengan baterai berkapasitas 5.000mAh. Kapasitas ini sudah tergolong standar besar dan cukup untuk menemani aktivitas seharian penuh. Menariknya, ponsel ini juga mendukung pengisian cepat 45W, yang berarti waktu pengisian daya bisa jauh lebih singkat dibandingkan generasi sebelumnya.
Untuk penyimpanan, Galaxy A57 akan hadir dalam setidaknya dua varian, yakni RAM 8GB dengan memori internal 256GB, serta RAM 12GB dengan memori internal 256GB. Dengan kapasitas tersebut, pengguna memiliki ruang yang lega untuk menyimpan aplikasi, foto, video, hingga file berukuran besar tanpa perlu khawatir cepat penuh.
Dari sisi perangkat lunak, Galaxy A57 akan menjalankan One UI 8 berbasis Android 16. Kombinasi ini diharapkan membawa pengalaman penggunaan yang lebih halus, fitur keamanan yang lebih baik, serta dukungan pembaruan jangka panjang yang menjadi keunggulan Samsung.
Jika melihat pola peluncuran sebelumnya, Samsung diperkirakan akan merilis Galaxy A57 pada akhir Februari. Menariknya, peluncuran ini kemungkinan akan dilakukan sebelum Samsung memperkenalkan seri flagship Galaxy S26. Dengan strategi tersebut, Galaxy A57 bisa menjadi pemanasan pasar sekaligus opsi menarik bagi pengguna yang menginginkan ponsel menengah dengan desain modern dan spesifikasi solid.