Dulu Hanya di Afrika, Kini Gemparkan RI: Siapa Sebenarnya itel?
- iTel
Gadget – Di tengah persaingan ketat industri smartphone global, muncul satu nama yang kerap diabaikan namun tak bisa diremehkan: itel. Merek asal Tiongkok ini mungkin tidak sepopuler Samsung, Xiaomi, atau OPPO, tapi kehadirannya di Indonesia sejak 2020 telah mengguncang segmen entry-level dengan harga super terjangkau, desain menarik, dan strategi pemasaran yang cerdas.
Namun, siapa sebenarnya itel? Apa yang membuatnya berbeda dari merek lain? Dan mengapa harganya bisa sedemikian murah?
Berikut 5 fakta menarik tentang itel yang jarang diketahui publik mulai dari asal-usulnya di Afrika hingga kontroversi penamaan produk dan risiko keamanan chipset-nya.
1. Chipset UNISOC: Murah, Tapi Rawan Keamanan dan Kurang Optimal untuk Gaming
Salah satu ciri khas paling mencolok dari itel adalah penggunaan chipset UNISOC bukan Snapdragon, bukan MediaTek, apalagi Exynos. Contohnya:
- itel City 100: UNISOC T7250
- itel S23/S23+: UNISOC T606 dan Tiger T616
UNISOC memang menjadi pilihan ideal bagi produsen HP murah karena biaya produksinya rendah. Namun, ada harga yang harus dibayar.
Menurut laporan The Hacker News, chipset UNISOC memiliki kerentanan keamanan serius. Beberapa versi bahkan ditemukan memiliki backdoor yang bisa dieksploitasi peretas untuk mencuri data pribadi pengguna seperti kontak, pesan, lokasi, hingga akun media sosial.
Selain itu, performa UNISOC untuk gaming dan multitasking masih jauh tertinggal. Clock speed rendah, GPU kurang bertenaga, dan proses fabrikasi yang kuno (sering 12nm atau lebih) membuatnya kurang cocok untuk aplikasi berat.
Meski begitu, UNISOC T8200 dan T8300 mulai menunjukkan peningkatan signifikan tapi belum banyak digunakan di HP itel yang dipasarkan di Indonesia.
2. Nama Produk “Nyontek” Samsung, Huawei, dan OPPO Strategi Pintar atau Menyesatkan?
Perhatikan nama-nama ini:
- itel S23+, S25, S25 Ultra → mirip Samsung Galaxy S23/S24/S25
- itel P55 5G, P65 → mirip Huawei P50/P60 series
- itel A80 → mirip OPPO A series atau Samsung Galaxy A series
Ini bukan kebetulan. itel sengaja menggunakan penamaan yang familiar agar konsumen awam merasa “dekat” dengan merek premium meski harganya hanya sepersepuluh.